Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Bertemu orang tua Naura


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan Kimberly, memasuki sebuah halaman rumah yang lumayan luas, setelah melewati beberapa penjaga, berseragam TNI. Setelah mobil berhenti dengan sempurna, Kimberly dan Kendrick pun keluar dari dalam mobil. Naura, sang kekasih sudah terlihat berdiri di teras rumahnya, dengan bibir yang tersenyum menyambut pria pujaannya dan kakaknya


"Hai, Kak Kimberly!" sapa Naura.


"Pagi juga, Naura!" balas Kimberly sambil membalas senyuman Naura.


"Apa aku tidak disapa, Honey?" protes Kendrick, berpura-pura memasang wajah cemberutnya.


"Oh, good morning, Ken!"


"Ken? kamu memanggilku, Ken saja?" alis Kendrick bertaut tajam.


' bukannya biasanya kamu memanggilku, honey?" imbuhnya lagi.


"Maaf,Ken! risih sama papa dan mama nanti. Asal kamu tahu, kalau aku manggil kamu begitu, di depan mama dan papa, mama pasti tidak akan berhenti mengejekku. Jadi panggilan itu kalau kita berdua saja, dan dengan teman-temanmu." Naura memberikan alasan.


"Hmm, begitu ya? aku kira begitu kamu pulang ke Indonesia, kamu langsung berubah!"


"Nggaklah! ayo kita masuk! mama sama pap sudah menunggu di dalam!" Naura menarik tangan Kendrick dan mengajak pria itu dan Kimberly masuk ke dalam.


"Pah, Mah, ini Kendrick dan itu kakaknya Kak Kimberly!" ucap Naura begitu tiba di ruang tamu.


Kendrick tersenyum dan langsung menghampiri pria gagah itu.


"Aku Kendrick,Om," Ken mengulurkan tangannya dan mengecup punggung tangan Bayu. Membuat pria itu tersenyum, karena pemuda yang merupakan kekasih putrinya itu tetap mengetahui adab dan sopan santun pada orang tua.


"Sepertinya Dewi, tetap mengajarkan anak-anaknya bagaimana caranya menghormati orang yang lebih tua." batin Bayu.


"Tante, saya Kendrick." Kendrick melakukan hal yang sama pada Nani mamahnya Naura.


Kimberly kakaknya Kendrick juga mengikuti hal yang sama yang dilakukan oleh sang adik.


"Wah, kamu ternyata bisa menggunakan bahasa Indonesia ya, Ken." ucap Nani takjub.


"Iya, Tante. Mama selalu menggunakan bahasa Indonesia pada kami. Jadi, kami bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, walaupun dialegnya sedikit berbeda."


"Itu lebih bagus dari pada tidak sama sekali." ucap Nani.

__ADS_1


"Naura, kenapa kamu masih berdiri di sana? kamu tolong,minta bibi untuk membuatkan minuman, atau kalau kamu melihat bibi sibuk, kamu yang membuatnya sendiri, boleh kan?"


"Boleh dong, Mah. Aku ke dapur dulu ya!" Naura melangkah ke dapur yang diikuti dengan tatapan Kendrick sampai tubuh kekasihnya itu hilang dari tatapan mata.


"Ehem, ehem! jangan dilihat terus, Nak. Entar juga Naura kembali lagi," goda Nani, membuat Kendrick tersipu malu.


"Bagaimana kabar mama kamu?" Bayu buka suara.


"Ehem, ehem!" Nani berdehem, membuat Bayu terkekeh, sedangkan Kendrick dan Kimberly bingung.


"Udah, kalian berdua tidak perlu bingung. Tenggorokan tante tadi lagi seret aja,"


Kendrick dan Kimberly terlihat semakin bingung. Hal itu bisa dilihat dari keryitan yang tercetak jelas di kening keduanya.


"Apa itu seret, Tante?" tanya, Ken.


"Oh, seret itu sama saja dengan tenggorokan kering, Ken."


Kendrick maupun Kimberly, mengangguk-anggukan kepala, mengerti.


"Mama dan papa baik-baik saja, Om. Mereka titip salam sama Om dan Tante." Jawab Kendrick dengan sopan.


"Kenapa mereka tidak ikut pulang ke Indonesia?"


Kendrick diam sejenak, untuk berpikir jawaban apa yang akan dia berikan. Dia baru saja ingin menjawab, tapi dia mengurungkannya ketika Naura datang kembali, sambil membawa nampan yang berisi empat gelas minuman di atasnya.


"Ayo diminum kak, Ken!" ucap Naura setelah meletakkan gelas yang berisi minuman di atas meja.


"Terima kasih, Honey! ucap Kendrick tanpa sadar, karena sudah terbiasa. Hingga membuat Bayu dan Nani terbatuk-batuk, dan Naura mendelik ke arah Kendrick.


"Ma-maaf!" desis Ken hampir mirip seperti gumaman. Wajah pria itu kini sudah berubah merah karena malu dan Kimberly menutup mulutnya, berusaha untuk menahan tawa.


"Tadi, kamu belum menjawab pertanyaan Om, Nak Ken. Kenapa Papa dan mamamu tidak ikut pulang ke Indonesia?" Bayu berusaha untuk mencairkan suasana kembali, dengan mengulangi pertanyaannya.


"Sepertinya, Om pasti sudah tahu apa alasan mama tidak ikut ke Indonesia. Bukannya mama tidak ingin pulang, tapi ...." Kendrick menggantung ucapannya, kemudian pria itu menghela napasnya, " Ahh, susah buat dijelaskan,Om." imbuhnya.


Bayu menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya kembali dengan helaan yang cukup berat dan panjang.

__ADS_1


"Apa segitu sakit hatinya mama kalian, atas perkataan kakek kalian, makanya dia tidak mau pulang? apa dia tidak merindukan orang tuanya, dan tanah kelahirannya?"


"Mama bukannya tidak ingin pulang, Om. Dia benar-benar sangat ingin pulang. Bahkan hampir setiap hari aku melihatnya menangis hanya karena merindukan Indonesia," jawab Kendrick. Kemudian pria itu bercerita bagaimana perasaan mamanya selama ini dengan sesekali Kimberly ikut menimpali cerita Kendrick adiknya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Hari ini kalian mau bawa kami kemana?" tanya David begitu sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh Tasya.


"Hari ini kita akan ke Taman Mini Indonesia Indah. Kalian bisa menjelajah Indonesia di sana nanti," jawab Tasya santai dan tetap Fokus pada jalanan di depannya.


"Serius?" David terlihat sangat antusias dan Tasya hanya menganggukkan kepalanya.


Chika yang duduk di belakang bersama dengan Edward hanya bisa tersenyum tipis melihat reaksi David yang berlebihan. Dia yakin kalau sekarang David pasti berpikir, kalau mereka akan benar-benar menjelajahi negara Indonesia.


"Kita sudah sampai," Celetuk Tasya sambil membelokkan mobilnya masuk ke arah pintu masuk TMII, di mana mereka langsung disambut oleh petugas tiket.



Setelah membayar tiket masuk, mobil yang dikemudikan oleh Tasya langsung masuk ke dalam area taman mini.


Ke empat orang itu, turun dari mobil Tasya setelah mobil itu terparkir dengan sempurna.


"Oh ya, katanya Kita akan menjelajahi Indonesia, Apa benar kita bisa menjelajahi Indonesia di tempat ini?" tanya David skeptis.


"Tentu saja bisa, tapi versi mini." Kali ini Chika yang menjawab dan terasa ambigu di telinga David dan Edward.


"Maksudnya?" alis Kedua pria bermata biru itu, bertaut tajam.


"Apa kalian tahu, TMII itu singkatan dari Taman Mini Indonesia Indah, kalau dalam bahasa Inggris berarti taman yang berisi tentang Indonesia dalam versi mininya. Kita bisa melihat dan mempelajari budaya Indonesia melalui rumah adat, pakaian adat istiadat dan lainnya di sini, tapi tidak bisa secara keseluruhan. Kalau untuk menjelajahi Indonesia yang asli, tidak cukup waktu sebulan untuk kamu bisa menjelajahi semuanya. Indonesia itu sangat luas, kalau tidak salah 8,3 juta Km, sudah termasuk daratan dan perairan. Sedangkan benua Eropa hanya 10,18 juta km, tapi sudah banyak negara di dalamnya, bukan? ada Inggris, Irlandia, Spanyol, Portugal dan banyak lagi. Propinsi di Indonesia aja ada 34, jumlah hari dalam sebulan 30-31, jadi sangat tidak mungkin bisa menjelajahi Indonesia dalam sebulan." Jelas Chika dengan panjang lebar.


"Serius?" David dan Edward, terkesiap kaget.


"Iya, tapi kalian coba cari tahu destinasi mana yang sangat ingin kalian kunjungi, nanti kami akan berusaha untuk memberikan waktu menemani kalian berlibur ke sana. Tapi dengan satu syarat, semua biaya kalian yang tanggung." ucap Tasya.


"Wah kamu ternyata tidak mau rugi ya? tenang aku akan menanggung semuanya. Bertanggung jawab atas dirimu untuk selamanya juga aku sangat mau," ucap David tanpa sadar, hingga membuat mata Tasya membesar dengan sempurna.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2