Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Kembali lengkap


__ADS_3

"Tidak, Pa! aku yang seharusnya minta maaf karena aku tidak berjuang untuk mendapatkan restumu. Padahal Victor selalu berusaha membujukku untuk mendatangimu dan meminta maaf," Dewi kembali memeluk pria yang merupakan cinta pertamanya itu.


Sementara itu, di ambang pintu, terlihat beberapa orang yang menatap peristiwa itu dengan mata yang berkaca-kaca. Kecuali Naura dan Kimberly yang sudah menangis sesunggukan.


Setelah ayah dan anak itu meluapkan segala kerinduan mereka, Surya melerai pelukannya dan menatap ke arah pintu.


"Victor, apa kamu tidak mau mendekat ke sini?"


Victor sontak tercengang, tidak menyangka pria yang dia ketahui tidak menyukainya itu memanggil namanya dengan nada yang sangat berbeda dibandingkan dulu.


"Kenapa kamu masih diam di sana? apa kamu masih dendam padaku?" Surya kembali bersuara.


Victor akhirnya memberanikan diri melangkah dengan perlahan menghampiri Surya,papa mertuanya.


"Iya,Om. Ada apa?" ucap Surya dengan sangat hati-hati, takut memanggil papa mertuanya itu dengan sebutan papa.


"Kenapa kamu masih memanggilku, Om? apa kamu tidak menganggapku, mertuamu?" Surya menatap tajam ke arah Surya.


Victor benar-benar speechless. Pria itu masih sulit untuk percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.


" Lagi-lagi kamu diam? apa kamu masih dendam pada Papa?"


ucapan Surya kali ini benar-benar membuat Victor tersadar. Pria itu langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tidak, P-Pa. Aku sama sekali tidak pernah de dendam pada Papa. Aku hanya merasa sulit untuk percaya. Aku merasa kalau sekarang aku hanya sedang bermimpi," suara Surya terdengar bergetar, karena pria itu sedang berusaha menahan tangis.


"Victor, terima kasih ya, kamu selama ini sudah mencintai dan menjaga putriku dengan baik. Maafkan Papa yang dulu bersikap egois, yang meragukanmu, bisa membahagiakan putriku. Ternyata dugaanku salah, kamu ternyata benar-benar bisa membuat putriku bahagia," Surya memeluk Victor lalu menepuk-nepuk pundak pria itu.


Surya kembali menatap ke arah Kendrick dan Kimberly. Surya menatap tajam ke arah Kendrick demikian juga dengan Kendrick.


Untuk beberapa saat tatapan mereka terkunci dengan tatapan seperti sedang bermusuhan. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba tawa Surya pecah, hingga membuat semua orang yang berada di tempat itu, mengrenyitkan kening, kebingungan.


"Kamu benar-benar cucuku. Sikapmu sangat mirip denganku," ucap Surya yang ditujukan pada Kendrick.

__ADS_1


Kendrick mendegus dan berdecak," Ih, aku tidak mau disama-samakan denganmu. Aku tidak egois," ucap Kendrick dengan sudut bibir yang terangkat ke atas.


Ucapan Kendrick bukannya membuat Surya murka. Justru tawa pria tua itu semakin pecah. "Dengan jawaban yang kamu berikan, itu semakin menandakan kalau kamu memang benar-benar mirip denganku. Kamu tidak bisa menyangkalnya!" ucap Surya yang membuat Kendrick semakin meradang.


"Pokoknya aku tidak mau disama-samakan denganmu! kita itu berbeda," Kendrick tetap Keukeh dengan pendapatnya.


"Tapi, sepertinya memang benar mirip, Ken. Kamu lupa ya, kalau kamu dulu pernah lebih mementingkan perasaan Jane, dibandingkan perasaan mamamu sendiri. Bukannya itu termasuk egois?"Dewi buka suara, menimpali ucapan Surya papanya.


"Arghhh, kenapa hal itu harus diingatkan kembali sih, Ma?" Kendrick menggeram karena tidak bisa membantah ucapan sang mama.


Semua yang melihat ekspresi Kendrick, akhirnya tidak bisa menahan tawa lagi, hingga membuat Kendrick semakin jengkel.


"Kendrick,apa kamu tidak mau memeluk Kakekmu ini? kamu juga bahkan belum memanggilku kakek," ucap Surya kembali setelah tawa mereka reda.


"Emm,apa ada untungnya bagiku, memanggilmu kakek?"


"Hahahaha, kamu semakin mirip denganku. Kali ini benar-benar tidak bisa terbantahkan lagi," ucap Surya yang kembali tertawa.


"Kamu bilang apa tadi?"


"Emangnya aku bilang apa?" Kendrick mengrenyitkan keningnya, bingung dengan pertanyaan Surya.


"Tadi kamu sudah memanggilku Kakek. Aku tidak salah dengarkan?" ulang Surya memastikan.


"Masa sih? berarti pendengaran Kakek Masib bagus. Aku kira kalau sudah bau tanah, pendengarannya sudah berkurang," ucap Kendrick sembari menyelipkan sebuah ledekan.


"Dasar cucu laknat! bisa-bisanya kamu menyebut bau tanah, tepat di depanku. Kamu mau mendoakan Kakek cepat-cepat mati ya?" Surya pura-pura memasang wajah kesalnya.


"Lah, kalau usia kakek disebut apa kalau bukan bau tanah? Kakek tidak bisa menolak kenyataan itu Kek. Aku sih tidak pernah berharap Kakek cepat-cepat mati. Kakek harus membalas waktu-waktu yang terbuang sia-sia selama ini,bersama mama, papa dan dua cucumu ini dulu. 27 tahun waktu yang sia-sia,jadi kakek harus hidup 27 tahun lagi," ucap Kendrick yang membuat mata Surya kembali berkaca-kaca.


"Sini kamu! Kakek mau memelukmu!" ucap Surya dengan suara yang bergetar.


"Bagaimana denganku Kakek? apa aku tidak dianggap sama sekali?" Kimberly yang dari tadi hanya diam, buka suara.

__ADS_1


"Tentu saja kamu juga harus ke sini. Kamu juga cucuku. Kalian berdua ke sini!" Kendrick dan Kimberly mengayunkan kaki melangkah mendekati Surya.


Setelah Kedua cucunya itu sudah dekat, Surya sontak meraih keduanya dan memeluk erat-erat.


"Maafkan Kakek ya! Kakek sudah membuat mama kalian sedih selama ini. Maafkan waktu yang sia-sia selama ini!" ucap Surya yang kali ini benar-benar boros mengucapkan kata maaf. Hal yang hampir tidak pernah dia ucapkan dulu.


"Apa yang terjadi di sini?" tiba-tiba sebuah suara terdengar dari arah pintu.


Semua mata sontak menoleh ke arah datangnya suara. Tampak Daryanti berdiri di ambang pintu dengan mata yang masih terlihat sembab dan raut wajah yang kebingungan.


"Mama kan bisa lihat sendiri. Masalah Papa dan Dewi putrimu sudah selesai. Keluarga kita sudah lengkap kembali,Ma," Dion buka suara, menjawab kebingungan sang mama.


"Benarkah?" tanya Daryanti memastikan.


Air mata wanita itu kembali menetes dan kali ini adalah air mata kebahagiaan. Wanita itu mengayunkan kaki melangkah menghampiri Surya dan memeluk suaminya itu.


"Terima kasih, Pa! terima kasih!" ucap wanita tua itu berulang-ulang.


Kemudian Surya tidak lupa untuk menghampiri Naura dan memeluk kekasih dari cucunya itu.


"Terima kasih,Naura! Bagaimanapun kamu ada andil untuk mempertemukan kami. Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan pada nenek Daryanti, selama ini," ucap Surya dengan tulus sembari memberikan kecupan sayang di puncak kepala wanita itu.


"Kakek, jangan mencium kekasihku! apa nenek tidak cukup untukmu!" ucap Kendrick sembari menarik tubuh Naura ke arahnya.


"Astaga, orang tua saja kamu cemburuin. Apa kamu merasa kalau kamu tidak sebanding denganku sampai-sampai kamu cemburu seperti itu?" ledek Surya.


"Enak saja! tidaklah!" bantah Kendrick dengan cepat.


"Jadi, buat apa kamu secemburu itu? benar-benar tidak masuk akal,"


Tawa seketika pecah memenuhi ruangan itu melihat raut wajah Kendrick yang kesal.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2