Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Rencana busuk


__ADS_3

Sementara itu, jauh di negara Inggris tepatnya di kota London, tampak seorang pria yang terlihat melayani pelanggan kafe tempat dia bekerja. Pria itu adalah Jordan. Karena keterbatasan uang, yang tidak mencukupi untuk pulang ke Indonesia, membuat pria itu bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah restoran untuk mengisi liburan musim panasnya.


Ini pesanannya Nona!" Jordan mengambil satu persatu makanan dari nampan dan meletakkannya ke atas meja.


"Terima kasih!" jawab wanita itu sembari menyunggingkan senyum.


"Sama-sama Nona! Aku pamit dulu," Jordan membungkuk tubuhnya sedikit dan beranjak meninggalkan wanita yang memiliki paras cantik itu


Di saat sedang melewati meja yang yang tidak terlalu dari meja tempat dia mengantar makanan tadi, tiba-tiba seorang wanita mencegatnya.


"Tunggu dulu, sepertinya aku mengenalmu. Kalau tidak salah kamu datang dari negara yang sama kan dengan Naura dan dua sahabatnya itu?" tanya wanita itu,to the point, menatap Jordan dengan tatapan penuh tanya.


"iya, itu aku! ada apa ya, Nona?" Jordan mengrenyitkan keningnya.


"Oh, kebetulan. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu,"


Mau bicara apa? apa ada sesuatu yang sangat penting? kalau iya,bisa tidak kita bicara di saat jam kerjaku sudah selesai?" tanya Jordan berusaha untuk tetap sopan. Padahal pria itu benar-benar tidak mengenal sosok wanita yang sedang mengajaknya bicara.


"Emm, kamu tidak bisa bicara sekarang ya? baiklah, jam berapa kamu selesai bekerja?" tanya wanita itu lagi.


"sekitar dua jam lagi. Tapi Kalau boleh tahu, ada masalah penting apa ya? dan kenapa Nona menyebut nama Naura? apa anda mengenalnya?"


"Ini semua masalah Naura. Aku tahu kalau kamu memiliki perasaan padamu, dan aku ingin membantumu untuk merebutnya dari Kendrick. Kamu mau kan?"


"Kenapa kamu mau__"


"Jordan, kamu sedang apa di sana? tolong layani pelanggan itu!" tiba-tiba seseorang memanggil Jordan, hingga pria itu tidak jadi melanjutkan ucapannya.


"Baik, aku langsung ke sana!" sahut Jordan dengan cepat sembari hendak beranjak pergi.

__ADS_1


"Tunggu! kenalkan namaku Jane. Ini nomor teleponku. Nanti kalau kamu sudah selesai bekerja, kamu hubungi ke nomor itu saja. Sekarang kamu lanjutkan saja dulu pekerjaanmu!"


Jordan meraih kertas yang ada di tangan wanita yang bernama Jane itu dan memasukkan ke dalam saku celananya. Kemudian pria itu berlalu pergi dari depan Jane.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Maaf, membuatmu lama menunggu! apa kamu sudah lama di sini?" ucap Jordan begitu pria itu berada tepat di depan Jane.


"Oh tidak kok. Aku juga baru sampai di tempat ini. Kamu mau minum apa? pesan saja, nanti aku yang akan bayar," ucap Jane sembari menyelipkan senyumannya yang menawan.


"Terima kasih! aku pesan cappucino saja," sahut Jordan.


Jane sontak melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan kafe, yang memang tidak terlalu jauh dari kafe tempat Jordan bekerja. Setelah pelayan datang,Jane langsung menyebutkan pesanan Jordan.


"Kita langsung saja ya. Kita lanjutkan pembicaraan kita tadi," ucap Jane setelah pelayan pergi, sementara Jordan menganggukkan kepalanya, mengiyakan. Jujur, pemuda itu benar-benar penasaran dengan apa yang dikatakan Jane di saat dia bekerja tadi. Apalagi ada sangkut paut dengan Naura dan Kendrick.


"Kendrick itu mantan kekasihku. Kendrick dulu sangat mencintaiku, lebih dari apapun. Tapi, tiba-tiba semuanya berubah semenjak Naura hadir. Jadi, aku ingin Kendrick bisa kembali padaku, dan kamu bisa mendapatkan hati Naura. Kamu mau kan bekerja sama denganku?"


"Oh, jadi wanita ini mantan kekasih Kendrick? dasar pria brengsek! teganya dia menyakiti hati wanita lain, karena ingin mendapatkan Naura. Benar-benar pria tidak tahu diri. Aku yakin, Naura akan mengalami hal yang sama nanti jika Kendrick merasa bosan padanya. Jadi, sebelum itu terjadi aku harus menyelamatkan Naura dari pria brengsek itu," bisik Jordan pada dirinya sendiri.


"Hei, Tuan Jordan! apa kamu mendengarku? kenapa kamu diam saja?" Jane mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Jordan.


"Eh i-iya, tentu saja aku mendengarmu," ucap Jordan yang tiba-tiba gugup.


"Bagaimana? apa kamu mau bekerja sama denganku?" tanya Jane kembali.


"Baiklah, aku mau! tapi bagaimana kita melakukannya? mereka sekarang sedang ada di Indonesia untuk liburan musim panas. Berarti kita harus menunggu mereka kembali dulu ke sini,dan itu berarti masih lama," ucap Jordan.


Sudut bibir Jane sontak tertarik sedikit ke atas membentuk senyuman licik.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, tidak perlu menunggu sampai liburan musim panas selesai. Kita bisa melakukannya secepatnya. Kamu bawa aku ke Indonesia saja, untu masalah ongkos, aku yang akan tanggung. Di Indonesia nanti kamu bisa menjebak Naura, sehingga Kendrick membencinya, bagaimana?" raut wajah Jane terlihat bangga dengan rencananya.


"Aku tidak mau!" tolak Jordan dengan cepat.


"Kenap kamu tidak mau?" Jane mengrenyitkan keningnya, bingung.


"Karena rencana itu menguntungkanmu dan merugikanku," sahut Jordan ambigu.


"Maksudmu?"


"Kamu tidak tahu siapa papanya Naura. Kalau aku menjebak Naura, tidak menjamin Naura akan mau bersamaku.Dan papanya adalah bukan orang sembarangan, yang bisa saja meminta orang-orang hebat untuk menyelidiki apa yang terjadi pada putrinya. Dan besar kemungkinan kalau mereka akan tahu semua rencana kita. Bukannya itu akan merugikanku? bukan hanya tidak bisa mendapatkan Naura, tapi karirku juga akan terancam, di mana bea siswaku bisa dicabut. Aku tidak mau itu terjadi, " terang Jordan, panjang lebar dan tanpa jeda.


"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?". Jane mengembuskan napas, kesal.


"Kenapa bukan kamu saja yang menjebak Kendrick? kalau untuk itu aku bisa membantumu. Kalau Kendrick berhasil kamu jebak, akan banyak keuntungan yang kita dapat. Di samping Naura yang akan membencinya, papanya itu juga akan membencinya. Kalau Naura dan papanya sudah benci, jadi tidak akan ada celah lagi untuk mereka bisa bersama. Menurutku cara itu lebih baik.Karena setahuku, walaupun Kendrick cucu dari mantan jenderal, dan panglima TNI,tapi hubungan mereka tidak baik. Jadi, tidak akan ada yang membantu pria itu," tutur Jordan panjang lebar dan sangat yakin.


"Nah, di saat kamu dan Kendrick ketahuan berduaan di kamar dan melakukan hal tabu di Indonesia itu, aku akan muncul dan berpura-pura menghibur Naura. Brilliant kan rencanaku?" lanjut Jordan lagu dengan nada yang sangat bangga.


Jane, terlihat diam untuk sepersekian detik, sampai akhirnya, senyum wanita licik itu mengembang sempurna.


"Kamu benar juga. Aku setuju. Sekarang kita tinggal memikirkan bagaimana caranya memancing Kendrick agar mau bertemu denganku di sana,"


"Kamu tenang saja! kamu datangi dia, kamu ajak ketemuan di suatu tempat. Kalau dia menolak, kamu bisa ancam dia,akan mendatangi papanya Naura, dan mengatakan kalau hubungan kamu dan Kendrick dulu sudah lebih dari suami istri. Aku rasa Kendrick tidak mau hal itu terjadi,jadi dia pasti akan memenuhi permintaanmu. Bagaimana? bagus kan rencanaku?"


Senyum Jane semakin mengembang mendengar semua rencana Jordan yang menurutnya sangat brilliant.


"Kamu hebat juga. Tidak sia-sia aku mengajakmu kerja sama. Baiklah, kita berangkat ke Indonesia besok. Semuanya biar aku yang urus," pungkas Jane sembari tersenyum licik, membayangkan keberhasilan rencana mereka.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2