
"Emm, kita makan siang dulu di sini. Setelah itu kita berangkat sama-sama ke kediaman Kakek Surya, kakek kalian berdua," ucap Bayu sembari melihat ke arah jam di dinding yang ternyata sudah memasuki jam makan siang.
"Iya, benar kata suami saya. Kita makan siang dulu. Si Honey sudah menyiapkan makan siang sepertinya," Nani mamanya Naura menimpali ucapan suaminya, sembari menyelipkan sedikit ledekan membuat raut wajah Kendrick kembali memerah.
"Mama, jangan seperti itu! lihat Nak Kendrick sudah jadi malu," tegur Bayu, mendelik ke arah Nani. Namun, bukannya takut wanita paruh baya itu justru terkekeh ringan.
"Sudahlah, sekarang sebaiknya kita ke meja makan saja. Makanannya nanti keburu dingin," ucap Bayu lagi sembari berdiri dari tempat dia duduk diikuti oleh Nani, Kimberly dan Kendrick.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil yang dikemudikan Bayu berhenti di depan sebuah rumah besar yang tidak lain merupakan kediaman Surya, kakeknya Kendrick dan Kimberly. Dari arah belakang mobil itu, tampak menyusul mobil yang dikemudikan oleh Kimberly. Tidak sulit untuk mereka bisa masuk ke dalam pekarangan rumah itu, karena Bayu sudah dikenal oleh penjaga rumah itu.
"Pak, apa Om Surya ada di rumah?" tanya Bayu sembari mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
"Ada,Pak! beliau di dalam bersama Ibu," sahut penjaga itu dengan sopan.
"Oh ya udah, terima kasih, Pak!" Bayu kembali menjalankan mobilnya dan menepikannya tidak jauh dari pintu masuk.
Sementara itu, di dalam mobil lain, tampak raut wajah Kendrick yang terlihat tegang dan seperti biasa Naura yang duduk di sampingnya menenangkan pria itu.
Hal serupa sebenarnya terjadi pada Kimberly, karena selama 3 tahun wanita itu bertugas di Indonesia, wanita itu sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menemui kakek dan neneknya, dan ini adalah kunjungan dia yang pertama kalinya
"Ayo keluar dari mobil! kalian mau tinggal di dalam mobil saja?" Bayu mengetuk pintu mobil Kimberly.
Kimberly sontak tersentak kaget dan langsung membuka pintu mobil.
"Eh,Maaf Om! kami sedikit tegang soalnya," ucap Kimberly sembari menyelipkan senyuman.
"Tidak perlu tegang, santai saja. Kalian juga tidak akan langsung ditembak mati oleh beliau," Bayu mencoba mencairkan suasana, dengan menyelipkan sebuah candaan di dalam ucapannya.
__ADS_1
"Sudahlah, ayo kita masuk!" Nani buka suara, sembari melangkah disusul oleh Bayu.
"Om, Tante!" tiba-tiba Kendrick bersuara, hingga membuat pasangan paruh baya itu menyurutkan langkah dan kembali menatap Kendrick.
"Ada apa, Nak Kendrick?" Bayu mengrenyitkan keningnya.
"Aku hanya memastikan, Om dan Tante tidak akan lupa kan tidak akan memberitahukan kakek dan nenek siapa kami sebenarnya?" tanya Kendrick was-was. Ya, sebelum memutuskan akan mengunjungi kediaman Kakeknya, Kendrick sempat meminta agar Bayu dan Nina tidak membocorkan siapa dirinya dan Kimberly.
" Tenang saja, Om dan Tante tentu saja ingat. Ayo kit masuk!"
Kendrick mengembuskan napas lega mendengar jawaban papanya Naura itu dan menyusul mengekor di belakang Bayu.
Setelah menekan bel beberapa kali pintu dibuka oleh seseorang dari dalam
"Eh, Tuan Bayu! cari Tuan Surya ya?" tanya orang yang membuka pintu yang ternyata asisten rumah tangga di rumah itu.
"Iya. Beliau ada di dalam?"
Bayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu berjalan masuk menuju sofa disusul oleh yang lainnya.
Kendrick mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, kagum dengan pemilihan interior ruangan itu, yang benar-benar Indonesia sekali. Namun, hati pria tampan itu seketika merasa diremas melihat ada photo keluarga yang menampakkan pria tua itu dengan sang istri bersama dengan seorang pria yang Kendrick yakin merupakan saudara laki-laki mamanya. Di samping pria itu,ada seorang perempuan yang pasti Istrinya dan dua pria muda lainnya yang pasti anak dari saudara laki-laki mamanya itu. Yang membuat perasaan Kendrick merasa diremas, yaitu tidak ada mamanya di situ begitu juga dengan papanya serta Kimberly dan dirinya. Pria itu merasa sakit karena merasa wanita yang telah melahirkannya benar-benar tidak dianggap sama sekali.
"Hei, Bayu! ada apa datang kemari? tidak biasanya," terdengar suara bariton yang muncul dari arah ruangan keluarga.
Bayu sontak berdiri dan menghampiri pria tua yang Kendrick sangat yakin kalau pria itu adalah kakeknya. Di samping pria tua itu tampak seorang wanita yang juga sudah berusia lanjut dan Kendrick yakin kalau itu adalah neneknya.
"Aku diajak Naura, Om! Dia merindukanmu dan Tante Daryanti," sahut Bayu sembari mengulurkan tangannya menjabat tangan pria tua itu dan berganti ke arah wanita tua di sampingnya.
Hal yang sama dilakukan oleh Nani dan Naura, dan tentu saja Kimberly dan Kendrick yang tidak mau dianggap kurang ajar ikut berdiri dan menjabat tangan Surya.
__ADS_1
Surya menyipitkan matanya menatap penuh tanya ke arah Kendrick dan Kimberly. Sementara Daryanti menatap keduanya dengan mata yang berembun.
"Hai,Kakek, Nenek! aku sudah pulang. Aku merindukan kalian berdua!" Naura buka suara sembari memeluk kakek Surya dan Nenek Daryanti, untuk membuat situasi tidak tegang.
"Kamu ya, pulan ke Indonesia bawa apa? pasti tidak bawa oleh-oleh!" sahut Surya sembari mencubit hidung Naura. Putri Bayu yang sudah dia anggap cucu sendiri.
"Ada dong,Kek! ini untuk Kakek dan ini untuk nenek," Naura memberikan sebuah kantongan berisi oleh-oleh yang sebenarnya diberikan oleh Dewi.
"Kamu bawa apa?" Surya membuka kantongan itu dan melihat sebuah ikat pinggang yang dia tahu harganya sangat mahal.
"Kamu ke sana kan untuk kuliah. Bagaimana kamu bisa membelikan oleh-oleh barang yang sangat mahal seperti ini? kamu tidak melakukan hal yang macam-macam kan untuk bisa mendapatkan uang?" tukas Surya dengan kening yang berkerut.
Bagi yang pertama kali mendengar pria tua itu berbicara, mungkin akan tersinggung merasa dicurigai. Tapi, karena Naura sudah terbiasa, wanita itu hanya tersenyum menanggapi ucapan pria tua itu. Hanya Kendrick yang mengepalkan tangannya, merasa tidak suka dengan ucapan pria yang merupakan kakeknya itu. Secara tidak langsung, pria itu seakan-akan sedang menuduh Naura melakukan hal yang buruk demi mendapatkan uang. Namun mata Naura yang melirik padanya seakan memberikan isyarat agar dirinya tidak terpancing.
"Itu uang dari papa,Kek. Aku meminta papa mengirimkan uang padaku,dan tentu saja papa tidak bisa menolak permintaan putrinya yang cantik ini," sahut Naura dengan manja.
"Kamu memang bisa membuat orang tidak bisa menolak apa yang kamu minta," Surya kembali mencubit hidung Naura.
Sementara Daryanti sama sekali tidak berminat untuk membuka kantongan yang berisi oleh-oleh untuknya. Wanita tua itu benar-benar fokus menatap ke arah Kendrick dan Kimberly dengan tatapan penuh kerinduan.
"Siapa mereka berdua?" Surya menunjuk ke arah Kendrick dan Kimberly.
"Oh, ini Kendrick kekasih Naura dan itu Kimberly Kakaknya," kali ini Nani yang buka suara.
"Kekasih Naura?" ulang Surya memastikan apa yang dia dengar.
"Iya,Om. Dia kekasih Naura," Bayu mempertegas ucapan Nani istrinya.
"Bagaimana bisa kamu mengizinkan Naura, memiliki kekasih orang luar?" Surya terlihat melirik Kendrick dengan sinis. Dia merasa kalau pria itu tidak tahu apa yang sedang dia ucapkan.
__ADS_1
Sementara Kendrick berusaha mengatur napasnya agar emosinya tidak terpancing.
Tbc