Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Aku suaminya


__ADS_3

Sinar mentari sudah menampakan sinarnya, tetapi tidak membuat Aurel bangun dari tidurnya,


Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 waktu Korea, tapi Aurel juga tak kunjung berniat membuka matanya. Hingga terdengar suara ketukan dari luar kamarnya yang membuat Aurel terbangun. Dengan langkah gontai Aurel membuka pintu, terlihat Dae Gu sudah berdiri didepan pintu kamarnya.


"Kenapa kau belum bangun? aku kira kau sedang pingsan", ujar Dae Gu disaat Aurel membuka pintunya,


"Maaf Oppa sepertinya aku sedang tidak enak badan"


"kenapa? apa kau sakit? ujar Dae Gu seraya menyentuh dahi Aurel


"Tidak, mungkin aku hanya kelelahan" ujar Aurel menepis pelan tangan Dae Gu


Dae Gu berlalu sebentar lalu kembali lagi dengan membawa nampan yang berisi satu piring makanan, air putih dan suplemen.


"Makanlah ini, setelah itu minum suplemen ini agar tubuhmu tetap sehat" Dae Gu menyerahkan nampan tersebut pada Aurel


"Terimakasih Oppa aku akan memakannya" balas Aurel seraya mengambil nampan tersebut dari tangan Dae Gu


"Tapi Oppa, kenapa kau masih dirumah? apa kau tidak bekerja?


"Tidak, hari ini aku libur" Jadi kau beristirahatlah.


"Baiklah Oppa aku akan beristirahat, terimakasih untuk makanannya" ujar Aurel seraya menutup pintu kamar.


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 waktu Korea, Aurel terbangun dan bergegas mandi karena setelah selesai makan dan meminum suplemen tadi Aurel tertidur kembali.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Aurel keluar kamar berjalan ke ruang tengah, disana ia melihat Dae Gu yang sedang melakukan olahraga ringan.


"Kau sudah bangun? Apa sudah baikkan?" tanya Dae Gu saat dirinya menyadari kehadiran Aurel


"Iya, aku merasa sudah lebih sehat Oppa" balas Aurel tersenyum


"Syukurlah kalau begitu".


"Oh iya Setelah ini aku mau ke supermarket, karena bahan makanan kita sudah habis " apa kau mau ikut?" tawar Dae Gu


"Apa tidak masalah aku ikut?"


"Hmm aku rasa tidak, karena semua orang sudah tau kalau kau asistenku, jadi tidak akan masalah" ujar Dae Gu


* * *


Aurel dan Dae Gu bersiap-siap untuk pergi, Dae Gu mengenakan celana denim hitam dipadukan dengan sweater oversize berwarna biru muda serta sepatu sneakers berwarna senada dengan bajunya Dae Gu memakai masker untuk menutupi wajahnya.


Aurel mengenakan Sweater berwarna abu-abu muda dipadukan dengan rok pendek berwarna coklat serta sepatu sneakers berwarna senada dengan roknya.


Sesampainya di supermarket, mereka berdua memilih milih bahan makanan. Hari ini kebetulan supermarket tidak terlalu ramai pengunjung, memudahkan mereka untuk leluasa memilih belanjaannya.


Dae Gu mengambil beberapa daging sapi segar, cumi dan beberapa ikan segar. Aurel memilih beberapa sayur. Setelah dirasa puas, mereka membayar belanjaan nya dikasir.


"Kalian pengantin baru ya? Mesra sekali," tanya seorang ibu-ibu yang berada di belakang Aurel saat mengantri dikasir.


"Bu-bukan" jawab Aurel gugup


"Tidak usah malu, saya juga begitu dulu saat awal menikah bersama suami" balas Ibu tersebut


Aurel hanya tersenyum kecut, Dae Gu hanya tersenyum tipis melihat tingkah Aurel dari balik maskernya


"Kamu beruntung Nona, mempunyai suami yang mau menemani belanja begini, suami saya saja kalau saya udah ngomel baru deh mau ikut" lanjut ibu tersebut


Aurel yang tidak tahan mendengar ocehan ibu tersebut langsung permisi dan menarik tangan Dae Gu untuk segera keluar dari sana. Dae Gu hanya menurut dengan perlakuan Aurel.


"Ah menyebalkan!". Gerutu Aurel

__ADS_1


Dae Gu hanya terus tersenyum dibalik maskernya


"Jadi apa kau terus mau seperti ini?" Tanya Dae Gu


Aurel yang tidak mengerti maksud perkataan Dae Gu hanya diam, hingga ia menyadari bahwa tangannya masih mengenggam tangan Dae Gu.


"O-oppa , maafkan aku"


"Tidak masalah, ayo kita pergi " ajak Dae Gu berjalan mendahului Aurel seraya tersenyum senang


Sesampainya diparkiran Dae Gu memasukan barang belanjaan nya kedalam bagasi mobil, Aurel sejenak berhenti, ia tidak sengaja melihat penjual odeng(otak otak ikan), Aurel mampir sejenak.


Saat dia sedang menunggu pesanannya , ada seorang pria berumur sekitar 45 tahun berjalan mendekatinya.


"Hai gadis cantik, apa boleh berkenalan" ujar pria tersebut


Aurel melangkah mundur, sekilas iya teringat kejadian saat ia dikejar oleh dua pria mabuk yang membuat ia sedikit trauma mengingatnya.


"Sayang, ternyata kau disini. Aku dari tadi mencarimu" ujar seseorang


Deg


Jantung Aurel berdetak saat, sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya


"Kau siapa?" Tanya pria tersebut pada pria yang menggangunggu Aurel


"Aku hanya ingin berkenalan dengan nya" Kau siapa?" Tanya pria tersebut


"Aku suaminya" ujar lelaki itu tegas


"Oh maafkan aku tuan, aku kira dia masih sendiri " ujar pria tersebut berlalu meninggalkan Aurel dan lelaki tersebut.


Aurel hanya diam tertegun,


Aurel tidak menggubris, ia masih dibayangi oleh rasa takut


"Aurel" !!


"Iya aku tidak apa-apa Oppa" Aurel tersentak saat Dae Gu berteriak memanggilnya


Lelaki itu adalah Dae Gu, saat Dae Gu selesai memasukan barang belanjaan dibagasi, ia menyadari bahwa Aurel tidak ada bersamanya.


Dae Gu pergi mencarinya, saat Dae Gu melihat Aurel, ia melihat seorang pria dewasa yang mencoba mengganggu Aurel. Dengan sigap Dae Gu langsung menghampiri Aurel.


"Oppa", panggil Aurel pelan


"Iya", ujar Dae Gu menatap Aurel


"Dia sudah pergi, jadi kau bisa melepaskan tanganmu" ujar Aurel


Dae Gu tersadar dan ia langsung melepaskan tangannya dari pinggang Aurel


"Maafkan aku", balas Dae Gu canggung


"Iya tidak apa-apa"


"Nona ,ini pesananmu" ujar si penjual makanan pada Aurel seraya memberikan satu kantong yang berisi odeng


"Terimakasih" Aurel mengambil kantong tersebut dan membayarnya


Mereka kembali ke parkiran, dan masuk kedalam mobil sport merah milik Dae Gu, Dae Gu menjalankan mobilnya keluar, meninggalkan parkiran Supermarket


Aurel yang duduk disamping Dae Gu dengan lahap memakan odeng yang dibelinya.

__ADS_1


"Apakah kau begitu menyukai nya?" tanya Dae Gu


"Iya ini enak sekali"


"Makanlah perlahan, tidak akan ada yang merebut makanan mu " ujar Dae Gu


Aurel terkekeh


"Apa Oppa mau?"


"Tidak usah, aku sedang menyetir, jadi tidak mungkin aku makan"


"Ini makanlah, biar aku suapi" ujar Aurel seraya menyodorkan satu tusuk odeng kemulut Dae Gu


Dae Gu dengan senang hati menerimanya


"Wah ternyata enak juga", ujar Dae Gu


"Apa Oppa mau lagi? "Tanya Aurel


Dae Gu mengangguk


Mereka terus memakan odeng hingga habis tak bersisa, Aurel secara bergantian makan dan menyuapi Dae Gu.


Di perjalan pulang Aurel melihat ada penjual es krim,


"Oppa bisakah berhenti sebentar?"


"Kenapa?"


"Itu ada penjual es krim, aku ingin sekali memakan es krim" ujar Aurel seraya menelan salivanya


Dae Gu menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Aurel segera berlari kegirangan menuju tempat es krim tersebut.


Ia memesan dua es krim corn rasa vanila. Dae Gu yang melihat tingkah Aurel yang layaknya anak kecil hanya bisa menggeleng dan tersenyum dari dalam mobil. Aurel pun kembali kedalam mobil dengan membawa dua es krim vanila di tangannya.


"Kenapa ada dua? Apa kau sanggup menghabiskannya?" Tanya Dae Gu mengernyit heran


"Tidak, yang satu untukmu " ujar Aurel menyodorkan satu eskrim vanila pada Dae Gu


"Tapi aku sedang menyetir" ujar Dae Gu


"Tidak masalah, aku kan menyuapi mu lagi "ujar Aurel tersenyum


Dae Gu lalu menangguk setuju, entah mengapa rasanya ia sangat nyaman bersama Aurel apalagi saat Aurel menyuapinya ia merasa sangat senang sekali. Padahal Dae Gu bisa saja memakannya sendiri tanpa disuapi Aurel tetapi ia malah beralasan bahwa sedang menyetir.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers , mohon dukungan nya ya. Jangan lupa like dan komen.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di karyaku.


__ADS_2