Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Begitu Cantik


__ADS_3

Mobil sport mewah milik Dae Gu memasuki basement apartemen, mereka turun, Dae Gu mengeluarkan belanjaan mereka, dan menentengnya.


"Apa perlu aku bantu Oppa?"


"Tidak usah aku bisa sendiri" balas Dae Gu tersenyum tipis,


mereka melangkah memasuki lift, lift tersebut membawa mereka sampai ke lantai 12 dimana tempat tinggal Dae Gu berada disana. Mereka berjalan memasuki apartemen.


Setelah sampai, mereka menuju dapur, mengeluarkan seluruh belanjaan yang telah mereka beli, dan menata nya kedalam lemari es.


"Selesai" Aurel berseru saat semua pekerjaan nya beres, Aurel kembali kekamar untuk mengganti baju dengan baju rumahan yang lebih nyaman untuk ia kenakan.


Aurel melangkahkan kakinya keluar kamar menuju ruang tengah dengan membawa sebungkus keripik kentang yang ia beli dari Supermarket, ia menghidupkan televisi dan duduk di sofa.


Tidak berselang lama Aurel merasakan matanya memberat, ia membaringkan tubuhnya diatas sofa , ia masih menonton dengan mata yang sudah sayu. Tak lama kemudian ia pun terlelap.


Dae Gu masih dikamar, ia tengah sibuk menelpon dengan seseorang membahas masalah pekerjaan. Setelah selesai ia keluar kamar, dan mendapati Aurel tengah tertidur pulas di atas sofa dengan kondisi satu bungkus keripik kentang yang masih berada digenggamannya dan televisi yang masih menyala.


"Ya ampun, sepertinya dia benar-benar lelah" gumam Dae Gu tersenyum,


Dae Gu beranjak mematikan tv, ia mengambil keripik kentang yang berada ditangan Aurel dengan hati-hati dan meletakannya di atas meja yang berada di sampingnya.


Dae Gu memeperhatikan wajah Aurel dengan lekat, ia menyibakkan beberapa sulur anak rambut yang menutupi wajah cantik gadis tersebut.


"Mengapa aku merasa sangat nyaman berada didekatmu, aku selalu bisa tersenyum ketika berada disampingmu dan aku selalu merasa harus melindungimu" batin Dae Gu


Dae Gu mengambil satu lembar selimut dari kamarnya, dan membalutkan diatas tubuh Aurel. Ia kembali memperhatikan Aurel dengan lekat.


"Kenapa kau begitu cantik saat tertidur" gumam Dae Gu, Dae Gu menatap bibir ranum Aurel, sekilas ia ingin sekali untuk mengecup bibir tersebut. Tapi ia urungkan sesaat dirinya tersadarkan.


"Apa yang aku fikirkan", Dae Gu bangkit dan berlalu kedalam kamar.


Jam menunjukan pukul 01.00 waktu Korea , Dae Gu belum juga tertidur, ia masih duduk di balkon kamar dengan menyesap secangkir kopi ditangannya.


Aurel mengerjap , saat ia tersadar ia melihat posisi tidurnya di atas sofa yang sangat tidak beraturan, membuat leher dan sekujur badan Aurel terasa sakit.


"Kenapa aku malah tidur disini?"


Aurel berjalan kekamar, dia masuk kekamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka, setelah itu ia kembali kedapur untuk mengambil segelas air putih,


"Kau sudah bangun? "Pertanyaan yang Dae Gu lontarkan saat tidak sengaja berpapasan dengan Aurel


"Oppa belum tidur?"


"Aku tidak bisa tidur"


"Kenapa?"


"Entahlah" , hmmm Aurel maukah kau menemaniku duduk ditaman apartemen? " tanya Dae Gu sedikit ragu


"Baiklah aku akan menemani Oppa", balas Aurel. Taman yang dimaksud Dae Gu adalah sebuah balkon berukuran besar yang disulap oleh Dae Gu menjadi taman di apartemennya.

__ADS_1


Mereka berdua duduk berdampingan dikursi taman tersebut, mereka bisa melihat keindahan malam kota Seoul dari tempat itu.


Dae Gu membawa satu kaleng bir dan satu kaleng soda, satu untuk nya dan soda untuk Aurel


"Aurel, apa kamu masih kuliah?" ujar Dae Gu membuka percakapan


"Iya ,aku mahasiswi tingkat akhir disalah satu unversitas di Indonesia"


"Kau mengambil jurusan apa ? "


"Aku mengambil jurusan Manajemen dan bisnis Oppa"


"Wah bagus sekali, ungkap Dae Gu


"Iya, suatu saat aku ingin menjadi pengusaha yang sukses ", balas Aurel


"Iya lanjutkan mimpimu dan jangan menyerah"


"Tapi terkadang aku kesal pada dosenku Oppa" jelas Aurel mengerucutkan bibirnya


"Kenapa?"


"Aku kebetulan dapat dosen pembimbing yang killer" jadi setiap aku bimbingan pasti dia selalu mencoret skripsiku dan mengomeliku" jelas Aurel


Dae Gu tergelak mendengar ucapan Aurel


"Oppa jahat, mengapa menertawaiku?" Aurel memukul pelan lengan Dae Gu


"Itu tandanya skripsi mu belum sempurna, jadi kau harus mengerjakannya dengan lebih baik" ujar Dae Gu menasehati


"Bagaimana aku bisa mengerjakan dengan baik kalau fikiranku setiap hari hanya memikirkanmu", ujar Aurel tanpa sadar dan ia langsung membekap mulutnya saat menyadari ucapannya


"Memikirkanku?"


"Ti-tidak aku salah bicara" Aurel berkilah


"Sepertinya kau berbohong" ujar Dae Gu menatap Aurel meminta penjelasan


Aurel menghela nafas berat, ia memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya pada Dae Gu.


"Oppa , aku mau mengatakan sesuatu, tapi kau harus berjanji jangan salah paham"


"Ia aku berjanji"


"Sebenarnya tujuanku datang ke Korea adalah...... " Ucapan Aurel menggantung


"Apa?" tanya Dae Gu lembut


"Se-sebenarnya aku ingin bertemu denganmu"


Uhuk uhuk uhuk

__ADS_1


Dae Gu tersedak mendengar pernyataan Aurel, Aurel membantu mengusap pelan punggung Dae Gu


"Oppa jangan salah paham, aku kesini benar-benar ingin bertemu denganmu. Aku ingin hadir ke lokasi syuting atau konsermu, tapi karena kejadian malam itu aku tidak menyangka jadi nya seperti ini" jelas Aurel bersungguh-sungguh.


"Jadi waktu itu kau sengaja menabrakan diri ke mobilku?" Tanya Dae Gu serius


"Aku bersumpah aku tidak pernah sengaja, bahkan aku tidak tau kalau itu adalah mobilmu" jelas Aurel sedikit takut


Dae Gu tersenyum, "aku hanya bercanda " ujar Dae Gu


Aurel bernafas Lega.


"Jadi kenapa dari awal kau tidak mengatakan kalau kau adalah penggemar ku?" Ujar Dae Gu


"Aaku tidak berani, aku takut kau akan salah paham",


" itu tidak akan terjadi, aku bukan orang yang berfikiran sempit" balas Dae Gu


"Jadi bagaimana rasanya setelah bertemu denganku? Tanya Dae Gu seraya tangannya bertumpu di sandaran kursi menopang kepalanya sambil tersenyum manis ke arah Aurel.


"Kau menyebalkan" teriak Aurel seraya memunggungi Dae Gu


Dae Gu tersenyum senang karena telah berhasil menggoda Aurel


"Apa kau tidak mau foto bersama? Atau meminta tanda tanganku?" Goda Dae Gu lagi


"Tidak usah" balas Aurel ketus


Lagi lagi Dae Gu tergelak dengan kencang


Malam semakin larut, angin malam terasa semakin dingin hingga menembus kulit Aurel, kebetulan Aurel saat itu hanya memakai celana dan baju lengan pendek. Ia merasa kedinginan, Dae Gu yang melihatnya berlalu kedalam dan kembali dengan membawa satu selimut besar. Ia kembali duduk disamping Aurel dan memakai kan selimut tersebut pada Aurel.


"Oppa apa kau tidak kedinginan?"


"Tidak aku baik-baik saja" Ujar Dae Gu dengan mulut yang sudah sedikit membeku.


"Kau berbohong" kemarilah kita bisa berbagi selimut" ujar Aurel


Dae Gu mendekatkan tubuhnya pada Aurel, mereka berdua akhirnya duduk berdua dengan berbagi selimut di kursi taman tersebut. Tubuh keduanya sangat berdekatan tidak ada cela diantara mereka, jantung Aurel berdegup dengan kencang, begitu pula Dae Gu.


"Mengapa jantungku berdegup kencang begini? apa karena aku kedinginan? " batin Dae Gu


"Lama-lama seperti ini aku bisa serangan jantung beneran" batin Aurel


Aurel yang tidak tahan lagi dengan situasi ini berencana untuk masuk kedalam meninggalkan Dae Gu, tapi sayang saat ia berdiri kakinya tersandung oleh selimut dan hendak terjatuh, tapi dengan sigap Dae Gu langsung menangkapnya, akhirnya ia jatuh dan menimpa Dae Gu, tanpa disadari kini bibir kedua nya saling bersentuhan.


Mata Aurel membulat dengan sempurna, ia tidak menyangka akan kejadian ini. Aurel hendak segera berdiri Sementara Dae Gu entah ada setan apa yang membisikinya ia langsung menarik tengkuk Aurel dan mencium lama bibir ranum tersebut.


Setelah beberapa saat, Aurel sadar lalu berdiri meninggalkan Dae Gu yang masih menatapnya.


Ia berlari kekamar dengan perasaan yang bercampur aduk. Detak jantungnya semakin melaju cepat, Aurel duduk di depan meja rias. Ia memandangi bibirnya dan mengingat kejadian yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Dia mencuri ciuman pertamaku" gumam Aurel tersenyum tipis seraya memandangi dirinya didepan cermin


__ADS_2