
Apa yang telah aku lakukan" ujar Dae Gu menyesali perbuatannya.
* * *
Keesokan hari nya Aurel bangun lebih awal, dia menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Dae Gu. Saat Aurel sibuk menata makanan diatas meja , Dae Gu yang terlihat sudah rapi menghampirinya dimeja makan.
"Kau memasak apa?"
"Aku hanya membuat nasi goreng dengan telur dadar gulung", ujar Aurel sedikit gugup
Dae Gu mendudukan tubuhnya, ia bertingkah seolah-olah tidak ada yang terjadi pada mereka padahal sebenarnya ia merasa sangat canggung berada didekat Aurel.
Aurel sedikit bernafas lega , karena sedari tadi ia takut jika Dae Gu akan membahas perihal yang terjadi diantara mereka. Tapi kenyataannya Dae Gu tidak membahasnya untuk sementara waktu, hingga disela-sela makan,
"Aurel" Dae Gu membuka percakapan.
"Iya" balas Aurel
"Maaf", satu kata keluar dari mulut Dae Gu
"Untuk apa?"
"Mengenai kejadian semalam aku minta maaf", jelas Dae Gu
Deg
Jantung Aurel berdetak mendengar ucapan Dae Gu, hatinya meringis sakit
"Tidak apa-apa lupakan saja", balas Aurel.
"Waktu itu aku sedang tidak berfikir jernih, jadi maafkan aku" Ujar Dae Gu lagi
"Berhentilah meminta maaf, kau membuat ciuman pertama ku menjadi buruk Oppa" balas Aurel yang menahan sesak
Dae Gu terkesiap mendengar pernyataan Aurel. Ia hanya terdiam.
"Aku sudah selesai makan, aku permisi kekamar dulu" Ujar Aurel seraya meninggalkan Dae Gu yang masih menatap ke arahnya
"Apa yang sudah aku lakukan, itu ciuman pertamanya ? "gumam Dae Gu,
"Tapi setelah aku mengambilnya aku malah mengatakan hal seperti itu, dia pasti salah paham dengan perkataan ku" Ujar Dae Gu
Dae Gu ingin menghampiri Aurel dan mengajaknya pergi bekerja tapi ia urungkan saat dirinya menyadari kalau ia sudah menyakiti hati gadis itu, ia juga sudah terlambat untuk pergi bekerja. Dae Gu memutuskan untuk membicarakannya setelah ia pulang bekerja.
Aurel mengurung diri dikamar , sejak percakapan nya dengan Dae Gu dimeja makan tadi pagi Aurel tidak keluar dari kamarnya.
Ia hanya menangisi dirinya, hingga membuat matanya sembab.
Pukul 19.00 Dae Gu kembali kerumah ,tapi dia tidak menemukan Aurel diruang tv, Dae Gu membersihkan diri sejenak setelah itu ia memberanikan diri kekamar Aurel .
Tok tok tok
Berulang kali Dae Gu mengetuk pintu Aurel tapi ia tidak mendapat balasan, ia mencoba membuka knop pintu, dan ternyata pintunya tidak dikunci. Saat bersamaan Aurel terlihat baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk saja.
"Aaaakkkkkkkhhhhh" teriak Aurel
"Maafkan aku" ujar Dae Gu dengan cepat menutup pintu kamar Aurel
Beberapa menit kemudian Aurel keluar dengan wajah yang tertunduk.
__ADS_1
"Oppa tadi ada perlu apa kekamarku?"
"Aurel aku ingin menjelaskan sesuatu"
"Bicaralah " ujar Aurel seraya masih menundukan pandangan nya
Dae Gu mengangkat Dagu Aurel, membuat kedua mata mereka beradu pandang, terlihat mata Aurel sedikit sembab , Dae Gu yakin bahwa gadis didepannya ini menangis.
"Aurel, aku hanya ingin mengatakan jika kau hanya salah paham"
"Sudah la oppa, aku tidak ingin membahas ini lagi"
"Dengarkan aku, aku meminta maaf bukan karena aku menyesal telah mencium mu "
Tapi aku meminta maaf karena sudah terlalu lancang mencium tanpa meminta izin dari mu" Jelas Dae Gu
Aurel mengangkat wajahnya,
"Benarkah?"
Dae Gu mengangguk seraya tersenyum.
Aurel juga tersenyum, hati nya merasa sedikit lebih baik.
"Kalau begitu apa sekarang kau mengizinkan ku?" tanya Dae Gu dengan senyum menggoda
Aurel hanya diam mencerna apa yang diucapkan Dae Gu, tanpa menunggu aba-aba Dae Gu kembali mencium Aurel, ia menyesapi setiap inci bibir gadis tersebut hingga tak memberi celah Aurel untuk bernafas, Dae Gu mulai menjadi candu dengan bibir gadis yang terasa manis olehnya itu. Nafas Aurel tersengal, ia menghirup oksigen dalam-dalam saat Dae Gu melepaskannya.
"Oppa kenapa kau malah mencium ku lagi?" tanya Aurel kesal
Dae Gu tersenyum dan memeluk tubuh mungil gadis tersebut.
"Tapi kita belum mengenal terlalu lama", ujar Aurel
"Aku tau, tapi aku juga tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini. Aku hanya mengikuti naluri ku" jelas Dae Gu
Aurel hanya terdiam didalam pelukan Dae Gu, ia merasa nyaman berada dipelukan lelaki yang selama ini ia cintai.
* * *
drttttt drtttttt drttttttt
Satu panggilan masuk oleh nomor tak dikenal pada ponsel Aurel ,
"Halo ",
"Halo cantik", ujar diseberang
"Ini siapa?" tanya Aurel
"Kenapa kau selalu melupakan ku? " tanya orang tersebut
"Dae Hyun ssi ?" tanya Aurel ragu
"yes baby" ujar lelaki itu yang tak lain adalah Dae Hyun.
"Oh maafkan aku, aku tidak tau kalau ini nomormu"
"Sekarang kau sudah tau, jadi simpan lah nomorku, Ujar Dae Hyun
__ADS_1
"Baiklah ", ujar Aurel
Aurel sangat asik berbincang dengan Dae Hyun tanpa ia sadari sepasang mata tengah menatapnya dengan tatapan mematikan. Saat mata Aurel tidak sengaja menatap nya, Aurel sedikit takut dan segera mengakhiri panggilan telepon nya bersama Dae Hyun.
"Siapa? sepertinya seru sekali" Sindir Dae Gu
"Itu Song Dae Hyun, dia menyuruhku menyimpan nomor ponselnya" jawab Aurel polos
"Ceh, Dae Gu mendesis.
"Ya sudah simpan saja nomornya, sekalian saja tinggal bersamanya" ujar Dae Gu ketus
"Benarkah? apakah boleh?" tanya Aurel polos
"Silahkan , tapi jangan salahkan aku jika aku akan mendobrak rumah nya" ujar Dae Gu datar membuat Aurel terkekeh
"Lagi pula aku tidak mau, aku lebih nyaman disini" ujar Aurel
"Benarkah?"
Aurel mengangguk menanggapi pertanyaan Dae Gu. Dae Gu tersenyum senang.
"Ingat!!! jangan berani lagi tertawa seperti itu kepada lelaki lain" ancam Dae Gu
"memangnya kenapa?"
"Aku tidak suka"
"kenapa?"
"Tidak suka ya tidak suka, jangan membantah" Ujar Dae Gu tegas
"Baik bos" ujar Aurel seraya meletakan tangannya di pelipis layak nya orang hormat.
"Anak pintar ", ujar Dae Gu mengusap puncak kepala Aurel.
* * *
Ting tong ting tong
Terdengar suara bel apartemen Dae Gu, Aurel berlari membukanya, setelah melihat siapa yang datang ia menutup kembali pintu tersebut.
"Hei gadis kecil, kenapa kau menutup pintu nya lagi" teriak Sun Jun
Aurel berlari kedalam, Dae Gu hanya menggeleng melihat tingkah Aurel, dia langsung berjalan untuk membukakan pintu .
Dae Gu kemana anak kecil itu? tanya Sun Jun sesaat ia mendaratkan tubuhnya di sofa.
"Aku disini" balas Aurel seraya berjalan mendekati Sun Jun dan Dae Gu,
"Kau berani beraninya mengunci ku dari luar, ujar Sun Jun memarahi Aurel.
"Memang nya kenapa? balas Aurel ketus seraya menjulurkan lidah nya pada Sun Jun.
"Wah Dae Gu lihat lah bocah kecil itu, sudah berani melawanku " ujar Sun Jun
"kenapa Hyung? " bagiku dia manis sekali
"Apa? manis? apa matamu buta? " dia itu sungguh menyebalkan . Ujar kesal Sun Jun
__ADS_1
"Kau itu lebih menyebalkan" balas Aurel tak mau kalah , ia pun berlalu meninggalkan Dae Gu dan Sun Jun yang masih menahan kesal padanya.