
"Wah, aku kehabisan kata-kata menghadapi bocah kecil itu" ujar Sun Jun tak percaya
"Makanya Hyung, kau jangan mengganggu nya terus " ujar Dae Gu tersenyum
"Aku tidak mengganggunya tapi dia yang terus saja mencari masalah dengan ku"
"Hyung kau itu sudah tua, apa tidak malu selalu bertengkar dengan nya"
"Apa !!!!! aku ini masih muda, enak saja kau mengatakan aku tua" ujar Sun Jun tak terima.
Dae Gu hanya menggeleng tak percaya melihat tingkah manager nya tersebut.
* * *
Pukul 16.22 waktu Korea
Dae Gu masih asik berbincang membicarakan pekerjaan dengan Sun Jun, sementara Aurel ia berada didalam kamar. Sedari tadi Aurel hanya berbaring kesana kemari, karena ia merasa sangat bosan tidak melakukan kegiatan apapun.
Hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar berolahraga ditaman kompleks.
Aurel mengenakan baju olahraga berwarna navy dipadukan dengan sepatu sport berwarna putih, ia tidak memakai riasan sama sekali, Aurel juga mengikat rambutnya.
Ia keluar dari kamar, dan berpamitan pada Dae Gu.
"Aurel mau kemana?"
"Aku mau olahraga sebentar oppa"
"Baiklah hati-hati ya" ujar Dae Gu
"Tumben sekali kau berolahraga?" timpal Sun Jun
Aurel hanya melayangkan tatapan tajam pada Sun Jun.
Aurel berlalu pergi, ia hanya berpamitan pada Dae Gu dan tidak mengubris setiap ucapan Sun Jun
Sesampainya ditaman, Aurel mulai berlari kecil mengelilingi taman tersebut, disana terlihat ramai sekali, ada yang berolahraga seraya membawa anjing peliharaan mereka. Ada juga pasangan suami istri lansia, remaja hingga orang dewasa yang berolahraga, serta banyak anak-anak yang bermain disana.
Tiba-tiba datanglah seorang pria menghampiri Aurel, dengan wajah yang ditutupi oleh masker dan Topi menutupi kepalanya.
"Apa perlu aku temani?" Tanya orang tersebut
"Oppa ?" Aurel kaget sekaligus bahagia, ia tidak menyangka bahwa Dae Gu akan menyusulnya.
"Iya ini aku"
"Bukankah kau sedang ada urusan bersama Sun Jun?"
"Tidak, dia sudah aku suruh pulang"
"Kenapa?
"Karena aku ingin menemanimu" ujar Dae Gu tersenyum
Membuat kedua pipi Aurel merona.
"Pipimu merah seperti kepiting rebus" goda Dae Gu
"Oppa kau jahat" Aurel memukul pelan dada Dae Gu dan berlari meninggalkan nya.
"Hei tunggu aku" teriak Dae Gu seraya berlari mengejar Aurel dan dengan senyum yang tidak pudar dari wajah tampan nya yang ditutupi masker.
"Oppa apa kau mau naik sepeda? " Tanya Aurel saat Dae Gu sudah menyusulnya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar", ujar Dae Gu
Ia berlalu meninggalkan Aurel, Aurel sedikit kesal karena Dae Gu tidak menghiraukan nya dan malah pergi meninggalkannya. Ia terus berjalan tidak mengindahkan perkataan Dae Gu yang menyuruh untuk menunggunya.
"Hai, gadis kecil" Maukah bersepeda denganku? " Tanya seseorang tiba-tiba
"Oppa!!!!" Aurel langsung melompat kegirangan. Ia langsung menaiki sepeda bersama Dae Gu.
"Bukankah tadi aku suruh menunggu, tapi kenapa malah kau tidak mendengarkanku? "Tanya Dae Gu saat mereka mengayuh sepeda
"Aku kira Oppa mengabaikan ku" Aurel mencebik
"Jangan begitu, apa kau mau aku mencium mu disini?" ujar Dae Gu saat melihat wajah Aurel kebelakang.
Satu cubitan Aurel daratkan di pinggang Dae Gu
"Au sakit", Dae Gu menghentikan sepedanya dan mengelus pinggangnya yang terasa panas akibat cubitan Aurel.
"Rasakan itu!" balas Aurel puas
"Kenapa kau mencubitku?" Tanya Dae Gu
"Salah sendiri kenapa berotak mesum" ujar Aurel kesal
Dae Gu hanya terkekeh melihat tingkah Aurel
Hari sudah hampir malam Aurel dan Dae Gu kembali ke apartemen, mereka berdua kembali kekamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Setelah selesai Aurel keluar kamar dengan mengenakan celana denim diatas lutut berwarna hitam dan baju kaus putih oversize ,
Dae Gu juga keluar dengan mengenakan boxer dan baju kaus berwarna putih
Aurel mendudukan tubuhnya di sofa, disusul oleh Dae Gu.
"Aurel apa kau tidak lapar?"
"Bagaimana kalau kita memesan makanan saja" usul Dae Gu
Aurel menyetujui nya.
"Kau mau makan apa?" Tanya Dae Gu
"Jjajangmyeon( mi kedelai hitam )" jawab Aurel bersemangat.
"Oke aku juga mau Jjajangmyeon",
"Oppa jangan lupa sekalian Ccukkumi( gurita kecil dengan saos pedas)", tambah Aurel
"Oke" Dae Gu menyatukan jari telunjuk dan jempolnya membentuk lingkaran.
* * *
Tiga puluh menit kemudian pesanan mereka datang.
"Wanginya" ujar Aurel saat membuka plastik yang membungkus jjajangmyeon miliknya.
"Apa kita makan didepan tv saja Oppa ?" Tanya Aurel
"Makan itu harus dimeja makan. Bukan didepan tv" balas Dae Gu lembut
"Tapi aku mau makan disana Oppa, sebentar lagi drama favoriteku tayang" ujar Aurel memelas membuat Dae Gu tidak bisa menolaknya.
"Baiklah ayo" ujar Dae Gu menyerah
__ADS_1
Mereka berdua makan dengan lahap didepan televisi seraya menonton drama favorite Aurel yaitu its okay yang diperankan oleh Lee soohyun.
"Ya ampun , ganteng banget tu abang soohyun racau Aurel saat melihat ketampanan Lee soohyun" , Astaga kulitnya bening amat" sambung Aurel
Ceh Dae Gu mendesis tak percaya,
"Jadi menurutmu lebih tampan dia apa aku?" Tanya Dae Gu tiba-tiba
Aurel melongo tak percaya mendengar pertanyaan Dae Gu.
"Hmmmm, ya jelas lebih tampan Oppa" . Jawab Aurel agar masalah tidak semakin runyam.
"Benarkah?"
"Iya benar " ujar Aurel seraya kembali menonton tv, Sialnya saat Aurel menonton ada adegan yang tidak diinginkan tayang, sehingga membuat Aurel dan Dae Gu salah tingkah.
"Sialan, kenapa mereka harus berciuman? Membuatku canggung saja" batin Aurel
"Aish Kenapa jadi adegan begini yang muncul" batin Dae Gu
Aurel salah tingkah ia ingin mengambil remote untuk menukar siarannya, tapi tangan nya malah tidak sengaja bersentuhan dengan tangan Dae Gu. Membuat jantung kedua nya semakin berdetak tidak karuan.
Dae Gu melihat bibir Aurel yang merah seperti cherry dan ada sedikit saos kedelai hitam yang menempel disana. ia sangat mendambakan bibir tersebut.
"Oppa, apa kau punya tisu?" Tanya Aurel mencairkan suasana.
"Untuk apa?" Tanya Dae Gu
"Aku ingin membersihkan bibirku ini belepotan sekali" ujar Aurel
"Tidak usah pakai tisu, aku punya cara sendiri untuk membersihkan nya", ujar Dae Gu dengan bibir yang sedikit melengkung
"Ha?" Tanya Aurel mengernyit
Lalu ia dikejutkan oleh Dae Gu yang menariknya tengkuk nya tiba-tiba dan mengecup bibirnya, awalnya hanya sebuah kecupan, lalu berakhir dengan lu*******tan, Dae Gu ********at dengan dalam bibir Aurel, ia mengabsen setiap rongga mulut Aurel, dan mereka saling bertukar saliva. Setelah beberapa saat ,Dae Gu akhirnya menutup ciuman tersebut dengan kecupan singkat di kening Aurel.
Napas Aurel memburu , ia mencoba meraup oksigen sebanyak mungkin. Karena Dae Gu tidak memberikannya kesempatan untuk bernafas
"Oppa, kenapa kau hobi sekali menciumku?" protes Aurel
"Aku juga tidak tau mengapa aku begini, tapi aku mohon bersabarlah sebentar, aku benar-benar ingin meyakinkan perasaanku padamu, agar nanti aku tidak melukaimu" Ujar Dae Gu menatap dalam pada Aurel.
Aurel menatap lekat wajah Dae Gu, ia melihat bahwa lelaki yang berada dihadapan nya saat ini benar-benar tulus mengatakan itu, dan Aurel mengangguk menanggapi perkataan Dae Gu seraya tersenyum tipis.
Setelah itu mereka membereskan tempat makannya dengan perasaan yang sangat canggung dan bergegas kembali kekamar masing-masing.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Enak banget jadi Dae Gu , udah cium anak orang, disuruh sabar pula. ya begitu la readers.
Maafkan dengan segala kekurangan Novel ini, karena aku baru pemula , ini juga merupakan karya pertamaku. Jadi mohon dimaklumi ya