Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Perasaan sesak


__ADS_3

Tasya berlari setelah pintu lift terbuka. Dia langsung menghampiri Jordan yang sudah menunggunya.


"Hai, Jordan! kita langsung berangkat sekarang?" tanya Tasya dengan wajah berbinar.


Jordan tidak menjawab sama sekali. Mata pria itu bahkan tidak melihat ke arah Tasya yang sudah tampil tidak seperti biasanya. Jordan malah mengedarkan tatapannya, menatap arah pintu masuk, untuk mencari keberadaan wanita yang dia cintai, siapa lagi kalau bukan Naura.


"Jordan, apa yang kamu cari? apa kamu tidak mendengarku?" Tasya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah pria itu.


"Eh, apa tadi, Tas? maaf, tadi aku tidak mendengar ucapanmu!" ujar Jordan dengan raut wajah tidak enak.


"Kamu mencari siapa? apa kamu sedang Janjian sama seseorang selain aku?" tanya Tasya dengan kening yang terangkat ke atas, curiga.


Jordan seketika langsung gugup, " Oh, tentu saja tidak. Aku hanya mencari Naura dan Chika. Kenapa mereka tidak ikut turun bersamamu?"


"Oh mereka berdua sudah pergi dijemput sama pacar masing-masing."


"Apa? kemana mereka?!" respon Jordan dengan nada suara yang sedikit meninggi.


Mata Tasya sontak, memicing semakin curiga dengan reaksi Jordan yang menurutnya berlebihan.


"Kamu kenapa,Jo? kenapa wajahmu terlihat sangat panik, mendengar Naura dan Chika dijemput sama pacar mereka? apa ada yang salah dengan itu?"

__ADS_1


"Bukan seperti itu. Aku hanya khawatir pada mereka berdua. Kamu tahu sendiri kan, kalau Eropa itu, menganut paham liberalisasi. Aku tidak mau mereka terjerumus dengan yang namanya se*x bebas." Jordan mencoba mencari alasan.


"Apa kamu sekarang sedang meragukan Naura dan Chika?"


"Bukan seperti itu, Tasya. Semua orangbisa khilaf kan? tak terkecuali Naura dan Chika. Aku __"


"Tuh kamu tahu, kalau semua orang bisa khilaf," potong Tasya dengan cepat.


"Kekhilafan itu bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan di Indonesia sendiri yang namanya se*x bebas juga sudah merajalela kan? Jadi, jangan salahkan paham negaranya, tapi oknumnya. Kamu sebagai sahabat, harus berpikiran positif kalau Naura dan Chika tidak akan melakukan sesuatu yang melanggar norma-norma budaya timur kita. Lagian, apa kamu tidak tahu kalau Kendrick itu keturunan Indonesia juga?" imbuh Tasya.


Jordan terkesiap kaget, karena sejujurnya dia sama sekali sekali tidak tahu-menahu tentang Kendrick.


"Maksudmu?"


Penjelasan Tasya bukannya membuat Jordan tenang. Justru pria itu terlihat semakin kesal, karena dia merasa kalau jalan untuk mendapatkan Naura semakin susah.


"Apa kita tidak jadi pergi kemana-mana? kalau tidak, aku akan kembali ke dalam." ucap Tasya menyadarkan Jordan dari kegundahannya.


"Oh, jadi dong. Ayo kita berangkat! itu ada taxi," Jordan langsung mencegat taksi dan memberikan kesempatan untuk Tasya masuk lebih dulu, kemudian dia menyusulnya.


Tanpa mereka sadari sepasang mata, dari dalam mobil, dari tadi mengawasi mereka berdua. Bahkan sekarang pemilik mobil itu, mengikuti taksi yang membawa Jordan dan Tasya.

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tasya dan Jordan kini sudah berada di dalam kapsul, yang sering disebut London eye. Tempat yang mirip seperti bianglala dan sering digunakan orang untuk melihat keindahan kota London.



Keheningan tercipta di antara mereka berdua sudah cukup lama, membuat Tasya merasa sangat bosan.


"Jordan, apa kamu pernah mencintai seorang wanita?" Tasya membuka pembicaraan, untuk menghentikan keheningan yang tercipta.


Jordan tidak langsung menjawab. Dia menarik napas terlebih dulu sebelum mengutarakan jawabannya.


"Munafik, kalau aku mengatakan tidak pernah. Aku mencintai seseorang dan bahkan sampai sekarang kadar cintaku tidak pernah berkurang padanya. Bahkan semakin hari semakin bertambah." sahut Jordan dengan nada lirih.


"Apakah wanita itu Naura?" tebak Tasya to the point. Jantung wanita itu, berdebar menunggu jawaban dari Jordan. Ia benar-benar was-was, Bahkan merasa sesak untuk bernapas.


"Kamu tidak menjawab, berarti jawabannya, 'iya'. Apa aku benar?"


Jordan menganggukkan kepalanya, membenarkan. Sedangkan Tasya langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain, berusaha untuk menahan sakit di dadanya.


Setelah dia berhasil menguasai keadaan, Tasya kembali menatap ke arah Jordan seraya menghela napasnya.

__ADS_1


"Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang? kamu tidak berniat untuk memisahkan Naura dan Kendrick kan?"


Tbc


__ADS_2