
"Kalian berdua jangan bercanda. Hal seperti ini bukan jadi bahan candaan!" seru Chika yang dibenarkan oleh Tasya, Edward dan David.
"Siapa yang bercanda? kami juga tahu hal seperti ini tidak untuk dicandain. Kami berdua memang sudah menikah hanya saja acara pesta resepsinya ditunda," sahut Naura sembari mendaratkan tubuhnya duduk di ranjang.
"Jadi kalian berdua tidak berbohong?" ulang Chika memastikan. Kendrick dan Naura menganggukkan kepala, mengiyakan.
"Bagaimana kalian berdua bisa menikah secepat ini?"
Naura dan Kendrick saling silang pandang, seperti sedang bertanya siapa di antara mereka yang akan menjawab pertanyaan Tasya.
Naura pun memberikan isyarat agar Kendrick yang menjelaskan. Kemudian pria itupun mulai menjelaskan kenapa mereka berdua menikah, yang karena permintaan Surya kakeknya. Kendrick juga tidak lupa menceritakan kalau masalah Kakek dan mamanya sudah selesai dan sekarang keadaan sudah baik-baik saja.
"Wah, kalian berdua benar-benar curang. Udah menikah duluan, pakai nggak kasih kabar ke kita lagi. Kalian anggap kami ini orang lain ya?" protes David yang mendapat kekehan ringan dari Naura dan Kendrick.
"Ken, apa kamu dan Naura sudah ituan? bagaimana rasanya?" bisik Edward, dengan raut wajah penasaran.
Pertanyaan Edward, sontak dijawab dengan raut wajah kesal dari Kendrick. Pria itu seketika kembali kesal mengingat kalau dirinya dilarang melakukan hubungan suami istri oleh papa mertuanya.
"Kenapa dengan wajahmu? apa pertanyaanku salah?" alis Edward bertaut tajam.
"Jangan pernah bertanya tentang itu lagi! aku tidak suka!" ucap Kendrick, dengan nada dingin membuat Edward bingung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kalian berdua kenapa masih ada di sini? ini udah sangat malam, dan aku mau tidur?" tegur Kendrick pada Chika dan Tasya yang sedari tadi tidak berniat untuk beranjak dari kamarnya dan Naura.
"Apaan sih Ken? kami sangat merindukan Naura. Malam ini kami berencana mau tidur di sini, iya kan Tas?" ucap Chika seperti tidak ada beban.
"Apa? tidak, tidak boleh! kalian berdua tetap harus kembali ke kamar kalian berdua. Enak saja mau tidur di sini, sana pergi!" Kendrick menatap tajam ke arah Chika dan Tasya.
"Kami tetap tidak mau. Aku dan Tasya akan tetap tidur di sini
__ADS_1
Kalau kamu mau kami kembali ke kamar kami, itu berarti Naura harus ikut," Chika membalas tatapan Kendrick dengan tatapan yang menantang.
"Tidak boleh! kalian pergi dari sini, tanpa Naura. Ingat kalian tidak punya hak untuk membawa Naura tanpa seizinku, karena aku suaminya!"
Tasya dan Chika saling silang pandang, saling bertanya dengan mata masing-masing, karena mereka tidak bisa lagi membantah ucapan Kendrick.
"Hei, kenapa kalian berdua masih diam di situ? kembali ke kamar kalian. Aku benar-benar sudah mengantuk," Kendrick kembali bersuara, menghentikan interaksi kedua sahabat istrinya itu.
"Maaf, kami akan tetap di sini. Kamu jangan egois dong. Kami hanya ingin bercerita sepanjang malam dengan Naura. Kamu lebih baik, pergi ke kamar Edward dan David!" Chika kembali memberanikan diri membantah Kendrick.
Rahang Kendrick terlihat mulai mengeras. Pertanda kalau pria juga sudah mulai meradang.
"Honey, malam ini kamu mengalah ya! aku juga mau bercerita sepanjang malam dengan mereka berdua," kali ini Naura yang buka suara, membuat mata Kendrick membesar.
"Ti__"
"Please!" Naura menangkup kedua tangannya sembari memainkan matanya, mirip puppy eyes.
Melihat ekspresi menggemaskan dari Naura, membuat Kendrick tidak bisa berbuat apa-apa. Pria itu kemudian mengembuskan napas kesal dan berlalu keluar dari kamar itu.
"Kali ini aja ya! aku tahu kalian berdua bertahan di sini karena permintaan Papaku kan?" tukas Naura dengan alis yang bertaut.
"Lho kok kamu tahu?" celetuk Tasya.
"Iyalah tidak mungkin aku tidak tahu. Tapi hanya malam ini kalian bisa tidur bersamaku. Untuk malam-malam berikutnya aku tidak bisa. Karena aku tidak tahu akan memberikan alasan apa nanti untuk Kendrick,"
"Ya udah deh, nggak pa-pa! yang penting malam ini kami bisa menjaga amanah dari om Bayu. Untuk malam-malam berikutnya, nanti kami pikirkan caranya lagi," ucap Chika, sembari tersenyum.
"Tapi, kalau dipikir-pikir kita ini jahat ya. Kasihan Kendrick!" celetuk Tasya, dengan wajah sendu, membuat Chika dan Naura seketika memikirkan hal yang sama, terlebih Naura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Kenapa kamu ke sini? kamu diusir ya sama Naura?" ledek Edward.
"Diusir bagaimana? ini ulah kekasih kalian berdua. Naura dikuasai sama mereka berdua. Bayangan aku diusir dari kamar itu! sialan memang!" umpat Kendrick sembari menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
"Jadi, Ken bisakah kamu menceritakan bagaimana rasanya menikah dan melakukan hal itu? kamu pasti seminggu ini tidak pernah bosan melakukannya kan?" tanya David dengan wajah antusias, yang langsung mendapat sikutan dari Edward.
"Apaan sih, Ed? kamu juga penasaran pasti kan?" protes David yang tidak tahu makna sikutan sahabatnya itu.
"Edward! apa kamu tidak ingatkan dia untuk tidak bertanya hal itu padaku!" pekik Kendrick dengan tatapan yang menghujam jantung.
"Maaf, Ken, aku lupa!" Edward cengengesan sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Emangnya ada apa sih? kenapa aku tidak boleh bertanya seperti itu?" wajah David benar-benar kebingungan.
"Diam!" bentak Kendrick dan Edward bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa menurut Papa, kalau tindakan Papa itu tidak keterlaluan sampai meminta Tasya dan Chika buat menghalangi Kendrick dan Naura tidur bersama? ingat Pa, mereka berdua sudah suami istri. Pendidikan Naura butuh dua tahun lagi, apa menurutmu Kendrick bisa bertahan selama dua tahun. Papa benar-benar ... ahh pusing aku ngomong sama Papa!" Nani bergerak memunggungi Bayu suaminya.
Bayu bergeming, mendengar kemarahan istrinya. Jauh di lubuk hatinya, dia paham dengan maksud sang istri tapi pria itu benar-benar takut kalau putrinya itu nanti hamil, yang bisa menggangu pendidikan sang putri.
"Sayang, aku melakukannya demi kebaikan putri kita. Kamu tolong mengerti apa yang aku lakukan!"ucapnya kemudian.
Nani menghela napasnya dan berbalik kembali menghadap sang suami.
"Pa, tapi cara Papa benar-benar tidak masuk akal. Sebagai seorang pria Seharusnya papa lebih mengerti bagaimana menderitanya jika harus menahan- nahan hal itu. Untuk seminggu ok,Masib bisa bertahan. Ini dua tahun Pa. Apa itu sama saja kalau Papa membuat Ken, gila? Pa, kan ada cara agar Naura tidak hamil walaupun melakukan hal itu. Ok, tidak baik kalau Naura mengkonsumsi pil KB untuk jangka lama, tapi kan ada KB untuk laki-laki. Suntik hormon misalnya. Atau Ken bisa menggunakan alat kontrasepsi, bagaimana sih?" tutur Nani panjang lebar tanpa jeda.
"Oh iya, ya? kenapa kamu baru bilang sekarang?" mata Bayu berbinar bahagia.
"Aku sudah mau bilang, tapi Papa dari kemarin selalu memotong ucapanku dan selalu langsung main pergi saja. Benar-benar buat aku kesal," Nani mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Maaf, Sayang!" Bayu terkekeh. "Ya udah besok aku akan hubungi Kendrick, untuk malam ini, biarlah dia merasa tersiksa untuk terakhir kalinya," pungkas Bayu, sembari terkekeh usil.
Tbc