Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Rencana Naura dan Kendrick


__ADS_3

Chika melambaikan tangan ke arah Edward, Kendrick dan David di saat mobil yang membawanya ketiga pria itu untuk kembali ke kediaman Kimberly melaju meninggalkan pekarangan rumahnya.


Ya, acara malam bersama dengan ketiga pria itu di kediamannya berlangsung dengan lancar. Tidak butuh waktu lama, Edward benar-benar bisa menaklukan kedua orangtuanya. Hal itu tentu saja membuat Chika bahagia dan tenang. Apalagi tadi pria yang dia cintai itu, mengatakan kalau begitu kembali ke London, dia akan mengenalkannya pada kedua orang tua pria itu. Jangan lupakan mamanya, yang sangat antusias bertanya mengenai Dewi mamanya Kendrick.


Chika sebenarnya tadinya ingin mengantarkan ketiga pria itu pulang, tapi Edward menolak karena sudah sangat malam. Akhirnya Chika meminta supir keluarga untuk mengantarkan ke tiga pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari berganti hari. Tidak terasa sudah dua minggu lamanya Kendrick dan dua sahabatnya berada di Indonesia. Sebagian kota Jakarta dan puncak Bogor sudah mereka jalani, dan mereka benar-benar menyukai semuanya.


"Berhubung libur musim panas masih lama, kita rencananya mau kemana lagi?" tanya Edward buka suara.


"Aku sebenarnya ingin sekali ke Bali, Labuan Bajo, raja Ampat, Danau Toba dan banyak lagi," sahut David dengan raut wajah yang berbinar, membayangkan keindahan-keindahan tempat-tempat wisata yang baru saja pria itu sebutkan, karena dia sempat melihat di internet. Sementara Kendrick diam saja seperti tidak tertarik dengan pembicaraan David dan Edward.


"Kamu kenapa diam, Ken? kamu tidak tertarik mau berkunjung ke tempat yang aku sebutkan tadi?" David mengrenyitkan keningnya.


"Bukan tidak tertarik, tapi masih ada sesuatu yang harus aku lakukan. Sebaiknya kalian berdua saja pergi bersama Chika dan Tasya. Nanti kalau urusanku cepat selesai, aku dan Naura akan menyusul kalian berempat," ucap Kendrick tanpa senyuman.


"Emm, sepertinya urusannya sangat penting. Apa ada sesuatu yang bisa kami bantu?" tanya Edward.


"Untuk yang ini sepertinya tidak perlu. Karena ini termasuk urusan keluarga. Jadi maaf sekali!"


David dan Edward saling silang pandang, seketika mereka bisa bisa paham maksud perkataan Kendrick.


"Baiklah kalau begitu. Apapun yang kamu lakukan kami akan selalu mendukungmu. Nanti kalau kamu butuh bantuan, jangan lupa hubungi kami,"


Kendrick menyelipkan senyuman dan menganggukkan kepalanya, mengiyakan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Naura dan Kendrick keluar dari bandara. Mereka berdua baru saja mengantarkan dua pasangan kekasih yang berangkat menuju Bali. Siapa lagi mereka kalau bukan Edward dan David bersama pasangan masing-masing.


"Jadi, sekarang bagaimana? apa kita harus melakukan rencana kita sekarang?" tanya Kendrick setelah mereka berdua ada di dalam mobil.

__ADS_1


"Jadi menurutmu kapan lagi?" Naura balik bertanya.


Kendrick mengembuskan napas dengan sekali hentakan. Pria itu terlihat sangat berat melakukan rencana mereka.


"Apa menurutmu itu akan berhasil?" nada bicara Kendrick sangat kentara kalau pria itu sangat ragu.


"Berhasil atau tidaknya, kita serahkan pada Tuhan. Yang penting, halau dulu jauh-jauh keraguanmu, Honey!" Naura mengelus-elus pundak Kendrick guna menunjukkan, kalau dia akan selalu ada untuk mendukung pria itu.


"Tapi, aku benar-benar khawatir kalau pria tua Bangka itu, tahu. Lalu jadi berimbas pada Nenek,"


"Kendrick, jangan sebut kakek Surya si tua Bangka. Bagaimanapun itu Kakekmu," tegur Naura sembari mendelikkan matanya.


"Dia tidak menganggap mamaku, berarti aku juga boleh dong tidak menganggap dia kakek?"


Naura mengembuskan napasnya dengan perlahan. Dia tahu betul bagaimana perasaan Kendrick dan ia cukup memakluminya. Namun, Naura merasa kalau dirinya harus bisa melunakkan hati Kendrick yang terlanjur membenci kakeknya mulai dari kecil.


"Ken, aku tahu bagaimana perasaanmu. Tapi, kalau kamu bersikap seperti itu, bukannya kamu sama aja seperti Kakek Surya? jadi, aku berharap kamu buang kebencian kamu ya! yakinlah kalau kamu membuang kebencianmu, hidupmu akan lebih tenang. Memang butuh waktu, tapi aku percaya kalau kamu bisa," tutur Naura panjang lebar.


"Percayalah, kalau sebenarnya sikap kakek Surya itu sangat bertolak belakang dengan yang sebenarnya. Jauh di lubuk hatinya, Kakek Surya pasti sangat merindukan Tante Dewi. Tidak mungkin dia tidak merindukan putri yang dia besarkan dari kecil. Itu sangat mustahil. Hanya saja sekarang dia masih terkurung dengan sikap gengsinya itu," lanjut Naura kembali meyakinkan Kendrick.


"Aku rasa dia tidak akan berubah. Karena keegoisannya sudah mendarah daging," sahut Kendrick dengan sangat yakin.


"Ken, kamu tidak __"


"Sudahlah! kita jangan membicarakan dia lagi.Sebaiknya kita fokus pada rencana kita yang ingin mempertemukan mama dengan nenek tanpa sepengetahuan si pria tua itu," sambar Kendrick dengan cepat, sebelum Naura menyelesaikan ucapannya.


Naura berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Wanita itu akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraannya tentang Surya, karena dia tidak ingin membuat Kendrick berubah pikiran dan membatalkan rencana mereka.


"Baiklah! seperti yang aku katakan kemarin. Kamu harus berpura-pura sakit dan dirawat di rumah sakit. Aku yakin, Tante Dewi akan langsung datang ke sini. Kamu dan kak Kimberly sudah setuju kan dengan rencanaku?" ucap Naura, mengingatkan.


Kendrick mengangguk-anggukan kepalanya seraya menghela napasnya dengan sekali hentakan.


"Baiklah kalau begitu. Aku harap rencana kita berjalan lancar. Aku melakukan ini demi mama dan nenek," pungkas Kendrick akhirnya, memutuskan.

__ADS_1


"Ya udah, sekarang tunggu apa lagi? kamu hubungi Tante Dewi sekarang!" ucap Naura.


Kendrick tidak langsung melakukan permintaan Naura. Pria itu lebih dulu melirik jam di pergelangan tangannya untuk membandingkan jam di London dan di Jakarta.


"Sudah jam satu siang, berarti di London jam 7 pagi. Mama sudah bangun," ucap Kendrick sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya.


Tidak perlu menunggu waktu lama, panggilan Kendrick langsung tersambung dan tidak kurang dari satu menit, mamanya langsung menjawab panggilannya.


"Halo, Ken!" sapa Dewi. Suara wanita itu terdengar sangat bahagia.


Kendrick tidak menjawab, tapi memberikan ponselnya pada Naura.


"Hallo,Tante! ini Naura bukan Ken!" sahut Naura.


"Oh kamu Naura? aku pikir Kendrick, ada apa,Sayang?"


"Tan ... Tante jangan shock ya!" Naura dengan sengaja membuat suara, terdengar seperti sedang panik.


"Ada apa Naura? semuanya baik-baik saja kan di sana?" suara Dewi mulai terdengar panik.


"Maaf,Tan. Sayangnya Kendrick tidak baik-baik saja. Kendrick, jatuh sakit Tante. Sekarang dia dirawat di rumah sakit,"


"Sakit? sakit apa!"


"Belum tahu jelas Tan. Tapi yang jelas Kendrick sampai tidak sadarkan diri dari kemarin sampai sekarang," Naura mulai mencoba mendramatisir keadaan.


"Hah, kenapa bisa?" pekik Dewi dengan nada panik.


"Aku juga tidak tahu, Tan. Tante bisa ke sini kan? soalnya aku bingung. Kak Kimberly juga sedang ada tugas penting ke luar kota dari kemarin,"


"Aku akan ke sana! aku pastikan besok aku akan tiba di Indonesia!"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2