
"Tasya kamu mau kemana?" Naura dan Chika mengrenyitkan keningnya melihat penampilan Tasya yang sudah sangat rapi di hari Minggu seperti ini. Biasanya wanita itu, akan terlihat bermalas-malasan kalau mereka tidak berencana akan melakukan olahraga.
"Aku mau jalan-jalan dengan David," sahut Tasya yang membuat kening Naura dan Chika semakin berkerut. Apalagi melihat tidak tampak wajah patah hati sedikitpun pasca ditolak oleh Jordan, di wajah gadis ceria itu.
"Jalan-jalan dengan David?" ulang Naura memastikan.
"Iya, emangnya ada yang salah dengan itu?" kini gantian Tasya yang mengrenyitkan keningnya.
" Tidak ada yang salah sih. Cuma tumben aja," sahut Naura dengan nada yang sangat pelan.
"David kan akan ikut liburan musim panas ke Indonesia. Aku janji akan menemaninya kemana saja dia mau selama di sana. Jadi, sebagai balasannya, David akan mengajakku keliling London gratis. Aku tentu saja tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Selagi ada yang gratis, ya aku akan embat," raut wajah Tasya terlihat semakin berbinar, membayangkan tempat-tempat yang akan dia kunjungi.
Naura dan Chika saling silang pandang dan sama-sama mengangkat bahu masing-masing.
"Oh ya, David katanya sudah ada di bawah. Aku pamit ya! kalian berdua juga akan pergi dengan pacar kalian kan? selamat menikmati ya!" pungkas Tasya sembari berlalu pergi.
"Kenapa dia tidak terlihat seperti orang yang patah hati ya?" tanya Chika setelah Tasya benar-benar sudah hilang di balik pintu.
"Iya, ya? aku juga bingung. Dia memang aneh," sahut Naura sembari tersenyum.
"Tapi, justru keanehannya yang membuat dia unik," ucap Naura dan Chika bersamaan,yang dibarengi dengan suara tawa yang pecah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Chika,apa kamu janjian dengan Edward?" tanya Naura, karena bel pintu berbunyi.
"Tidak sama sekali. Tadi malam aku bilang kalau aku banyak tugas yang harus diselesaikan makanya tidak mau diajak kemana-mana," sahut Chika.
"Jadi siapa yang datang? aku juga tidak janjian dengan Ken," ucap Naura dengan alis bertaut.
"Coba kamu lihat saja! mana tahu mereka hanya ingin sekedar datang,"
Naura menganggukkan kepalanya dan beranjak menuju pintu.
__ADS_1
Naura tersentak kaget, begitu melihat sosok pria yang sedang berdiri di depan pintu. Siapa lagi dia kalau bukan Jordan.
"Jordan, kamu kenapa datang ke sini?" tanya Naura basa-basi berusaha untuk bersikap biasa.
"Apa aku tidak boleh datang? apa kekasihmu itu melarang kamu untuk berdekatan denganku? posesif dan egois sekali dia!" raut wajah Jordan terlihat tidak bersahabat.
"Kenapa kamu menuduh Ken seperti itu? dia tidak pernah membatasi pergaulanku selama itu membuat aku nyaman," sahut Naura dengan nada kesal.
Jordan terdiam dan kembali merasa kesal mendengar Naura yang membela Kendrick.
"Apa kamu tidak memintaku untuk masuk?" raut wajah Jordan terlihat semakin dingin.
"Oh, maaf sekali, Jo, aku sebenarnya sebentar lagi mau keluar dengan Kendrick, jadi__"
"Jadi kamu menginginkan aku pergi? apa kamu sedang mengusirku dengan cara yang halus?" tukas Jordan yang merasa kalau Naura sedang mencari alasan.
"Bukan seperti itu! aku tidak bermaksud mengusirmu.Aku hanya tidak merasa enak kalau kamu nanti hanya sebentar di sini dan tidak ada yang menemani, karena aku juga harus bersiap-siap," Naura kembali mencari alasan.
"Yang berubah itu bukan aku, tapi kamu. Kamu yang membuat hubungan persahabatan kita jadi canggung karena kamu melibatkan perasaan di dalamnya," kali ini Naura mulai mengungkapkan apa yang menjadi alasannya menghindari Jordan.
"Ternyata kamu sudah menyadari perasaanku dan selama ini kamu hanya berpura-pura tidak tahu. Apa kamu tahu dari Tasya?" Naurae menggelengkan kepalanya.
" Tanpa kamu katakan, aku cukup peka dengan itu. Jadi, ini bukan dari Tasya," bantah Naura, jujur.
"Apa aku salah memiliki perasaan padamu?"
"Tidak salah! Yanga salah itu, kalau kamu masih memaksakan kehendak kamu, padahal kamu tahu jelas kalau aku sama sekali tidak memiliki perasaan padamu selain menganggapmu sebagai sahabat,"
Jordan mengepalkan tangannya, mendengar ucapan Naura. Ingin sekali dia marah pada gadis di depannya itu, tapi dia masih berusaha untuk meredamnya.
"Apa ini gara-gara laki-laki itu? aku yakin kalau kamu tidak benar-benar mencintai pria itu. Itu hanya perasaan sesaat. Pengaruh pria itu benar-benar meracuni otakmu,Naura!" tukas Jordan dengan nada berapi-api.
"Stop menyalahkan Kendrick! perasaanku padamu, tidak ada kaitannya dengan kehadiran Kendrick. Kalau aku benar-benar memiliki perasaan padamu itu pasti sudah sejak dulu terjadi. Perasaanku hanya aku yang tahu, bukan kamu! jadi tuduhanmu yang mengatakan kalau perasaanku pada Kendrick itu hanya perasaan sesaat, itu benar-benar salah. Aku benar-benar mencintainya!. Sekarang tolong kamu pergi dari sini, karena aku benar-benar tidak mau ribut," Naura hendak menutup pintu, tapi Jordan menahannya.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak percaya!" ucap pria itu tegas dan dengan mata yang berkilat-kilat penuh amarah.
"Terserah! aku tidak peduli kamu mau percaya atau tidak. Sekarang tolong pergi dari sini!" kembali Naura ingin menutup pintu.
Namun dengan kasar Jordan mendorong pintu dengan keras, sehingga Naura terdorong ke belakang.
"Jordan apa-apaan sih kamu!" pekik Naura protes.
"Aku tidak peduli. Ingat aku akan tetap berusaha untuk mendapatkanmu!"
"Dan aku pastikan kalau kamu tidak akan pernah mendapatkan hatiku!" tantang Naura membalas tatapan Jordan yang berapi-api.
Jordan menggeram dan hendak menarik tubuh Naura. Namun tiba-tiba Chika muncul dan mendorong tubuh Jordan dengan keras.
"Jordan kamu sudah keterlaluan! apa kamu tidak menyadari kalau tidak kamu ini termasuk pemaksaan!" bentak Chika.
"Kamu jangan ikut campur, Chika! ini urusanku dengan Naura," tatapan Jordan begitu sengit.
"Dalam hal ini, itu juga urusanku! sekarang lebih baik kamu pergi dari sini! kalau tidak, aku tidak akan segan-segan memukulmu!" Chika mulai memasang kuda-kuda hendak memberikan pukulan pada Jordan.
Jordan beringsut mundur. Dia tahu jelas kalau Chika ahli dalam taekwondo.
"Baiklah aku akan pergi dari sini!" Jordan berbalik dan beranjak pergi. Namun dia kembali berhenti begitu melihat sosok Kendrick dan Edward yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Ada apa ini?" tanya Kendrick dengan nada dingin dan tatapan yang tajam yang menghujam jantung.
"Bukan urusanmu!" sahut Jordan sembari berjalan hendak melewati tubuh Kendrick.
Kendrick berdecih dan begitu tubuh Jordan sudah dekat dengannya, tangan Kendrick langsung mencengkram kuat kerah kemeja yang dipakai oleh Jordan.
"Jangan kira aku tidak tahu niat busukmu yang ingin memisahkanku dengan Naura. Aku pastikan kamu tidak akan pernah berhasil. Camkan itu!" Kendrick melepaskan cengkeramannya dengan kasar dan mendorong pria itu keluar.
Tbc
__ADS_1