Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Apa ini Mimpi


__ADS_3

"Hai gadis kecil, kamu mau kemana?", ujar lelaki itu


"Kalian mau apa? Jangan menggangguku", teriak Aurel.


Laki laki itu mendekat, "ayolah temani kami minum, mari bersenang senang", ujar lelaki lainnya.


"Tidak!! Pergilah jangan mengangguku", Aurel lari tanpa sadar ia lari kejalanan hingga akhirnya terserempet oleh sebuah mobil hitam mewah.


Sedangakan dua laki laki tersebut melarikan diri.


Cccittt cccitt,


suara rem mobil.


"Tuan, sepertinya kita menabrak seseorang", ujar sopir.


"Apa?!! Laki laki itu turun dari mobil untuk melihat, disusul oleh sopirnya


"Ya ampun kita menabrak seorang gadis", ujar laki laki itu kepada sopir


"Lalu kita harus bagaimana tuan?" tanya sopir


"Ayo kita bawa dia ke Apartemenku".


"Tapi tuan bagaimana nanti jika ada media yang melihat? Mereka bisa salah paham",


"Kau gila! lalu aku harus meninggalkan dia sendiri disini? "Itu tidak mungkin ayo cepat bawa dia masuk," ujar lelaki itu


Lelaki itu ialah Eun Dae Gu. Ya Orang yang selama ini Aurel kagumi.


Dae Gu membawa Aurel masuk kedalam mobil, ia membaringkan Aurel dipangkuannya,


" Hei gadis kecil , bangunlah " Ujar Dae Gu seraya menepuk pelan wajah Aurel


"Tuan , apa tidak sebaiknya kita mengantarkan nona ini pulang kerumahnya saja? "tanya sopir


"Memangnya kau tau dimana rumahnya?"


"Mana saya tau tuan"


"Ya sudah , kau tidak tau aku juga tidak tau. Lebih baik kita membawanya ke apartemen ku saja" ujar Dae Gu


"Tapi nanti jika ada masalah bagaimana tuan?"


"kau tidak usah khawatir, itu nanti akan menjadi urusan ku"


Sopir melajukan mobil menuju apartemen Dae Gu dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Setelah melewati perjalanan yang lumayan panjang , akhirnya mobil Dae Gu memasuki basement apartemennya. Dae Gu mengangkat tubuh Aurel dengan perlahan,


"Tuan biar aku saja yang menggendongnya, nanti jika ada yang melihat bisa jadi masalah" Ujar sopir


"Tidak usah, biar aku saja, kau tidak perlu takut, aku tidak melakukan kesalahan apapun jadi tidak ada yang perlu ditakutkan", akhirnya Dae Gu mengendong Aurel hingga ke apartemennya.


Sesampainya di Apartemen, Dae Gu langsung membawa masuk gadis itu dan membaringkan nya dikamar tamu. Disitu sudah ada dokter pribadi Dae Gu yang menunggu, karena dalam perjalanan pulang Dae Gu langsung menelpon dokter pribadinya untuk ke Apartemen nya.


"Bagaimana keadaannya dok, apa dia baik baik saja?", tanya Dae Gu.


"Anda tenang saja tuan, gadis ini baik baik saja , lukanya tidak parah hanya sedikit goresan saja", jelas dokter.


"Lalu kenapa dia pingsan dan belum sadar?"


" Itu disebabkan hanya karena syok saja, sebentar lagi dia juga akan siuman tuan, kalau begitu ini obatnya dan saya permisi dulu tuan, ujar dokter sambil undur diri.


* * *


Mentari bersinar dengan sangat cerah, hingga cahaya nya masuk melalui celah jendela. Hingga membuat Aurel mengerjap membuka matanya, ia masih menyesuaikan cahaya terang yang berada diruangan itu.


"Aku dimana sepertinya ini bukan penginapanku", batin Aurel lalu ia mengingat ingat ingat kejadian semalam.


"Ah iya, semalam aku jalan pulang lalu dikejar preman, setelah itu ketabrak mobil. Haaaaa apa aku sudah di syurga ?" gumam Aurel sendirinya.


"Kamu sudah sadar?"


terdengar suara lelaki yang membuat Aurel menoleh pada suara tersebut, dan mulut Aurel menganga tak percaya dengan apa yang dilihat nya.


"Apa ini, apa iya aku sudah di syurga? Apa aku lagi mimpi? Atau aku lagi berhalusinasi?" kenapa disini ada Eun Dae Gu. Apa sebegitu sukanya aku sama Dae Gu sampai di mimpi pun yang aku lihat cuma dia". Batin Aurel seraya terus mengucek mata.


"Kamu kenapa, apa kamu baik baik saja?"


Tanya Dae Gu sekali lagi seraya berjalan menghampiri Aurel yang masih duduk bengong di atas kasur.


"Ya tuhan, ini mimpi apa bukan, kok kayaknya nyata banget ya. Ujar Aurel sambil mencubit tangan nya.


"Au sakit, ini bukan mimpi tapi kenapa?? Ya ampun dia mendekat , ya tuhan jika ini mimpi jangan biarin aku bangun ya tuhan aku mau dimimpi ini aja terus", oceh Aurel


"Hai, apa kamu sudah baikan? Apa ada yang sakit", tanya pria itu dengan bahasa korea pada Aurel.


"Ah iya, saya baik baik saja. Saya ada dimana? Kenapa saya bisa ada disini?, tanya Aurel.


"Maaf ya semalam mobil saya tidak sengaja menabrak kamu, karena kamu pingsan saya langsung membawa kamu ke Apartemen saya", jelas Dae Gu


"Oh begitu, saya sudah baik baik saja, anda tidak perlu khawatir", jawab Aurel


"Perkenalkan, nama saya Eun Dae Gu, kamu bisa panggil saya Dae Gu saja", ucap Dae Gu sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Aurel terdiam menatap Dae Gu, ia rasanya ingin berteriak sekencang kencang nya karena hatinya sangat bahagia.


"Hei", ujar Dae Gu sambil menggerakan tangannya didepan Aurel.


"Ah maaf, saya Aurel". Jawab Aurel membalas uluran tangan Dae Gu.


"Kamu tinggal dimana"? tanya Dae Gu


"Saya berasal dari Indonesia",


"Indonesia? tapi wajahmu seperti wajah orang Korea", Ujar Dae Gu mengernyit heran


"Mama ku orang Indonesia, Papa ku orang Korea, dari awal mereka menikah mereka sudah tinggal di Indonesia. Aku lahir dan besar di Indonesia", jelas Aurel


"Ah pantas saja wajah mu ternyata mengikuti Papa mu", balas Dae Gu tersenyum tipis


Aurel mengangguk pelan menanggapi ucapan Dae Gu.


"Apa kamu tau Indonesia?" tanya Aurel


"Wah saya tau , saya pernah ke Indonesia, Hmm Yogyakarta dan saya juga suka makanannya", jawab Dae Gu antusias


"Aku juga tau kali waktu itu kan kamu lagi syuting disitu", batin Aurel sambil tersenyum


"Mari kita makan, aku sudah menyiapkan makanan untuk kita", ajak Dae Gu


"Ayo", jawab Aurel dengan semangat.


Ketika hendak turun dari kasur, Aurel meringis kesakitan memegangi kakinya.


"Kamu kenapa?"


"Tidak tau, kaki ku sakit sekali tidak bisa digerakkan", jawab Aurel sambil memegangi kakinya


Dae Gu langsung menelpon dokter pribadinya untuk menanyakannya.


"Dok, gadis itu sudah sadar tapi dia kesakitan saat menggerakkan kakinya. Itu kenapa dok?", tanya Dae Gu


" Mungkin kakinya terkilir, tuan tidak usah khawatir. Tuan cukup mengompres kakinya dan memberikan pijatan lembut".


"Baik dok, saya mengerti".


Dae Gu langsung ke dapur mengambil air hangat dan membawa kekamar.


Ia melakukan apa yang disuruh oleh dokter. Ia mengompres kaki Aurel dan memberikan pijatan lembut disana.


"Eh apa yang kamu lakukan", tanya Aurel disaat Dae Gu menyentuh kakinya.

__ADS_1


"Maaf, kakimu sepertinya terkilir, jadi aku hanya ingin mengompres dan memijatnya", jelas Dae Gu


Aurel hanya mengangguk mengerti. Ia terdiam memandangi Dae Gu yang sangat cekatan memijat kakinya. Ia begitu terpesona dengan laki laki didepan nya.


__ADS_2