Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Keputusan Kathleen


__ADS_3

Sementara jauh di kota London, tepatnya di kediaman Edward, tampak seorang wanita cantik yang memiliki rambut blonde dan pupil mata berwarna perak, sedang berusaha untuk memperlihatkan senyum bahagia. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Kathleen, wanita yang dijodohkan dengan Edward.


"Akhirnya!" seru wanita itu dengan senyum lebar.


"Akhirnya apa, Kate? kenapa kamu terlihat bahagia? kamu tidak apa-apakan?" mamanya Edward, mengrenyitkan keningnya.


"Tentu saja aku tidak apa-apa, Bibi Merry. Aku baik-baik saja. Dan lihat, aku justru sangat bahagia sekarang," ucap Kathleen yang membuat Merry mamanya Edward semakin bingung. "Seharusnya dia sedihkan mendengar Edward sudah memiliki wanita yang dia cintai? tapi kenapa dia malah bahagia? apa yang terjadi dengannya?" bisik Merry bertanya-tanya dalam hati.


"Kate, kamu benar tidak apa-apa?" ulang Merry memastikan.


"Iya, Bi. Aku tidak apa-apa! justru aku sekarang merasa bebas untuk melanjutkan langkahku. Selama ini aku seperti terkekang dengan perjodohan ini,"


Mata Merry membesar, mendengar pengakuan Kate yang sangat tidak masuk akal baginya.


"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu? bukannya kamu sudah lama menginginkan pertunangan ini? kamu sendiri kan yang meminta papamu untuk menjodohkanmu dengan Edward? tapi kenapa sekarang kamu tiba-tiba senang saat Edward menolak?" tanya Merry beruntun.

__ADS_1


"Bi, itu karena aku sebenarnya sudah tidak mencintai Edward lagi. Mungkin karena selama ini Edward sama sekali tidak pernah membalas perasaanku, sehingga lama-lama aku merasa rasa cintaku padanya tergerus. Aku sepertinya jatuh cinta pada pria lain, Bi. Jadi, itulah alasan kenapa aku bisa bahagia mendengar penolakan Edward," tutur Kathleen dengan senyuman yang tidak memudar.


Merry, menyipitkan matanya, berusaha membaca raut wajah Wanita muda di depannya itu. Namun, wanita paruh baya itu sama sekali sulit untuk bisa membaca raut wajah Kathleen.


"Apa kata-katamu itu benar tulus dari hatimu, Kate?" tanya Merry memastikan.


"Tentu saja, Bi!" sahut Kathleen tegas. "Jadi, aku mau rencana pertunangan kami sebaiknya dibatalkan saja dan Bibi mencoba menerima wanita yang dicintai oleh Edward," lanjut Kathleen lagi.


"Tapi ...."


Merry menghela napasnya dengan sekali hentakan dan cukup berat.


"Sebenarnya bukan hanya karena itu, Kate. Aku sama sekali belum mengenal wanita itu, jadi aku tidak tahu apa wanita itu wanita baik atau bukan. Sedangkan kamu ... aku sudah mengenalmu sejak kamu kecil. Aku tahu bagaimana karaktermu," ucap Merry yang benar-benar terlihat berat dengan keputusan yang diambil oleh Kathleen.


"Bi, apa Bibi tidak yakin dengan pilihan Edward? Bibi tahu sendiri, kalau Edward pria yang susah untuk jatuh cinta. Dia bisa jatuh cinta pada wanita itu, berarti wanita itu memiliki keistimewaan, hingga bisa membuat hati Edward yang membeku, jadi mencair. Jadi, Bibi harus percaya dengan pilihannya dan coba kenali dengan baik," tutur Kathleen, diplomatis.

__ADS_1


Merry tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Kamu benar. Kita tidak boleh menghakimi seseorang sebelum kita mengenalnya. Kamu benar-benar baik dan bijak, Kate. Beruntung pria yang akan mendapatkan cintamu nanti,"Merry merentangkan tangannya dan memeluk wanita yang batal menjadi menantunya itu.


"Ya udah, sekarang Bibi hubungi Edward lagi. Katakan padanya kalau pertunangan kami batal dan dia bisa bersama dengan wanita itu. Aku khawatir kalau Edward terlalu banyak berpikir sekarang," ucap Kathleen setelah pelukannya dan wanita paruh baya itu terlerai.


"Maafkan aku,Bi. Mungkin aku memang tidak ditakdirkan untuk Edward. Karena sekeras apapun aku mencoba, Edward tidak pernah melihatku sama sekali. Rasanya sangat sakit,Bi. Jadi, dari pada rasa sakitnya semakin besar nantinya, lebih baik aku mundur," batin Kathleen dengan setitik cairan bening yang keluar dari sudut matanya,tapi buru-buru dia seka, sebelum mamanya Edward melihatnya.


"Iya, Mama serius. Jadi sepulang kamu dari sana, kamu harus mengenalkan kekasihmu itu pada Mama," terdengar suara Merry yang sedang berbicara dengan Edward di telepon.


"Ya udah, ya Mama tutup teleponnya. Kamu baik-baik di sana. Oh ya, jangan lupa, pertunanganmu dan Kathleen batal, itu semu karena Kate.Jadi, ingat untuk berterima kasih padanya," Merry kembali mengingatkan.


Merry terlihat meletakkan kembali ponselnya ke atas meja. Sepertinya panggilannya dengan Edward sudah terputus.


Sementara itu, gantian Kathleen yang mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya karena tiba-tiba ponselnya berbunyi pertanda ada pesan yang masuk.Ternyata itu pesan dari Edward yang mengucapkan terima kasih padanya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2