
"Eh apa yang kamu lakukan", tanya Aurel di saat Dae Gu menyentuh kakinya.
"Maaf, kakimu sepertinya terkilir, jadi aku hanya ingin mengompres dan memijatnya", jelas Dae Gu
Aurel hanya mengangguk mengerti. Ia terdiam memandangi Dae Gu yang sangat cekatan memijat kakinya. Ia begitu terpesona dengan laki laki didepannya.
"Ya tuhan mengapa laki laki didepanku ini sangat tampan dan juga sangat baik hati, aku tidak menyesal telah mengidolakannya selama ini", batin Aurel seraya senyum senyum sendiri
"Kau kenapa, Apa terpesona oleh ketampanan ku?" ujar Dae Gu tersenyum tipis
"OMG, senyum nya manis banget. Bikin hati aku meleleh aja sih". Batin Aurel yang masih tidak menggubris perkataan Dae Gu
"Hei, hei!", ujar Dae Gu seraya menggerakkan tangannya didepan Aurel.
"Ha!! i-ya ke-napa?" Balas Aurel gelagapan
"Aigoo sepertinya kau benar benar terpesona oleh ku apa kau salah satu penggemar ku?" Tanya Dae Gu yang menohok untuk Aurel.
"Ti-ti dak memangnya kau siapa sampai aku harus jadi penggemarmu?" Balas Aurel bohong.
" kau tidak tau siapa aku? Aku itu penyanyi dan aktor terkenal, kau memang nya dari planet mana sampai tidak mengenalku. Ujar Dae Gu dengan gaya khas nya.
Dae Gu memang terkenal tampan dan baik hati, tapi ada satu kelemahan nya yaitu ia suka dipuji dan sedikit narsis.
"Astaga lelaki ini, memang narsis", batin Aurel.
"Aku dari planet mars jadi aku tidak tau siapa kamu" ujar Aurel membuat Dae Gu terkekeh
"Berarti kau alien"
__ADS_1
"Ya begitulah" ujar Aurel
Setelah selesai memijat Aurel, Dae Gu pergi ke dapur dan kembali ke kamar membawakan makanan untuk Aurel.
"Ini makanannya, kamu makan disini saja", ujar Dae Gu seraya menyodorkan piring yang berisi makanan untuk Aurel.
"Terimakasih", balas Aurel seraya mengambil piring makanan itu.
"O iya, kau tidak usah berbicara formal kepadaku, santai saja"
"Apa tidak apa apa, bukankah itu tidak sopan?" balas Aurel
"Iya tidak apa apa, dan mulai sekarang kamu boleh memanggilku oppa". ujar Dae Gu seraya melipat tangan ke dada dan tersenyum
"Haaaa oppa, ya tuhan aku ingin menangis. Boleh kah aku menangis sekarang. Aku sangat bahagia". Batin Aurel
"Hei, mengapa kau jadi melamun? cepat habiskan makananmu, setelah itu minum obat" ujar Dae Gu saat ia hanya melihat Aurel melamun
"O-oppaa, apa kau tidak pergi bekerja? " tanya Aurel dengan mulut yang dipenuhi makanan
"Iya , sebentar lagi aku akan berangkat bekerja " ujar Dae Gu
* * *
Siangnya,
Kamu tidak apa apa aku tinggal sendiri disinikan?" soalnya aku harus pergi syuting", jelas Dae Gu
"Iya tidak apa apa, tapi apa tidak masalah jika aku sendirian disini? Apa kau tidak takut aku merampok rumah mu?", tanya Aurel dengan polosnya.
__ADS_1
"Tidak masalah, disini sudah dipasangi cctv ", jelas Dae Gu tersenyum sambil menunjuk ke arah cctv
"Hahaha aku hanya bercanda, oppa jangan khawatir, tapi apa boleh aku melihat lihat rumahmu ?
"Tentu saja lihat lah sesukamu jika kau bosan, di luar ada taman Kau bisa kesitu".
Dan jika kau lapar kau bisa ke dapur dan dikulkas ada beberapa bahan makanan yang bisa kau masak.
Tapi jika kau tidak bisa memasak, kau bisa memesan makanan saja. Nomor telephone nya aku taruh di atas kulkas". Jelas Dae Gu seraya meninggalkan Apartemennya
"Oke , balas Aurel sembari membulatkan jempol dan telunjuknya".
Dae Gu sudah berangkat untuk pergi bekerja, sekarang hanya Aurel seorang diri yang tinggal di apartemen, Aurel mengistirahatkan tubuhnya di kamar. Ia berbaring karena ia masih merasakan sakit pada kakinya.
Setelah istirahat sebentar, Aurel merasakan kakinya sudah lebih baikan. Ia memutuskan untuk melihat lihat Apartemen Dae Gu.
Aurel mulai berkeliling melihat isi Apartemen itu, dindingnya yang dominan nuansa putih serta perabotan yang dominan berwarna hitam menambah kesan minimalis rumah itu.
Diruang tengah terdapat sofa dan tv, serta alat alat fitnes yang tersusun rapi.
Disisi lain terdapat sebuah meja dan kursi kerja, serta lemari pajangan yang berisi seluruh piala penghargaan yang didapat oleh Dae Gu.
Aurel tidak henti henti nya kagum, dan bersyukur karena ia tidak menyangka akan bertemu idolanya bahkan menginap dirumah nya.
"Aku tidak menyangka akan secepat ini bertemu dengan Oppa, walaupun sebenarnya tujuanku kesini memang untuk bertemu dengannya tapi aku sama sekali tidak menyangka akan terjadi secepat ini" gumam Aurel
Setelah berkeliling didalam rumah, Aurel pergi ke taman yang disebutkan Dae Gu. Mata nya begitu terpesona melihat keindahan taman itu, terdapat 2 kursi taman dan 1 meja kecil. Lantai taman dipenuhi oleh rumput buatan, dan juga disekelilingnya dihiasi oleh beberapa bunga.
Taman ini merupakan balkon yang disulap sedemikian rupa oleh Dae Gu, hingga menjadi taman yang indah.
__ADS_1
Dan yang paling menyenangkan yaitu Aurel bisa melihat langsung pemandangan kota seoul dari taman Apartemen , karena letak gedung milik Dae Gu berada paling atas jadi dari sisi taman kita bisa melihat keindahan kota seoul.