
Liburan musim panas akhirnya selesai. Kendrick dan dua sahabatnya beserta pasangan masing-masing akhirnya sudah kembali ke London. Karena bagaimanapun mereka harus tetap melanjutkan kuliah mereka yang tinggal sebentar lagi. Bagaimana dengan Dewi dan Victor? ya pasangan suami istri itu tentu saja juga pulang ke London, bahkan mereka lebih dulu kembali dari Kendrick.
Hari ini adalah hari pertama kuliah, Kendrick dan Naura sudah tiba di kampus dan mereka langsung mencari sahabat masing-masing. Oh ya, Naura tentu saja sekarang sudah tinggal di rumah sendiri. Yaitu sebuah apartemen milik Kendrick yang memang sudah ada bahkan sebelum dirinya mengenal Naura.
"Di mana sih mereka? apa mereka telat hari ini karena terbuai dengan libur panjang kemarin?" Naura menggerutu dengan mata yang menatap ke arah pintu masuk universitas mereka.
"Sabar saja, Honey. Mungkin sebentar lagi mereka akan tiba," ucap Kendrick dengan tangan yang merangkul mesra pundak sang istri.
Naura seketika mendengus dan melirik tajam ke arah Kendrick. "Kamu tidak tahu aja, kalau Tasya dan Chika susah bangun. Dulu karena ada teriakanku lah mereka bisa tidak telat ke kampus. Jadi,.aku khawatir mereka belum bangun jam segini," terang Naura membaberkan kebiasaan buruk dua sahabatnya itu.
"Berarti sekarang mereka sudah seperti anak ayam yang kehilangan induknya," Kendrick terkekeh.
"Eh, bukannya itu mereka?" Kendrick menunjuk ke arah dua gadis yang berjalan menghampiri dirinya dan Naura. Raut wajah kedua wanita itu terlihat berbinar bahagia.
"Berarti mereka benar-benar sudah bisa mandiri dan tidak membutuhkanmu lagi!" lanjut Kendrick lagi.
"Baguslah kalau begitu," sahut Naura dengan nada lirih. Sumpah demi apapun ada perasaan sedih yang timbul di hatinya, karena merasa tidak dibutuhkan lagi.
"Pagi,Naura, Pagi Ken!" sapa Tasya yang seperti biasa selalu ceria.
"Pagi juga. Ternyata kalian berdua bisa bangun juga tanpa aku ya? kenapa aku jadi merasa sedih begini ya? aku merasa tidak kalian butuhkan lagi," raut wajah Naura terlihat sendu.
"Apaan sih? seharusnya kamu itu bahagia kami bisa tidak ketergantungan padamu lagi. Karena memang tidak selamanya kamu ada di antara kami kan? lagian siapa bilang kami tidak membutuhkanmu lagi? kami pasti akan selalu membutuhkanmu, tapi mungkin di bidang lain," Chika yang memang selalu bersikap bijaksana, menjawab ucapan Naura dengan senyuman di bibirnya.
Tidak menunggu lama, David dan Edward juga tiba dan bergabung dengan ke empat orang itu.
__ADS_1
Setelah terlibat pembicaraan sebentar, akhirnya tiga pasangan itu mulai mengayunkan kaki melangkah menuju kelas masing-masing.
"Hei, Kendrick! kamu sudah dengar tidak kalau Jane, mantan kekasihmu ditangkap polisi?" tiba-tiba seorang pria yang Kendrick tahu teman sekelas Jane, menyapanya.
Kendrick dan Naura serta yang lainnya saling silang pandang karena memang mereka tidak tahu sama sekali informasi tentang Jane. Di samping mereka tidak mau tahu, mereka juga tidak mencari tahu.
"Oh ya? kenapa dia bisa ditangkap polisi?" tanya Kendrick dengan nada acuh tak acuh.
"Dia terlibat mengedarkan obat-obat terlarang dan ternyata itu sudah cukup lama. Karena hal itu, Jane divonis hukuman seumur hidup," terang pria itu dengan detail.
"Oh, seperti itu? terima kasih buat informasinya!" ucap Kendrick dengan nada malas sembari kembali melanjutkan langkahnya.
"Apa kamu merasa sedih karena Jane di penjara?" tanya Naura dengan perasaan was-was.
"Sedih? untuk apa aku sedih? justru aku bersyukur, karena aku lepas dari wanita seperti itu. Ya udah, tidak perlu memikirkan wanita itu, sekarang sebaiknya kita ke kelas masing-masing!" Kendrick meraih tangan Naura dan menggenggam erat tangan istrinya itu. Pria itu memang berencana untuk mengantarkan istrinya itu ke kelasnya lebih dulu baru ke kelasnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Edward dan David.
Pria itu terlihat mengulas senyum lebar yang ditujukan pada Naura, Chika dan Tasya.
Melihat hal itu, Kendrick semakin mempererat genggaman tangannya, seakan ingin menunjukkan kalau Naura adalah miliknya.Bahkan tatapan pria itu memasang sikap permusuhaa. Beda lagi dengan David. Pria itu sontak menoleh ke arah Tasya ingin melihat bagaimana ekspresi wajah kekasihnya itu saat menatap Jordan. Pria itu ingin memastikan apakah Tasya masih mencintai Jordan atau tidak.
Pria itu seketika mengembuskan napas lega, melihat ekspresi wajah Tasya yang terkesan biasa saja saat menatap Jordan. Tatapan yang dulu penuh cinta kini terlihat jelas kalau rasa cinta itu sudah hilang dengan sempurna.
"Hai, kalian sudah kembali dari Indonesia? bagaimana kabar Indonesia?" sapa Jordan, berbasa-basi.
"Emm, kenapa kalian diam? apa tidak ada yang mau menjawabku? apa kalian sudah tidak mengenalku lagi?" Jordan mengrenyitkan keningnya, ketika tidak ada salah satupun dari tiga wanita itu yang menjawab.
__ADS_1
"Oh, semuanya baik-baik saja, Jo!" Chika yang memang tidak ada masalah dengan Jordan buka suara menjawab pertanyaan Jordan.
"Oh, seperti itu! syukurlah!" mata Jordan seketika menatap ke arah tangan Kendrick dan Naura yang saling bertaut. Bukan masalah tangan yang bertaut itu yang menarik perhatian Jordan, tapi cincin yang tersemat di jari manis keduanya.
"Naura,apa kalian berdua sudah bertunangan?" Jordan menunjuk ke arah cincin di jari Naura dan Kendrick.
"Kami tidak bertunangan, tapi kami sudah menikah!" bukan Naura yang menjawab, melainkan Kendrick. Nada bicara pria itu terdengar sangat dingin.
"Menikah? Wah kalau begitu selamat ya! semoga pernikahan kalian langgeng dan dilimpahi kebahagiaan!" Jordan mengulurkan tangannya, dan disertai dengan senyuman yang tulus.
Naura dan Kendrick sama sekali tidak menyambut uluran tangan Jordan, karena mereka berdua benar-benar kaget dengan reaksi Jordan yang benar-benar di luar dugaan. Padahal awalnya mereka berdua menduga kalau pria itu akan marah-marah dan tidak percaya. Bukan hanya Kendrick dan Naura yang kaget, hal yang sama juga terjadi pada dua pasangan lagi.
"Kenapa? apa kalian berdua tidak mau menyambut ucapan selamat dariku? apa kalian merasa kalau aku hanya berpura-pura?" tukas Jordan, tepat pada sasaran.
"Bu-bukan seperti itu. Tapi ini benar-benar sangat sulit untuk dipercaya, mengingat kamu yang dulu sangat terobsesi pada Naura," Chika buka suara yang diangguki kepala oleh yang lainnya.
Jordan lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan Chika. "Maafkan aku yang dulu! tapi seseorang sudah menyadarkanku kalau perasaan cinta itu tidak bisa dipaksakan. Justru sekarang aku bahagia jika Naura bahagia. Terserah kalau kalian mau percaya atau tidak. Tapi ini benar-benar tulus dari hatiku," tutur Jordan panjang lebar tanpa jeda.
"Seseorang? siapa orang itu?" gumam Naura.
"Edward mengenal orang itu,"
"Aku? bagaimana aku mengenal orang itu? siapa dia?" Edward mengrenyitkan keningnya.
"Dia Cathleen mantan tunanganmu. Dia yang membuka mataku, memberikan aku sebuah pelajaran kalau segala sesuatu yang kita inginkan itu tidak harus kita dapatkan?" terang Jordan.
__ADS_1
"Mantan tunangan? kamu punya mantan tunangan?" celetuk Chika sembari menatap tajam ke arah Edward.
Tbc