
Malam harinya,
Dae Gu terlihat sedang sibuk menghafal naskah untuk syuting besok, sementara Aurel sibuk menyiapkan keperluan syuting untuk Dae Gu. Walau sebenarnya Dae Gu sangat sungkan jika Aurel membantunya, tapi Aurel bersikeras untuk melakukan tugasnya membuat Dae Gu mengalah.
Dae Gu menghentikan aktivitasnya sejenak, dan mengamati Aurel yang sedang sibuk menyiapkan keperluanya.
"Aurel jika kamu lelah beristirahat saja, kamu tidak perlu melakukan pekerjaan itu", Ujar Dae Gu
"Tidak apa apa Oppa, sekarang aku telah menjadi asisten Oppa jadi aku harus bertanggungjawab dengan pekerjaanku", Jelas Aurel
"Tapi kita berdua kan tidak bersungguh sungguh, kita juga sepakat melakukan ini hanya didepan publik saja. Itu tidak berlaku jika kita sedang berdua", terang Dae Gu
"Tidak masalah Oppa, aku suka melakukan nya, aku justru merasa bosan sekali jika tidak melakukan kegiatan apa apa", balas Aurel tersenyum
"Tapi aku merasa tidak enak jika harus merepotkan mu",
"Jika Oppa merasa sungkan, anggap saja aku melakukan ini sebagai tanda terimakasih karena oppa sudah menyelamatkan ku waktu itu", jelas Aurel
"Terimakasih untuk apa?", aku justru ingin meminta maaf kepadamu karena mobilku sudah menabrak mu", Dae Gu mengernyit heran
"Bukan! aku yang salah karena aku sudah berlari kejalanan sehingga aku mengenai mobil Oppa",
"Hm, tapi kenapa waktu itu kau bisa sampai lari kejalanan Aurel?", tanya Dae Gu
"Waktu itu ada dua pria mabuk yang ingin menggangguku, karena aku panik aku langsung lari hingga tidak menyadari kalau aku sudah berlari ke jalan raya",
__ADS_1
Dae Gu hanya mangut mangut mendengar penjelasan Aurel.
"Jika waktu itu aku tidak bertemu Oppa, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku. oleh sebab itu aku sangat berterimakasih kepada Oppa sekaligus meminta maaf karena telah menyusahkan Oppa", lanjut Aurel
"Lain kali kamu harus hati hati, jika bepergian jangan sendiri, karena tidak semua manusia itu baik", jelas Dae Gu
"Iya, aku akan lebih berhati hati", balas Aurel
"Selama kamu berada disini, jangan pernah bepergian tanpa sepengetahuan ku. Dan jangan pernah pergi jika tidak dengan ku. Aku berjanji, selama kau bersamaku aku akan menjaga mu", jelas Dae Gu
"Ada apa dengan ku, kenapa aku peduli sekali kepada gadis ini padahal aku baru mengenal nya beberapa hari", batin Dae Gu
"Iya oppa terimakasih, aku berjanji tidak akan pergi kemanapun jika tidak bersamamu", balas Aurel.
"Baiklah, ini sudah larut malam sebaiknya kamu segera tidur", Ujar Dae Gu
"Iya selamat malam dan selamat tidur", balas Dae Gu.
* * *
Tring tring tring
tring tring tring
Suara alarm dari ponselnya membangun kan Aurel seketika,
__ADS_1
"Astaga, sudah jam 6 pagi", Aurel berjengkit kaget. Lalu ia segera mandi dan bersiap siap.
30 menit berlalu, Aurel keluar dengan tergesa gesa dari kamarnya. Ia melihat Dae Gu sudah rapi dan duduk manis di meja makan menunggu Aurel untuk sarapan.
"Oppa maafkan aku, aku bangun kesiangan", ujar Aurel merasa bersalah
"Tidak masalah, kita masih punya waktu 30 menit lagi, ayo cepat sarapan", ajak Dae Gu
"wuaahhhh ada Pasta", mata Aurel berbinar saat melihat pasta, yang merupakan makanan favorite nya.
Aurel mendudukan tubuhnya berhadapan dengan Dae Gu. Ia memakan pasta buatan Dae Gu dengan lahap dan belepotan.
"Pelan pelan, tidak akan ada yang mencuri makananmu", ujar Dae Gu seraya memberikan tisu kepada Aurel.
"Hehe terimakasih Oppa, pasta ini enak sekali", puji Aurel
" Apa kamu menyukainya?", tanya Dae Gu
"Iya aku sangat menyukai nya. Apa oppa tau makanan favorite ku adalah pasta. Di Jakarta aku sering sekali meminta Mama membuatkan pasta untukku.
"Kalau begitu setiap hari aku akan membuatkan pasta untukmu, sahut Dae Gu tersenyum
"Benarkah Oppa?", tanya Aurel berbinar
"Iya aku akan membuatkan mu pasta kapanpun kau mau", balas Dae Gu
__ADS_1
Aurel mengangguk dan tersenyum senang mendengar ucapan Dae Gu.