
Setelah melewati lebih kurang tiga puluh lima menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di penginapan mereka , Mereka menginap di salah satu resort yang merupakan milik keluarga Dae Gu, tetapi tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa itu milik Dae Gu, karena Dae Gu menutupnya rapat-rapat.
Mereka menurunkan barang bawaan mereka lalu membawanya masuk kedalam resort, Aurel sedikit kewalahan saat menarik koper yang ia bawa, melihat hal itu membuat Dae Gu langsung mengambil alih koper tersebut dari tangan Aurel.
"Tidak usah Oppa aku bisa sendiri" ujar Aurel
"Kau sangat kesulitan , jadi biarkan aku membantumu" ujar Dae Gu dengan nada yang tidak ingin dibantah
Aurel hanya diam, mengikuti Dae Gu yang sedang membawa koper nya. Karena koper milik Dae Gu sudah terlebih dahulu di urus oleh Sun Bin.
Disana mereka di sambut oleh dua orang penjaga resort,
Selamat datang tuan Mu.. tuan Dae Gu. Penjaga resort langsung mengubah panggilan nya saat Dae Gu memberi kode pada mereka.
setelah semua orang masuk, Dae Gu menghampiri penjaga resort,
"paman, bibi tolong jangan memanggilku tuan muda, karena mereka tidak mengetahui kalau resort ini milik keluargaku" , ujar Dae Gu berbisik.
"Baiklah tuan muda, maafkan kami" ujar lelaki dan wanita paruh baya tersebut.
"Sudahlah tidak apa-apa" balas Dae Gu tersenyum seraya masuk kedalam menyusul yang lainnya.
* * *
Mereka bersiap-siap untuk pergi kelokasi syuting yang tidak jauh dari resort tempat mereka menginap.
Sesampainya disana Sun Bin langsung melakukan tugas nya untuk merias Dae Gu dan menata rambutnya. Sedangkan Aurel hanya duduk diam dengan wajah yang ditekuk bosan. Dae Gu yang melihatnya tersenyum tipis.
"Aurel, kenapa muka kamu ditekuk begitu? "
"Tidak apa-apa Oppa, aku hanya merasa sangat bosan"
"Apa kau tidak ingin jalan-jalan menikmati pemandangan?"
"Aku sangat ingin sekali, bahkan aku ingin berfoto di taman bunga yang ada sana" Tapi aku kan sudah berjanji padamu untuk tidak akan pergi kemanapun sendirian" ujar Aurel dengan mengerucutkan bibirnya.
Sun Bin dan Dae Gu hanya terkekeh melihat ekspresi Aurel
"Tunggu sebentar, aku berjanji nanti setelah selesai syuting aku akan mengajakmu jalan-jalan" ujar Dae Gu yang membuat mata Aurel berbinar
"Sungguh??? Ingat ya kau tidak boleh ingkar janji Oppa" ujar Aurel
"Iya , aku tidak akan ingkar janji " balas Dae Gu tersenyum
Muka Aurel yang mulanya ditekuk kesal, seketika berubah menjadi berbinar ,
Ia dengan semangat menunggu Dae Gu menyelesaikan syutingnya, sembari menunggu Aurel meminta izin pada Dae Gu untuk berkeliling di sekitar lokasi syuting , Dae Gu pun mengizinkan dengan syarat Aurel tidak boleh pergi terlalu jauh.
Aurel berjalan melihat-lihat sekitaran lokasi, matanya tak henti-hentinya kagum melihat pemandangan indah yang ada di sekitar lokasi tersebut. Satu jam kemudian tiba-tiba seseorang menghampiri Aurel
"Hei gadis kecil, apa kau sudah puas berkeliling" tanya seseorang
__ADS_1
"Oppa", teriak Aurel senang
"Apa Oppa sudah selesai?"
"Sudah " Ujar Dae Gu
"Kalau begitu ayo kita pergi jalan-jalan ajak Aurel bersemangat",
"Hei , tunggu dulu. Kita belum makan siang, ayo makan dulu " Ajak Dae Gu
Mereka berdua kembali bergabung dengan yang lain, setelah itu mereka pergi menaiki mobil menuju restoran untuk makan siang.
Mereka memutuskan untuk makan disalah satu restoran yang menyediakan menu sup ikan pedas.
Aurel duduk bersama Sun Bin, setelah itu Dae Gu pun menyusul dan mendudukan tubuh nya di sebelah Sun Jun dan Jie Hyuk
Aurel seperti biasa makan dengan lahap dan terburu-buru.
"Makan lah perlahan, tidak akan ada yang mengambil makananmu", ujar Dae Gu seraya membersihkan bibir Aurel yang belepotan dengan menggunakan tisu. Sun Jun, Sun Bin dan Jie Hyuk menghernyit heran melihat perlakuan Dae Gu pada Aurel. Tapi mereka tidak mau berfikir yang aneh-aneh , karena mereka tau sejatinya Dae Gu memang selalu bersikap baik pada semua orang apalagi kepada perempuan.
"Kalau aku tidak makan dengan cepat maka itu akan membuang waktu, aku sudah tidak sabar ingin jalan-jalan", Ujar Aurel dengan mulut yang dipenuhi makanan.
"Waktu kita masih banyak, jadi tidak usah terburu-buru. Nanti perutmu bisa sakit ", Ujar Dae Gu mengingatkan
"Kalian mau jalan-jalan kemana? Aku juga mau ikut timpal Sun Jun
"Kau tidak boleh ikut, itu hanya akan merusak suasana hatiku saja" oceh Aurel
"Aku tidak peduli , aku akan ikut. Jika suasana hatimu rusak maka aku akan sangat bahagia " ujar Sun Jun
"Iya, benar bos , mereka berdua terlihat seperti tom and jerry setiap bertemu pasti bertengkar" timpal Sun Bin membenarkan.
"Itu karena dia manusia yang menyebalkan", ujar Aurel kesal
"Kau itu yang lebih menyebalkan " balas Sun Jun tak mau kalah
"Sudah, sudah, jika kalian tidak diam. Maka aku tidak akan mau mengajak kalian jalan-jalan" ancam Dae Gu
"Iya , aku akan diam" ujar Sun Jun
"Baiklah aku juga akan diam, ujar Aurel seraya menutup mulutnya dengan telapak tangan".
Melihat tingkah nya itu berhasil membuat Dae Gu, Sun Bin terkekeh, dan juga berhasil membuat Jie Hyuk mengangkat salah satu sudut bibirnya membentuk senyuman yang tipis.
"Dia memang sangat polos dan menggemaskan " batin Jie Hyuk
* * *
Setelah selesai makan, seperti janji Dae Gu pada Aurel ia membawa Aurel jalan-jalan menggunakan mobil mengunjungi tempat wisata di pulau Jeju, kali ini Dae Gu yang menyetir, karena Sun Jun dan Sun Bin tidak jadi ikut karena mereka harus kembali ke resort, ada pekerjaan yang harus mereka lakukan. Sementara Jie Hyuk, lelaki itu terus mengikuti kemanapun mereka pergi.
Tempat yang menjadi tujuan mereka adalah , Gunung Sanbangsan dan Pantai Yongmeori. Yang terletak di barat daya Jeju memiliki nilai penting dalam geologi dan sangat diminati oleh banyak orang karena pemandangan laut dan gunung yang bisa dinikmati bersamaan, Mereka bisa mengunjungi Gunung Sanbangsan dan Gunung Songaksan di sepanjang pesisir Sagye-ri yang terkenal serta merupakan sebuah jalur untuk berkendara dengan pemandangannya yang indah,
__ADS_1
Aurel benar-benar merasa senang dan tidak berhenti kagum melihat keindahan tempat tersebut,
"Aku senang sekali , ini benar-benar indah dan tenang " teriak Aurel, hembusan angin dipantai membuat rambut Aurel yang tergerai berterbangan menutupi wajahnya.
"Apa kau menyukai nya? " Tanya Dae Gu seraya merapikan rambut yang menutupi wajah Aurel.
"Iya aku sangat menyukainya, ini benar-benar indah " seru Aurel
"Oppa ,tapi kenapa disini tidak ada orang lain? tanya Aurel saat ia menyadari bahwa disekelilingnya tidak ada siapapun kecuali hanya mereka bertiga.
"Ntah lah, mungkin hari ini memang hari keberuntungan kita, jadi tidak banyak orang yang datang kesini " ujar Dae Gu berbohong, karena sejujurnya Dae Gu telah menyewa tempat ini agar tidak ada orang lain yang bisa masuk. Ia hanya tidak ingin jika orang lain melihat akan menjadi masalah lagi.
"Ooooooo", Aurel membulatkan bibirnya.
"Oppa, bisakah kau mengambil gambar ku disini?"
"Baiklah", ujar Dae Gu tersenyum lembut
"Aurel meraba kantong celananya untuk mencari ponsel, tapi ia tidak menemukannya. Ia lupa ternyata ponselnya ia tinggalkan di mobil.
"Aishhhh aku lupa membawa ponselku", teriak Aurel kesal
"Oppa bagaimana ini? "Tanya Aurel memelas.
"Kau tidak usah khawatir, ini kau bisa berfoto menggunakan ponselku" Ujar Dae Gu seraya memperlihatkan ponselnya pada Aurel.
"Oke", seru Aurel dengan riang
Aurel berfoto dengan berbagai macam pose, sudah tidak terhitung berapa kali Dae Gu memotretnya. Mungkin sudah ada puluhan foto Aurel di dalam ponsel Dae Gu.
"Oppa apa kau tidak ingin berfoto dengan ku?" Tanya Aurel
"Hmmm, apa kah ini sebuah ajakan atau permohonan? Tanya Dae Gu menggoda Aurel
"Jika tidak mau tidak usah" balas Aurel kesal
Dae Gu terkekeh ia menyerahkan ponselnya pada Jie Hyuk dan mendekati Aurel,
"Jie Hyuk, tolong ambil gambar yang bagus ya", ujar Dae Gu
Jie Hyuk hanya mengangguk.
Jie Hyuk mulai mengambil gambar mereka,
"Hmm, sepertinya jarak kita terlalu jauh" ujar Dae Gu seraya menarik pinggang Aurel membuat jarak mereka semakin dekat, bahkan tidak ada cela diantara mereka.
Jantung Aurel mulai memompa dengan cepat, muka nya berubah menjadi merah seketika.
"Oppa, tapi ini terlalu dekat ", ujar Aurel yang mencoba menjauhkan tubuh mereka
Tapi Dae Gu malah semakin memperat pegangannya tanpa menyakiti Aurel.
__ADS_1
Setelah puas mengambil gambar, mereka ingin kembali ke penginapan, tapi sebelum nya Aurel juga mengajak Jie Hyuk untuk berfoto bersama. Jie Hyuk awal nya menolak, tapi karena Aurel terus memaksa dengan muka yang memelas akhirnya Jie Hyuk pasrah mengikuti nya.
Setelah puas berfoto mereka bertiga kembali ke Resort.