
Riana kesal sekali setelah menonton pertandingan Tomi melawan pria tampan namun galak, yang ujung-ujungnya mempermalukan dirinya dan Seno.
Riana menjadi ribut dengan Ranto, pria galak itu.
Riana jadi mengetahui nama pria itu setelah di panggil ke ruangan pengelola keamanan GOR karena mereka yang di tuduh membuat keributan di sana.
Kompor gas yang kemarin di nyalakan oleh penonton bergaji telah meledak besar sehingga membuat Seno dan dirinya kerepotan sendiri.
Dasar penonton bergaji.
Riana berteriak di depan kaca, "Semenjak bertemu pria galak itu rasanya hidupku berantakan."
😣😣😣
Hari ini Riana sedang mengemas keripik jualannya. Nadia masih sibuk syuting. Tak apalah, Riana juga mendukung sahabatnya itu agar memiliki karir yang selama ini di mimpikan oleh Nadia.
"Keripik selesai ." Ujar Riana sambil menghitung kemasan keripik yang akan di kirim.
Orderan banyak. Uang banyak. Riana sedikit tersenyum.
Hari yang melelahkan. Dari semalam Riana mengerjakannya. Ada sebagian keripik yang besok harus dia bawa ke kantin kampus.
"Khusus pria galak itu aku buatkan satu yang level lima belas. Aku siapkan selalu di tas, jadi bila bertemu dengan dirinya lagi maka aku akan masukkan ke dalam mulutnya agar dia tahu rasa pedas seperti apa." Riana mengoceh sendiri.
😉😉😉
Sementara itu di kantor Ranto.
"Besok kita ada jadwal kuliah, kamu jangan lupa !" Angga mengingatkan.
Ranto mengangguk sambil berkata, "Aku mau kamu sterilkan area kampus. Aku tidak mau bertemu dengan Riana sekaligus bodyguardnya yang bernama Seno !"
Angga bingung, "Bagaimana bisa steril ? Itu merupakan area publik. Bila ingin steril bisa di sekeliling kamu saja, kita bawa bodyguard untuk berjaga-jaga di sekitar kamu."
"Bolehlah kalau begitu. Tapi aku harap mereka menjaga jarak dengan diriku. Aku tidak nyaman." Jawab Ranto.
Angga mengiyakan.
Ranto mengingat sesuatu, "Dodi si fotografer itu apa dia orang yang profesional ?"
Angga menjawab, "Iya, Dodi adalah salah satu fotografer favorit artis ibukota. Dia juga pernah memenangi The Internasional Photography Award ( IPA ). Memangnya kenapa ?"
Ranto tersenyum sinis, "Rada aneh orangnya. Aku pikir kamu mengirim fotografer abal-abal."
Angga terkekeh, "Aku tidak pernah salah memilih orang."
"Yakin ?" Tanya Ranto
"Iya. Seribu persen."
"Tapi setiap dia ada di dekatku sepertinya dia berbicara tentang iblis demon dan dia berkata akan melindungi Konoha. Seperti Naruto saja." Ranto menjelaskan.
Angga tersenyum mendengarnya, "Dodi hanya terlalu terinspirasi dengan Naruto. Walaupun begitu hasil kerjanya sangat baik."
__ADS_1
"Dodi si Naruto." Batin Angga.
Tidak enak rasanya bila Ranto mengetahui yang sebenarnya.
"Jadi postingan di media sosial sudah baik hasilnya bila fotografernya sekelas itu ? Berarti Seno sudah kalah ?" Ranto bertanya kepada Angga.
Angga menghela nafas berat, "Sedang dalam proses mengalahkan Seno, semua ini tidak semudah membalik telapak tangan Bos."
"Soal sekecil itu kamu tidak bisa, asisten macam apa kamu ini ?" Penuh emosi Ranto mendengar hasil pekerjaan asistennya itu.
Angga menunduk lemah, "Maaf, Bos."
Ranto mengendurkan dasinya sedikit, "Besok harus ada laporan yang baik soal ini. Kamu mendengarnya, Angga?"
Angga menggangguk saja, malas untuk menyahut.
"Kalau begitu saya permisi dulu Bos." Pinta Angga. Dia harus menyelesaikan persoalan postingan hari ini juga.
"Hem." Seperti biasa jawaban Bos Ranto.
😥😥😥
Angga memutar-mutar kursinya sambil memejamkan mata mencari ide.
"Bos sedang marah karena jumlah followers dirinya belum juga mengalahkan Seno. Aku harus bagaimana?" Angga berbicara sendiri di ruangannya.
Lalu Angga memanggil Pak Budi ke ruangannya.
Setelah Pak Budi datang, Angga bertanya, "Pak Budi, menurut kamu, bagaimana caranya agar followers Bos cepat meningkat ?"
"Kamu memang cerdas." Puji Angga.
Pak Budi tersenyum, "Jadi, kita kerjakan seperti apa, Bos Angga?"
"Misi followersnya?"
Pak Budi mengangguk, "Iya, misi followersnya."
Angga segera memberi arahan, "Saya mau semua karyawan mulai dari level atas sampai level bawah mengikuti akun Bos Ranto mulai dari hari ini."
"Tak terkecuali Pak?"
Angga mengangguk, "Ya, tak terkecuali."
"Lalu setiap postingan apapun dari akun Bos harus kalian beri tombol like." Sambung Angga kemudian.
"Apapun Pak ?"
Angga menarik nafas, "Ya, apapun!" Katanya menegaskan.
Pak Budi mengerti sekarang.
"Apa ada kompensasi lagi Pak?" Tanya Pak Budi malu-malu kucing garong.
"Dasar mata rupiah." Batin Angga.
__ADS_1
"Setiap pulang kantor akan ada pemeriksaan petugas keamanan di pintu keluar tiap lantai. Pemeriksaan handphone. Bila yang kedapatan tidak mengikuti akun Bos Ranto maka akan langsung di pecat tanpa surat peringatan." Angga mengeluarkan ancaman yang terpaksa dia keluarkan.
Pak Budi menelan ludah. "Pahitnya." Batin Pak Budi.
Namun bukan Angga namanya kalau tidak mempunyai hati yang baik untuk para karyawan, "Namun, bila ada karyawan yang membuktikan jika dia bisa mengajak seluruh keluarga atau kerabatnya atau temannya atau apalah itu untuk menjadi followers Bos Ranto dan selalu memberi tombol like pada setiap postingan, maka karyawan tersebut berhak mendapatkan tambahan gaji setiap bulannya sebesar setengah bulan gaji. Ini berlaku sampai dua bulan ini."
Dan seketika Pak Budi tersenyum lebar.
"Maksud Pak Angga misi kami kali ini menjadi followers bergaji selama dua bulan?" Tanya Pak Budi meyakinkan sekali lagi kepada Angga.
"Cerdas." Puji Angga.
"Siap Pak!" Jawab Pak Budi senang.
Pak Budi pun segera mengumpulkan karyawan untuk di briefing.
Dengan sumringah Pak Budi mengumumkan, "Rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian?"
"Baik Pak." Jawab mantan penonton bergaji itu serempak.
"Apa kalian siap menerima misi baru di luar pekerjaan kalian sebagai dedikasi kalian untuk perusahaan?"
"Siap Pak!"
Dan seketika mereka membayangkan uang setumpuk yang akan di berikan oleh bos mereka ketika mendengar kata " misi ".
"Kalian akan menjadi followers Bos Ranto di media sosial. Klik tombol like untuk postingan apapun yang ada setiap hari. Bila tidak ikut menjadi followers maka siap-siap pensiun dini."
Para mantan penonton bergaji cemberut mendengar kata pensiun dini alias PHK.
Pak Budi paham cara menaikkan mood mereka, "Namun bila bisa mengajak orang lain entah itu tetangga atau teman diluar lingkungan kerja untuk menjadi followers dan memberi tombol like selama dua bulan maka setiap bulan akan diberikan tambahan setengah bulan gaji."
Seketika senyum cerah ceria terpancar di wajah calon followers bergaji.
"Bagaimana?" Tanya Pak Budi setengah meledek.
"Setuju..." Jawab mereka bersama-sama.
"Apa kalian semangat?"
"Semangat." Masih kompak
" Ye..ye...jadi followers..." Pak Budi mengajarkan. Dan di ikuti oleh mereka.
" Ye..ye...Pak bos senang kita senang..." Pak Budi mengajarkan lagi dan diikuti mereka.
" Ye..ye.. followers bergaji besar..." Teriak mereka kompak tanpa disuruh oleh Pak Budi.
Jadilah mereka sebagai calon followers bergaji.
💘💘♥️♥️
Follow me 📝✍️
dee.reeana.24
__ADS_1