
Para bodyguard Ranto yang lebih terlatih dan berkualitas tinggi mematahkan serangan demi serangan yang di lancarkan oleh para bodyguard Lala.
Untunglah Angga sudah berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mengantisipasi kekacauan yang ada.
Lala di tangkap oleh salah satu bodyguard Ranto.
Lala berteriak histeris.
"Kamu tidak tahu siapa aku? Aku bisa saja menghancurkan kamu dan keluarga kamu tujuh turunan!"
Bodyguard Ranto itu tak bergeming mendengar Lala yang sedang mengancamnya.
Hidupnya pernah di tolong dan di angkat dari lembah hitam yang menjerat dirinya oleh kepala yayasan tempatnya di rekrut sebagai bodyguard dan kepala yayasan itu adalah salah satu sahabat Ranto.
Jadi dirinya tak gentar menerima ancaman oleh siapapun bila dalam melaksanakan tugas yang di berikan oleh Bos Ranto.
Riana yang sedang menangis tidak menyangka akan di tolong oleh Ranto yang galak itu.
Bahkan dia tidak bilang akan pergi kemana.
Ranto mendekati Riana, lalu mengusap pipi Riana yang basah oleh air mata dengan lembut.
Ranto memeluk Riana yang masih menangis untuk menenangkannya.
"Sudah, kamu tenang ya. Ada aku di sini.
Tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu."
Riana menangis dalam pelukan Ranto, rasa hangat menjalari tubuh Riana.
Seno yang melihat semua itu hanya tertegun.
Dia tak menyangka Riana akan dekat dengan orang yang selama ini bertengkar dengan Riana dan dirinya.
Walaupun banyak lelaki yang menyukai Riana namun tidak ada yang berani melewati dirinya untuk mendekati Riana.
"Apa yang sebenarnya terlewatkan oleh diriku ?" Batin Seno.
Ranto segera melepas jas yang di pakainya untuk menutupi tubuh Riana yang basah dan kedinginan.
Betapa marahnya Ranto melihat kondisi Riana yang seperti itu.
Riana tidak menolak ketika Ranto merengkuhnya erat. Memberinya kehangatan yang belum pernah Riana dapatkan dari seorang lelaki.
Angga menyuruh para bodyguard Ranto untuk membawa semua bodyguard Lala dengan tangan terikat.
Mereka harus mempertanggung jawabkan semuanya.
__ADS_1
Lala masih di dalam ruangan namun tangannya tetap di pegang oleh salah seorang bodyguard Ranto.
"Bukankah kamu sudah aku beritahu untuk menjauhi milikku!" Ranto berteriak kepada Lala.
Lala menyeringai, "Kamu dengar Seno sayang, wanita kesayangan kamu sudah menjadi miliknya."
Seno menatap Riana yang sekarang berada dalam pelukan Ranto.
Rasa cemburu membakar hati Seno.
Riana yang di tatap oleh Seno seketika langsung ketakutan karena peristiwa yang baru saja terjadi.
Dia langsung mendekap Ranto dengan erat seolah mencari keamanan.
Ranto membelai lembut rambut Riana, "Tenang saja, ada aku disini."
Ranto berteriak kepada Seno, "Berhentilah menatapnya! Kamu tidak melihat kalau dia ketakutan."
Seno tidak peduli omongan Ranto, dia malah mendekati Riana, "Riana, maafkan aku. Semua kulakukan hanya karena aku begitu mencintai kamu. Aku hanya ingin memiliki dan dimiliki oleh kamu."
Riana yang masih ketakutan langsung berlindung di balik badan Ranto sambil terus memeluknya. Dia menangis kembali.
"Lihat Seno, kamu menakutinya!" Ranto marah pada Seno.
Seno mendorong Ranto, "Tidak usah turut campur, Bang!"
"Jelas aku harus turut campur, Riana adalah kekasihku!" Ranto juga mendorong Seno dengan keras, tak percuma dia ikut berlatih karate untuk menandingi Seno.
"Sejak kapan kalian sepasang kekasih?" Seno bertanya hal yang menurut dia tak mungkin.
"Kamu lihat pakaian yang selalu Riana kenakan adalah pakaian milikku. Itu menandakan dia adalah milikku!" Ranto berkata sambil menarik kerah baju yang milik Seno.
Seno masih memandang Riana yang berada di balik tubuh kekar Ranto, "Katakan itu tidak benar, Riana?"
"Apa bahasa tubuhnya kurang meyakinkan? Dia tidak akan pergi dan menolak pelukan dari diriku." Ucap Ranto sambil merengkuh Riana yang masih ketakutan.
Dan Riana tidak menolak.
Lala yang melihat hal itu hanya bisa tertawa, "Seno, sudahlah sayang! Bahkan yang kamu dambakan adalah milik orang."
"Diam kamu!" Seno membentak Lala.
Lalu Seno menghampiri Lala, "Kamu tidak akan aku maafkan karena berbuat jahat kepada Riana sewaktu kamu menculiknya. Seumur hidup tidak akan kuberikan hati ini kepadamu. Hanya Riana belahan hatiku!"
Lala hanya tersenyum sinis, "Tidak apa, yang penting kita menikah. Aku terlalu mencintai kamu, sayang."
"Kamu tidak apa-apa, Riana?" Tanya Ranto lembut.
"Tolong, jangan lepaskan pelukanmu!" Pinta Riana lirih.
__ADS_1
Ranto mengangguk lalu membelai rambut Riana, "Kamu aman bersamaku."
Lala ingin pergi dari tempat itu, namun bodyguard itu tetap memegang tangannya, "Lepaskan, aku mau pergi!"
"Bos?" Bodyguard itu memanggil Ranto dengan maksud bertanya harus di apakan wanita ini.
"Jangan kamu lepas wanita itu! Dia terus mengusik milikku tanpa tahu malu!" Ranto masih dalam mode marah.
Lala mendengus, "Aku tidak ada urusan dengan diri kamu, Tuan Ranto!"
Ranto tersenyum sinis, "Bukankah asistenku Angga sudah datang pada dirimu dan memperingatkan untuk tidak menyentuh milikku sedikitpun?"
Lala mencoba berontak, "Wanita murah milikmu sudah mencoba merayu Seno kesayangan aku. Bahkan mereka mencoba lari dari pernikahan yang sudah aku siapkan."
Ranto terperanjat, "Benarkah itu, Seno ? Kamu mau membawa Riana pergi jauh?"
Riana pun tak kalah terkejut, dia mengusap air mata di pipinya.
Seno masih menatap Riana, "Ya, aku memang berniat membawa Riana pergi jauh untuk menikah denganku dan berbahagia bersamanya. Hanya dia yang boleh menjadi ibu dari anak-anakku."
Ranto sangat marah.
Angga berusaha memisahkan mereka dengan susah payah.
"Kamu harus mengetahui satu hal, Seno! Riana itu milikku! Hanya milikku!" Ranto masih dalam mode marah.
Seno bangun karena tadi sempat terjatuh, "Aku yang pertama kali mengenal dan menjaga serta melindunginya. Aku yang selalu ada untuk dirinya. Akulah yang pertama mengusap air mata yang turun di pipinya."
Angga masih menahan Ranto untuk tidak memukul Seno kembali, "Tapi sayangnya dia tidak mencintai kamu!"
Seno tersenyum kecil, "Tak mengapa Riana tidak mencintai diriku ini, yang terpenting aku akan mencintainya seumur hidupku, sepanjang jalan hidupku. Kalau tadi kalian tidak mengganggu, maka sudah pasti Riana adalah milikku selamanya."
Amarah dalam diri Ranto semakin membara mendengar apa yang Seno katakan, "Memilikinya dengan cara tidak benar seperti itu yang kamu maksud dengan mencintainya, memang kamu harus aku beri pelajaran!"
Angga terus saja menahan mereka yang sama-sama emosi.
Seno semakin memanaskan suasana hati Ranto, "Walau Riana tidak mencintai aku tapi hanya aku yang boleh memilikinya. Riana adalah milikku, bagaimanapun caranya!"
Yang satu mudah terbakar dan satunya lagi semangat untuk membakar.
Riana yang melihat hal itu menjadi bingung, dirinya masih berada dalam keterkejutan akan apa yang tadi dia dengar bahwa Seno akan mengajaknya pergi dan menikah, padahal Seno tidak mengatakan apapun kepada dirinya.
Bahkan perlakuan Seno kepada dirinya masih membuatnya terkejut bukan main, tidak pernah sekalipun Seno berbuat kurang ajar selama Riana mengenalnya. Tidak seperti hari ini.
"Berhenti kalian!" Teriak Riana sebelum akhirnya dia jatuh pingsan.
💠💠💠💠💠
follow me : dee.reeana.24 ✍️📝
__ADS_1