
Ketika para lelaki jahat itu ingin menyentuh tubuhnya, Riana berteriak histeris, tak menyangka hidupnya akan seperti ini.
Salah seorang dari mereka yang berambut gondrong memegang tangan Riana agar tidak berontak.
Dan seorang dari mereka yang bermata bulat bertugas memegang erat kaki Riana.
Namun itu tidak akan terjadi karena para pengawal Ranto sudah tiba.
Ya...mereka telah tiba tepat pada waktunya.
"Urus mereka!" Titah Sang Raja kepada Angga dan para bodyguardnya.
Ranto langsung sigap melindungi Riana yang sedang menangis ketakutan. Dirinya langsung memeluk Riana dan menggendong ala bridal style keluar dari gudang itu.
Ranto mendekap erat Riana penuh sayang.
Ranto menenangkan Riana yang ketakutan, "Tenang sayang, kamu sudah aman. Ada aku di sini."
Sementara itu..
Para bodyguard Ranto di dalam gudang menangani anak buah Lala dengan mudah, ternyata level mereka di atas anak buah Lala.
Angga yang tadinya ingin ikut membantu hanya menjadi penonton yang terus tersenyum senang.
Tidak salah dia memilih orang-orang pilihan dari agensi langganannya.
Tidak usah di tanyakan bayarannya berapa.
Para bodyguard pilihan Angga mematahkan serangan lawan dengan mudah.
Mereka melemparkan lawan-lawannya yang sudah babak belur ke depan Angga.
Suara hadiah bentakan dari Angga kepada salah satu anak buah Lala yang berambut cepak.
"Ini hadiah untukmu karena telah membuat Bos kesayanganku marah!"
Angga membentak lagi anak buah Lala lainnya yang berambut gondrong.
Tadi Angga melihat sekilas, laki-laki inilah yang memegang tangan Riana.
"Ini untukmu karena telah membuat jadwalku menjadi berantakan!"
Para bodyguard pilihan Angga menyodorkan satu laki-laki lagi.
Angga tersenyum sinis pada laki-laki berbadan lebih kecil daripada rekan-rekannya yang sudah babak belur.
"Butuh hadiah?" Angga menawarkan dengan sinis kepada laki-laki itu.
Laki-laki itu menggeleng sambil berusaha bersimpuh di kaki Angga.
"Ampuni saya." Pintanya setengah menangis.
Angga tertawa kecil, "Preman menangis?"
Laki-laki itu malah semakin menangis terisak, "Saya mempunyai anak istri, ampuni saya Tuan."
Angga menepis tangan laki-laki itu yang berusaha meraih kakinya.
"Jika kamu punya istri seharusnya kamu malu. Bukankah kamu tadi hendak membuka baju wanita itu !"
__ADS_1
Angga marah sekali, "Bahkan bila istrimu mengetahui hal ini, aku yakin dialah orang yang pertama akan menghajar dirimu!"
Laki-laki itu terdiam, didalam hatinya membenarkan perkataan Angga
"Khusus untuk kamu. Aku akan cari tahu siapa istri dan keluargamu. Lalu aku akan menceritakan langsung kepada istrimu bagaimana kelakuan suaminya. Aku ingin mengetahui bagaimana reaksinya." Angga memberi peringatan.
"Jangan Tuan, bisa habis saya tidak di beri jatah harian."
Angga tersenyum geli dalam hati.
Laki-laki itu tidak juga berhenti terisak, "Aku akan melakukan apa saja asal Tuan jangan memberitahu istri saya."
"Apa saja?" Tanya Angga untuk meyakinkan.
Laki-laki itu mengangguk.
"Baiklah. Aku pegang pembicaraan kita ini. Lain kali bila aku membutuhkan kamu, kapanpun dan di manapun apakah kamu siap?"
Laki-laki itu mengusap air matanya, "Siap."
Angga berkata, "Janji laki-laki!"
Laki-laki itu mengulanginya, "Janji laki-laki!"
Angga melihat musuhnya yang bermata bulat tampak ketakutan ketika Angga mendekatinya, laki-laki itu menutupi kepalanya takut akan di pukul oleh Angga.
Angga mengingat hal ketika dia baru memasuki gudang ini. Dia melihat laki-laki itulah yang memegangi kedua kaki Riana.
Lalu Angga menyuruh para bodyguard pilihannya untuk memegang musuhnya agar mereka berdiri.
Mereka sudah babak belur di hajar para bodyguard.
Setelah mereka berdiri semua dengan di pegang oleh para bodyguard yang berdiri di samping, Angga segera menghubungi aparat keamanan.
Angga kesal sekali dengan mereka.
"Lain kali bila kalian mengusik Bos maka kalian tidak akan aku ampuni ! Mengerti !"
"Baik, mengerti Tuan."
Angga ingin segera menyusul Ranto tapi sebelumnya, Angga menepuk bahu ketua tim bodyguard pilihannya, "Good Job."
Ketua tim tampak sumringah.
Sebelum keluar gudang Angga berpesan, "Jaga Bos Ranto seperti ini, pertahankan kualitas kalian. Apapun perintahnya kerjakan dengan baik. Dan semuanya harap laporkan kepadaku."
"Baik Bos Angga." Jawab mereka kompak.
"Bos.."
Angga menoleh karena salah satu dari bodyguard Ranto memanggilnya.
"Soal kontrak bagaimana?"
Angga tersenyum, "Langsung dua kali kontrak. Dan kontrak ketiga kalian akan menjadi karyawan tetap sampai usia pensiun walaupun bukan menjadi bodyguard Bos lagi."
Para bodyguard itu semuanya sumringah.
"Karyawan tetap.."
Masa depan yang lebih baik tergambar di pikiran mereka. Karena mereka tak akan selalu muda. Kemampuan mereka sebagai bodyguard akan terkikis oleh usia.
__ADS_1
Hanya disini, bersama Bos Ranto mereka bisa menjadi karyawan tetap.
Dalam hati mereka berjanji akan setia dan memberikan apa yang terbaik untuk majikannya.
"Terima kasih, Bos.." Jawab mereka kompak.
👍👍😎👍👍
Angga melangkah keluar, di lihatnya Ranto sudah berada di dalam mobil bersama Riana.
"Bos.."
Ranto menaruh telunjuk tangannya di depan mulut tanda bahwa Angga tidak boleh bicara.
Riana sedang tertidur di pelukan Ranto dengan mata sembab sehabis menangis.
Ranto mendekapnya erat sambil mengusap rambut Riana dengan sayang agar tertidur pulas.
Angga segera melajukan kendaraannya keluar dari komplek pergudangan itu. Dan tak lama di ikuti oleh kendaraan para bodyguard.
Angga melajukan kendaraannya cepat sekali.
Teleponnya berbunyi tanda ada pesan masuk.
Angga segera menepikan kendaraannya untuk membaca pesan yang masuk.
Prosedur keselamatan ketika sedang berkendara memang di terapkan oleh Angga, apalagi sedang membawa Ranto.
Ternyata pesan itu dari Ranto yang duduk di belakang bersama Riana.
"Kecepatan 200 kilometer per jam? Apakah kamu mau membuat kesayangan aku bangun dari tidurnya!"
Ranto berkirim pesan via telepon dengan Angga agar Riana tak terbangun.
Angga membalas chat dari Ranto.
"Ini mobil mewah Bos, bukan odong-odong."
Ranto tersenyum sinis, lalu membalas chat dari Angga.
"Apakah kamu mulai melawan aku ?"
Angga tersenyum. Lalu dia membuat chat balasan, "Sepertinya begitu."
Ranto membalas lagi, "Besok surat mutasi untuk ke Surabaya akan ada di atas meja kamu. Bukankah kamu rindu dengan sekretaris Popi?"
Angga menerima chat dari Ranto dan membacanya.
Seketika mood Angga menjadi tidak baik.
Bila dirinya di pindahkan ke Surabaya maka sekretaris Popi akan terus bersamanya. Angga tidak suka wanita centil itu yang selalu bergelayutan tak tahu diri padanya.
Angga membalasnya dengan setengah kesal.
"Baiklah. Setiap membawa kelinci kecil itu maka mobil mewah ini akan berubah menjadi odong-odong."
Ranto membacanya dan tersenyum senang. Lalu di balas lagi chat dari Angga
"Lalu kapan odong-odong ini akan berjalan?"
💠💠😘😘💠💠
__ADS_1
Follow Instagram 📝✍️ dee.reeana.24