Cinta Itu Berat

Cinta Itu Berat
Chapter 22 ( Kehilangan Jejak mu)


__ADS_3


"Gimana Jo? Enak tidak? Ini saya pesan tadi di warung langganan saya. Pesannya saja tiga jam baru di antar karena banyak pelanggan yang mengantri."


Riana bertanya kepada Jojo tentang ayam geprek miliknya yang tidak jadi dia makan dan memberikannya kepada Jojo.


"Aduh Non, ini pedas sekali. Kalau Non yang memakannya bisa-bisa menjadi diare." Seru Jojo sambil makan nasi bersama ayam sambel geprek.


Jojo minum banyak air untuk menghilangkan rasa pedas di lidahnya.


"Maaf ya, Jo. Tadi saya salah pesan. Seharusnya level 2 eh jadi level 12."


"Ya, tidak masalah Non. Walau pedas tapi ini enak."


"Iya."


Jojo membereskan makanannya yang sudah selesai dia makan.


"Tadi Non bilang teringat seseorang bila makan ayam sambel geprek ini, kalau boleh tahu siapa orangnya Non ?"


Riana tersenyum, "Pria galak rasa sambel ayam geprek yang suka memaksakan keinginannya kepada orang lain."


Riana menyodorkan tisu basah kepada Jojo .


Jojo tersenyum, "Kalau nanti saya bertemu sama orangnya biar saya marahi bila dia masih galak dan memaksakan kehendaknya sendiri sama Non Riana."


"Benar kamu akan memarahinya?" Tanya Riana berbinar-binar.


Jojo yang melihat Riana senang merasa bangga.


"Tenaga saya masih kuat Non. Saya adalah bodyguard handal walaupun usia saya yang paling tua dari semua bodyguard di yayasan. Kalau soal tenaga dan strategi untuk menyerang musuh saya jagonya." Ujar Jojo membanggakan diri.


Riana mengacungkan jempolnya, "Iya. Saya yakin kamu yang terbaik."


"Kalau Non Riana ada apa-apa tinggal teriak atau hubungi saya maka tidak akan ada lagi yang akan mengganggu." Pesan Jojo.


Riana mengangguk lalu berkata, "Terima kasih sudah baik sama saya. Saya rindu kasih sayang seorang saudara. Bolehkan saya menganggap kamu ini kakak saya ?"


Jojo terharu, "Boleh Non. Saya juga akan menganggap Non Riana adalah adik saya."


Riana memeluk Jojo yang mempunyai badan kekar.


Riana melihat muka Jojo agak memerah dan berkeringat, "Kenapa, Jo?"


"Perut saya rasanya mules, Non."


"Terlalu pedas ya?" Tanya Riana tak enak hati.


Jojo mengangguk, "Saya tidak kuat makan pedas, Non."


Riana panik, "Kenapa kamu tidak bilang?"

__ADS_1


"Tidak masalah, Non. Sesekali merasakan makan pedas. Ya sudah, tunggu saya ya Non, jangan kemana-mana nanti Bos Ranto marah bila Non jauh dari saya."


"Ya, saya tunggu disini."


Jojo pun lekas pergi ke toilet meninggalkan Riana.


Beberapa kali Seno berusaha menemui Riana untuk bertanya tentang keadaan Riana sesudah peristiwa yang tak mengenakkan dengan Lala. Namun tak pernah berhasil.


Bodyguard Riana yang bernama Jojo itu selalu berusaha menghalangi siapapun mendekati Riana terlebih lagi Seno Aji.


Tampaknya hari ini adalah hari keberuntungan Seno. Dia tak melihat ada Jojo di dekat Riana. Langsung saja Seno Aji menarik tangan Riana menuju ke area luar kampus untuk berbicara dengannya.


Seno menarik Riana ke gang sebelah kampus yang mana itu adalah arah rumah sewa Riana.


Menurut Seno lebih aman disini.


"Seno, tolong lepaskan tanganmu ini!" Seru Riana.


"Riana, aku hanya ingin minta maaf atas semua yang terjadi kepadamu. Maafkan aku Riana. Maafkan aku yang tak bisa melindungi kamu dari Lala. Maafkan aku yang membuat kamu masuk ke dalam masalah keluargaku."


Riana berkata dengan pelan, "Sudahlah Seno, semua sudah berlalu."


"Apa yang terjadi kepada kamu, Riana ? Katakan padaku apa yang di perbuat oleh anak buah Lala!"


Riana terdiam sebentar, "Sudahlah Seno. Aku tidak ingin kita terlalu dekat. Lala adalah calon istri kamu. Nanti dia bisa marah bila melihat kita seperti ini.


"Riana, kamu harus tahu bila aku harus menikah dengan Lala hanya untuk membela keluarga aku."


"Tidak mengapa, Seno. Tapi kita sudah tidak bisa dekat seperti ini. Bahkan bila kita katakan hubungan yang ada hanya berteman, calon istri kamu itu tetap juga tidak percaya."


Seno mengusap rambut Riana dengan penuh rasa sayang, "Walaupun aku menikah dengan siapapun termasuk Lala sekalipun, diri ini tetap mencintai kamu, Riana. Selamanya hati ini hanya untuk kamu."


Riana tahu Seno begitu mencintainya. Dia juga menyayangi Seno seperti saudara sendiri.


Berat rasanya bila harus jauh dari Seno yang selalu menemani dirinya saat susah dan senang.


Seno meminta sesuatu, "Riana, maukah kamu pergi denganku hari ini. Pernikahan aku akan di percepat karena peristiwa itu Lala mengadu kepada keluarganya. Mereka seperti ingin menjerat aku dalam penjara cinta Lala secepatnya."


Riana menunduk, "Apakah tidak akan terjadi masalah? Aku takut Seno. Aku takut Lala akan melakukan hal seperti itu lagi."


Seno memegang kedua tangan Riana, "Lala sedang sibuk dengan urusan pernikahan, dia menginginkan pernikahannya seperti di negeri dongeng. Aku tak berminat sedikitpun. Aku juga tadi berhasil mengelabui anak buah Lala yang selalu mengikuti aku kemana saja."


Riana setuju, "Baiklah. Anggap saja hari ini aku membayar semua perhatian kamu kepada aku selama ini."


Seno sumringah, "Terima kasih, Riana."


Mereka berangkat naik motor sport milik anaknya Pak Ujang tetangga Riana di ujung gang. Seno memberikan beberapa lembar uang berwarna merah sebagai uang sewa. Mereka tidak bisa memakai mobil Seno karena terparkir di dalam kampus."


Seno membawa Riana keluar kota.


Sementara itu....

__ADS_1


"Maaf Bos. Saya kehilangan jejak Non Riana. Tadi saya sedang diare jadi bolak balik ke toilet. Saya sudah katakan kepada Non Riana untuk menunggu saya sebentar." Jojo menjelaskan mengapa dia bisa kehilangan jejak Riana.


Ranto yang mendengarnya menjadi marah, "Manusia cerdas! Bila sakit ya harusnya kamu bilang kepada Angga agar di gantikan sementara dengan bodyguard yang lain. Kalau sudah begini, kamu aku gantikan bukan untuk sementara lagi tapi untuk selamanya!"


Angga menyela, "Sabar Bos. Diare itu datang tidak terduga. Tadi Jojo juga sudah laporan dan aku sedang mengirim bodyguard pengganti untuk menggantikan sementara dirinya. Namun penggantinya belum tiba Riana sudah pergi."


Ranto merapihkan dasinya, "Tapi kenapa sulit untuk mencari Riana?"


"Mungkin Non Riana sedang jalan-jalan, Bos." Sela Jojo.


Ranto mengebrak meja, "Sudah! Kamu tidak perlu bicara dengan saya lagi!".


Jojo langsung terdiam.


Angga menarik nafas melihat kelakuan sahabatnya, "Coba aku lihat foto terakhir Riana. Bila dia masih memakai kemeja milik kamu maka kita bisa lacak melalui GPS. Semua kancing kemeja itu di pasangi alat pelacak."


"Cepatlah kalau begitu. Aku takut terjadi apa-apa dengan Riana." Ranto sudah tidak sabar.


Angga segera membuka gadgetnya. Dia mencari apakah GPS nya masih aktif.


Dan ya, terlihat masih bergerak aktif. Itu artinya Riana masih memakai kemeja milik Ranto kemanapun dirinya pergi.


Namun tampaknya jauh sekali posisi Riana.


"Bos.." Angga memanggil Ranto dengan nada cemas.


"Apa? Cepatlah! Jangan jadi asisten lelet kamu !" Ranto masih dalam mode marah.


"Riana sedang berada di kota Bandung."


"Cepatlah kamu siapkan mobil kita ke sana sekarang juga ! Batalkan semua jadwal untuk beberapa hari ke depan ! Dan bawa semua bodyguard kecuali dia !" Ranto memerintah dengan cepat.


Jojo sebagai orang yang di maksud hanya bisa menunduk.


Memang semua adalah salahnya mengapa dia kena diare setelah memakan nasi paket dengan ayam sambal geprek yang Riana berikan padanya hanya karena Riana mengatakan bila makan ayam sambel geprek itu maka dia langsung teringat kepada seseorang.


Jojo pikir Riana sedih mengatakan seperti itu, dia tak tahu kalau orang yang di maksud adalah Ranto, pria galak rasa sambel geprek.


Jojo yang selama beberapa hari ini mengawal Riana merasa sayang pada Riana seperti adiknya sendiri jadi dia tak mau kalau Riana sampai sakit apalagi karena sambel geprek dengan level paling pedas.


Angga yang tahu kegelisahan Jojo menghampirinya, "Tak usah di ambil hati omongan Bos Ranto, dia memang galak. Tapi sebenarnya baik hati. Lebih baik kamu ke dokter yang ada di lantai dasar dan beristirahat. Berharap saja Riana baik-baik, agar kamu juga selamat !"


Jojo merasa bersalah, "Saya tahu, itu sudah resiko saya melalaikan tugas untuk menjaga orang yang seharusnya saya lindungi."


Angga memegang bahu Jojo sekedar memberi kekuatan.


Sambil melangkah keluar Ranto berkata, "Pecat dia!"


Jojo pun makin lemas.


💠💠😘😘💠💠

__ADS_1


Follow Instagram 📝✍️ dee.reeana.24


__ADS_2