Cinta Itu Berat

Cinta Itu Berat
Chapter 12 ( Memaksa Menjadi Kekasih )


__ADS_3


Angga yang sedang berada di dalam mobil terlihat kebingungan melihat bosnya kembali lagi ke arah mobil. Padahal hujan masih lebat.


Angga membuka pintu mobil dari dalam, "Ada apa bos ?"


Ranto tersenyum, " Ambilkan baju kemeja yang tergantung di dekat kamu itu." Katanya sambil menunjuk ke arah baju kemeja yang tergantung di dekat Angga.


" Ini baju untuk rapat nanti siang, Bos." Jawab Angga mengingatkan.


"Hem." Ranto mengangguk.


Angga mengerutkan alisnya, "Lalu apa yang akan kamu lakukan, Bos? Baju kamu tampak tidak terlalu basah."


Angga berpikir bosnya itu ingin berganti pakaian.


"Sudahlah cepat berikan kepadaku !!" Ranto mulai memerintah tidak sabaran.


Angga pun langsung mengambilkan baju yang berada di dekatnya itu.


Suara pintu di banting.


Angga pun langsung menghela nafas. Untung sahabat.


" Untuk apa Ranto meminta baju itu. Bajunya tidak perlu di ganti karena sepertinya tidak terlalu basah." Hati Angga dipenuhi pertanyaan.


🤔🤔🤔🤔🤔


Ranto setengah berlari menuju kantin, dia takut Riana kedinginan karena bajunya basah semua.


Di kantin Riana yang kedinginan tampak sedang mengelap tasnya menggunakan tisu kering yang ada di meja kantin, " Baguslah tasnya tadi aku masukkan ke dalam plastik. Coba kalau tidak, bisa basah buku dan makalah yang sudah aku buat." Batin Riana.


"Ini ." Ranto memberikan sebuah kemeja ke depan Riana.


"Apa?"


"Ini kemeja milikku. Untuk sementara kamu bisa memakainya karena baju kamu tampak basah sekali." Sahut Ranto.


Riana menggeleng, " Tidak perlu. Rumah yang aku sewa berada tepat di sebelah kampus ini. Aku mau pulang sebentar untuk berganti baju."


Ranto tersenyum meledek, "Yakin?"


Riana mengangguk.


Ranto tersenyum kecil, "Kamu tidak lihat kampus sudah ramai. Apalagi sebentar lagi jam perkuliahan sudah mulai. Perlu waktu yang tidak sebentar untuk bolak balik ke tempat sewa kamu walaupun ada di sebelah kampus."


Riana berpikir sebentar.


" Sudah tidak perlu berpikir. Cukup ke toilet untuk berganti bajumu dengan ini. Apa hari ini kamu sedang berbaik hati untuk beramal kepada para pria dengan itu ?" Ranto berkata sambil tersenyum kecil.


Riana langsung cemberut merasa kesal.


Ranto tertawa.


Dengan kasar Riana mengambil kemeja milik Ranto yang tadi di sodorkan ke depannya dan langsung berlari ke arah toilet.


Ranto masih tertawa, "Lucu kamu " gumam nya.


😉😉😘

__ADS_1


Ketika sudah selesai berganti baju, Riana menatap ke depan kaca yang terdapat di toilet.


"Terlihat kebesaran sih tapi halus sekali kemeja ini. Terasa nyaman. Beda sekali dengan kemeja milikku. Ada apa dengan pria galak itu ya ? Pagi ini dia baik sekali. Mungkin gara-gara otaknya terkena air hujan." Riana tertawa sendiri.


Riana menghampiri Ranto yang masih terlihat duduk di kantin, "Terima kasih. Untuk sementara aku pinjam dulu kemeja ini. Nanti aku cuci dan aku kembalikan."


Ranto menatap Riana yang sedang berbicara di hadapannya, "Mengapa bertambah cantik dirinya bila memakai kemeja milikku."


" Hem." Jawab Ranto sambil tidak berhenti menatap Riana.


"Ya sudah, jadwal kuliahku sudah mau di mulai. Aku pergi dulu." Pamit Riana.


Ranto menarik tangan Riana dan memegangnya, "Aku antar."


" Aku bukan orang yang mau menyebrang lalu perlu di gandeng tangannya." Ucap Riana sambil melihat ke arah tangannya yang di pegang oleh Ranto.


Ranto hanya tersenyum sambil menarik Riana dengan paksa agar mengikuti dia berjalan.


Ranto yang menoleh ke arah Riana langsung mencubit pipi Riana dengan tangan kanannya yang masih menganggur, "Jangan cemberut. Nanti ku jadi cantik."


Riana makin cemberut sementara Ranto tertawa kecil.


Mereka nampak seperti sepasang kekasih, beberapa orang yang mengenal Riana dan Ranto menyapa mereka sambil melihat ke arah tangan mereka berdua sambil tersenyum dan meledek mereka berdua.


Ada yang bilang, " Cie..cie..."


Ada yang berkata, " Romantis pagi-pagi hujan begini.."


Ada juga yang otak gratisan, " Traktir nih.."


🤗🤗🤗


Rina yang melihat Riana dan Ranto bergandengan tangan terlihat kesal. Rina adalah mantan Ranto yang dari dulu masih menyukai pria itu.


Rina cemberut, "Melihatnya menggandeng perempuan itu saja aku sudah kesal apalagi aku barusan melihat perempuan itu memakai kemeja Ranto, apa yang sudah mereka lakukan? Bukankah Ranto orang yang susah move on?" Tanyanya kepada diri sendiri.


🤔🤔🤔


"Sudah sampai di sini saja, seperti kamu tahu saja aku mau ke arah mana." Riana berkata sambil berusaha melepas tangan Ranto.


Ranto menatap Riana, " Baiklah."


Riana kesal, "Iya, tapi lepas dulu tangan kamu ini."


Ranto tersenyum, "Bila aku tidak mau bagaimana?"


Riana cemberut, "Dasar! Pacar bukan, kekasih juga bukan apalagi suami malah main pegang-pegang tangan orang sembarangan!"


"Berarti kamu mau menjadi pacar aku, kekasih aku dan menjadikan aku calon suami kamu, begitu?" Sahut Ranto sambil tersenyum penuh kesenangan.


"Apaan sih!" Riana tak habis pikir.


"Deal! Mulai sekarang kamu adalah pacar, kekasih, sekaligus calon istriku.Tidak bisa mundur lagi!" Sahut Ranto tegas sambil tersenyum.


Riana melotot.


Ranto melepas pegangan tangannya perlahan, "Nanti siang aku antar pulang ya kekasihku." Ucapnya sambil mengelus lembut pipi Riana.


Lalu Ranto berlalu meninggalkan Riana yang terpaku akan perlakuan Ranto barusan kepadanya.

__ADS_1


"Buaya darat!" Riana mengumpat setelah tersadar.


😉😉


Angga sudah menyelesaikan pekerjaannya. Lalu dia keluar dari dalam mobil.


Hujan sudah agak reda.


Setengah berlari Angga menuju ke dalam kampus dari arah parkiran.


Di lihat bosnya sedang tersenyum-senyum sendiri sambil menatap tangannya.


"Kenapa tangannya Bos?" Ledek Angga.


Ranto berhenti tersenyum, "Rahasia."


Angga terkekeh, "Pagi-pagi terkena air hujan membuat otak ikut korslet ya Bos ?"


" Hem." Jawab Ranto.


"Nanti siang selesai kuliah, kita langsung mengikuti rapat dengan pimpinan PT Mahligai." Angga mengingatkan sekali lagi.


Ranto terdiam, "Kenapa aku bisa lupa, bagaimana dengan janjiku tadi kepada Riana ?"


"Kamu saja yang menemuinya. Aku ada urusan penting." Ranto menyuruh Angga mewakili dirinya rapat.


"Urusan penting apa ? Tidak ada dalam jadwal." Sahut Angga.


"Sudahlah! Kamu jadwal ulang lagi pertemuan kita dengan mereka."


Angga terpaksa mengiyakan.


"Urusan apa Ranto sampai membuat dia terlihat senang pagi hari seperti ini ?" Angga hanya bisa bertanya dalam hati.


"Nanti selesai kuliah kamu langsung ke kantor. Pekerjaan terlalu banyak hari ini!" Perintah Ranto.


"Aku juga tahu Bos, masalahnya pekerjaan Bos juga banyak di kantor." Sahut Angga tak mau kalah.


"Aku cuti hari ini." Sahut Ranto singkat.


"Bagaimana bisa begitu, Bos?"


Ranto tertawa, "Aku bosnya!"


Angga mengangguk lemah, "Ya...ya..ya.."


Ranto masih membayangkan pertemuan tadi dengan Riana, rasanya Riana masih ada dalam dekapannya.


"Manis." Gumam Ranto pelan.


Angga mendengarnya.


"Bos, Anda sehat ?" Tanya Angga yang melihat Ranto melamun sambil tersenyum-senyum sendiri.


Ranto menoleh, "Mengganggu saja kamu!"


Angga tertawa.


"Bos, kemana kemeja yang tadi kamu bawa?"

__ADS_1


💠💠💠😜😜


Follow Instagram 📝✍️ dee.reeana.24


__ADS_2