Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Diam Bukan Tak Tahu


__ADS_3

Diamnya Dina selama ini bukan berarti dia tidak tahu akan segala asa yang sedang dialami mas Bagus suaminya. Selentingan kabar dan bisik-bisik tetangga tentang suaminya yang hinggap di telinga tak berani Dina sampaikan dengan terus terang kepadanya. Sikap keras mas Bagus, membuat Dina lebih memilih untuk diam dari pada harus menanyakan soal kebenaran tentang sengketa rasa yang sedang mas Bagus alami. Toh bila hal itu ia tanyakan kepada mas Bagus, ujung-ujungnya hanya akan terjadi pertengkaran dalam keluarganya. Meski Dina sulit memendam rasa cemburu dan kecewa dalam dada akan sikap mas Bagus yang dingin, menyibukkan diri dalam toko butik miliknya menjadi satu-satunya pilihan Dina demi mempertahankan bahtera rumah tangganya. Hobi Dina akan dunia fashion membimbing suka cita Dina dalam menjalankan bisnis baru yang menghasilkan keuntungan lumayan besar bagi keluarga. Apalagi bila menjelang hari lebaran, keuntungan dari bisnis dagangnya bisa mencapai sepuluh kali lipat adanya. Banyaknya pembeli dan pelanggan yang datang membeli aneka baju, celana dan rok model masa kini ke butik milik Dina. Membuat Dina selalu tersenyum ramah menyapa tiap pembeli yang ada. Selama ini ketekunan Dina dalam mengelola bisnis di butik miliknya sudah banyak menghasilkan keuntungan, mulai dari mobil, motor dan ruko sudah dapat Dina beli dari hasil usaha butik yang ia jalani. Tapi harta dan kekayaan yang sudah Dina miliki seakan terasa hampa, sebab cinta mas Bagus kepada diri Dina selama ini masih dibayang-bayangi sosok Yuli mantan kekasihnya. Dina bagai lilin kecil yang selalu sabar bersinar menerangi kegelapan, meski sakit terasa tapi diam adalah sikap demi menanti sebuah kesadaran hati mas Bagus yang entah kapan datangnya. Hanya doa yang selalu Dina panjatkan kepada tuhan semoga kesetiaan yang ia miliki mampu menyatukan dirinya dengan mas Bagus dalam mahligai yang telah mereka bina.

__ADS_1


Kesetiaan seorang istri mampu menembus kebohongan yang Bagus sembunyikan selama ini. Kini disaat mas Bagus terpuruk, Dina tetap setia menerangi sisi gelap yang dirahasiakan Bagus selama ini. Bagus yang dulu terbawa akan ego dan rasa kepada Yuli mantan kekasihnya, kini menjadi malu dengan diri sendiri. Disaat derita yang ia alami justru sinar Dina tetap setia menerangi dan menemani. Sadar diri kini membimbing Bagus berubah menjadi suami yang penyayang. Kehadiran Dina adalah tempat berlindung jiwa dari duka lara yang mas Bagus alami. Tuhan maha tahu akan segala yang ada, sehingga Dina diciptakan untuk mendampingi dirinya. Bagus kini bangkit lagi, dia kini merasa sedang bulan madu kembali dengan Dina istrinya. Perhatian dan kasih sayang mas Bagus kepada Dina bak embun yang selalu membasahi bunga di malam hari. Dina kini tersenyum bahagia akan sanjung dan buai mesra sang kesatria yang selalu membawa terbang ke awang-awang setiap malam. Air mata dan kesabaran yang Dina pupuk kini menuai hasil. Dina memanjatkan syukur kepada tuhan atas kepingan cinta yang kini telah kembali utuh seperti semula.

__ADS_1


Lima bulan kemudian, perut Dina tiba-tiba terasa mual hingga membuat Dina berkali-kali muntah di kamar mandi. Melihat istrinya muntah-muntah di kamar mandi, Bagus pun segera membawa Dina ke dokter untuk memeriksa kesehatan. Bu dokter yang telah memeriksa Dina, kini tersenyum sambil mengucapkan selamat kepada mas Bagus yang sedang panik menunggu di ruang lobi. Selamat ya pak Bagus, istri anda sekarang sedang hamil tiga bulan. Bagus tersenyum seraya memanjatkan syukur atas anugerah yang telah tuhan berikan. Pagi itu Bagus menyetir mobilnya dengan riang, tangannya berkali-kali membelai pipi mulus Dina yang bersandar di kursi dengan wajah pucat membias kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2