Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Tabur Bunga


__ADS_3

Sepuluh hari setelah kapal selam KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang, pihak TNI AL kemudian mengundang seluruh istri dan keluarga dari 53 awak Nanggala 402 untuk melakukan tabur bunga.


Prosesi tabur bunga pada Jumat (30/4/2021) yang diselenggarakan di atas KRI dr. Soeharso di lokasi tenggelamnya kapal selam Nanggala 402, dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.


Acara tabur bunga, dibuka dengan upacara militer, setelah doa bersama ratusan personel TNI AL beserta keluarga ABK KRI Nanggala 402 secara bergantian menabur bunga, di lokasi tenggelamnya kapal selam Nanggala 402.


Lagu Gugur Bunga yang selalu menggema di setiap pemberitaan Nanggala 402 yang mengalami musibah di media televisi itu, kini menggema kembali bersama prosesi tabur bunga.


Gugur Bunga


Cipta: Ismail Marzuki


Betapa hatiku takkan pilu


Telah gugur pahlawanku


Betapa hatiku takkan sedih


Hamba ditinggal sendiri


Siapakah kini pelipur lara


Nan setia dan perwira


Siapakah kini pahlawan hati

__ADS_1


Pembela bangsa sejati


Telah gugur pahlawanku


Tunai sudah janji bakti


Gugur satu tumbuh seribu


Gugur bungaku di taman bakti


Di haribaan pertiwi


Harum semerbak menambahkan sari


Telah gugur pahlawanku


Tunai sudah janji bakti


Gugur satu tumbuh seribu


Saat prosesi tabur bunga, seluruh keluarga ABK KRI Nanggala 402, larut dalam kesedihan tak terkira. Beberapa keluarga Awak Nanggala 402 ada yang jatuh pingsan, ada yang memanjatkan doa dan ada juga yang saling menguatkan keluarga satu sama lain, bahkan KSAL Yudo Margono bersama istri tidak kuasa menahan tangis dan berbaur dengan perwira TNI AL dan keluarga korban kapal selam Nanggala 402.


Sementara seluruh rakyat Indonesia yang menyaksikan prosesi tabur bunga dari 53 keluarga awak Nanggala 402 di atas KRI dr. Soeharso di lokasi tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 yang disiarkan langsung lewat media televisi, juga ikut larut dalam kesedihan mereka.


Menyaksikan para istri bersama anak-anak mereka yang masih kecil turut serta melakukan tabur bunga, seluruh rakyat Indonesia hanya bisa mengelus dada merasakan sedih, seraya berdoa untuk kebaikan anak-anak dari 53 awak KRI Nanggala 402. Para istri awak Nanggala 402 kini menjadi janda, dan anak-anak mereka yang masih sekecil itu, kini harus menjadi Yatim adanya.

__ADS_1


Anak-anak sekecil itu, masih sangat butuh bimbingan dan didikan dari ayah-ayah mereka, tapi kini ayah mereka telah pergi untuk selamanya. “Siapakah kini yang akan membimbing dan mendidik anak-anak mereka tanpa ayah di sampingnya?” batin Galih (salah satu warga) yang ikut sedih dan miris saat menyaksikan prosesi tabur bunga di media televisi di rumahnya.


Sebagai warga, Galih turut serta mendoakan mereka, ia merasa yakin dan optimis kalau para istri dari 53 awak nanggala 402 yang kini telah menjadi janda, akan mampu mendidik dan membimbing anak-anak mereka.


Kekuatan mental para istri awak Nanggala 402 yang kini menjadi single parents, menjadi harapan sekaligus tulang punggung bagi anak-anaknya, agar mereka menjadi generasi terbaik seperti almarhum ayah mereka.


Meski kesedihan melanda para istri, anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan suami mereka dalam musibah kapal selam Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali sepuluh hari yang lalu tersebut. Dan juga beratnya hari-hari kedepan mereka tanpa suami yang menjadi pemimpin keluarga bagi istri dan anak-anaknya. Namun keyakinan dan harapan atas jasa para suami selama hidup yang telah mendidik dan menanamkan nilai-nilai patriotisme, akan mampu menjadikan istri mereka menjadi Srikandi-Srikandi harapan bangsa dalam mendidik anak-anak mereka.


“Siapakah kini pelipur lara


Nan setia dan perwira


Siapakah kini pahlawan hati


Pembela bangsa sejati


Telah gugur pahlawanku


Tunai sudah janji bakti


Gugur satu tumbuh seribu


Gema syair ‘Gugur Bunga’ yang menggema saat prosesi tabur bunga, semakin menambah syahdu hati para istri awak Nanggala 402 yang ikut melarungkan bunga di lokasi perairan tenggelamnya kapal selam Nanggala.


Air mata haru istri dari 53 awak Nanggala 402, terus mengalir di pipi, mereka tak kuasa menahan sedih atas kehilangan suami mereka yang begitu tiba-tiba dan menggetarkan jagat raya. Musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402, membuat Rakyat Indonesia menangis, Negara berduka atas gugurnya awak Nanggala 402 sebagai pahlawan penjaga kedaulatan negara.

__ADS_1


Butir-butir doa dari seluruh rakyat indonesia dan simpatisan negara tetangga terus mengalir mengantar kepergian 53 awak Nanggala sebagai kusuma bangsa istirahat dengan tenang di alam keabadian sana.


“Semoga 53 kru KRI Nanggala 402 mendapat tempat termulia di sisi tuhannya, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan bisa sabar dan ikhlas melepas kepergian suami mereka. Dan semoga para istri dan anak-anak dari 53 awak Nanggala 402 selalu mendapat perlindungan dan bimbingan dari tuhan dalam menjalani hidup mereka.” Amin.


__ADS_2