Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Jatuhnya Ndaru


__ADS_3

Tiga hari suasana di desa Sumber Balong, mendadak sepi dari kampanye. Sebab hari itu dan dua hari berikutnya, adalah masa tenang sebelum pemilu kades yang akan berlangsung pada Senin pagi.


Kampanye offline jeda, tapi kampanye online masih terus berseliweran di masing-masing hp pendukung calon kepala desa yang ada.


Meski hari tenang, tapi timses sangat pandai melakukan peran dalam misi mensukseskan calon kades mereka. Mereka secara diam-diam menyasar warga dengan membawa amplop ataupun sembako untuk warga yang mau mendukung calon kades yang mereka.


Tiga malam, suasana desa kian memanas, sebab timses pak Seno dan Timses mas Indra kini bergerak menyasar ke basis pendukung mas Bakti di dusun Balong.


Timses mas Bakti kini kewalahan menangkal serangan-serangan kampanye dari kubu lawan. Bahkan pembagian tugas timses dalam menjaga warga pendukung jagoan mereka, agar tidak tergiur bujukan timses lawan kini semakin berat di hadapan. Separuh timses mas Bakti yang berjaga di pedukuhan Cenang, terpaksa ditarik sebagian ke dusun Balong untuk menjaga dari gencarnya serangan timses lawan.


Dusun Cenang yang ditinggalkan oleh separuh timses dari mas Bakti, kini menjadi agak longgar. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh timses Yuli untuk mendekatkan diri lewat diskusi ringan dengan sekian warga di dusun Cenang.


Malam itu gonjang-ganjing batin calon-calon kades terasa tidak karuan. Sebab sekian timses dari lima calon kades, bergerak viral menebar umpan demi mendapat dukungan tambahan.


Gerakan timses ke segala arah, kian cekatan bak kaki-kaki gurita yang bergerak dibawah kendali tim inti sebagai garis depan sang calon-calon kades yang ingin mencapai sebuah kemenangan.


***


Dua hari kemudian di malam ‘H’ suasana desa kian tegang, sebagian dari warga dan timses calon kepala desa, rela begadang di pos mereka masing-masing demi menjaga pendukung mereka dari sasaran timses lain yang akan menyuap mereka.


Sebagian warga pendukung fanatik masing-masing calon kepala desa, ada juga yang selalu melantunkan dzikir dengan tasbih yang selalu diputar di jari tangan mereka.


Malam semakin larut dan sepi, sebagian timses dan warga masih asyik dalam obrolan sambil menikmati kopi dan bermain gaple sebagai hiburan. Mereka juga tak segan untuk memperingatkan timses lain yang selalu bergentayangan di malam yang kian merangkak pelan.


“Hi! Sudah malam, waktunya warga istirahat. Anda sebaiknya pulang saja, daripada anda terus berkeliaran kesana-kemari mengundang kecurigaan.” Ucap Jarjit anak buah mas Bakti

__ADS_1


Tak mau mengambil resiko dan juga ciut nyali, tiga orang timses mas Indra yang sedang mencari masa pun langsung beranjak pergi meninggalkan Jarjit dan kawan-kawan di pos jaga dalam menjaga keamanan.


Waktu seolah bergerak lambat, membuat beberapa orang pemuda yang sedang berjaga di pos ronda, kini mulai terlelap di pos mereka.


Sementara jauh dari pusat desa, Ustadz Salam yang baru selesai melaksanakan shalat malam, kini berdiri di sudut desa sambil memutar tasbih di tangan. Mulut ustadz Salam terus komat-kamit melapalkan dzikir di tengah kesunyian. Pukul 01.30 dini hari, Ustadz Salam tiba-tiba kesiap memandangi sorot benda bersinar yang bergerak di atas angkasa raya.


Benda bersinar terang bak bintang berekor di atas angkasa tersebut, mula-mula bergerak cepat ke arah barat menuju rumah calon salah satu calon kepala desa di dusun Rejo. Namun tak berselang lama, benda bercahaya terang tersebut, bergerak lagi meluncur terbang ke arah timur di dusun Turi. Setelah diam beberapa saat di dusun Turi, benda bercahaya itu, lalu lenyap dan tak tampak lagi.


Padahal, di sebelah barat atau di dusun Rejo, ada tiga orang calon kepala desa, mereka adalah Pak Seno, pak Asrori dan mas Indra. Sementara di dusun sebelah timur yakni dusun Turi, ada satu calon kades yakni Yuli.


Analisa sementara menurut Ustad Salam, kemungkinan terbesar Yuli lah yang akan menjadi kepala desa tersebut. Sebab benda bercahaya atau ndaru tersebut jatuh di dusun Turi tempat Yuli berdomisili.


Keesokan pagi, kabar dan silang pendapat antar warga masyarakat di desa Sumber Balong kian beraneka ragam.


Sementara warga yang melihat Ndaru jatuh di rumah pak Seno, mereka mengatakan,  bahwa pak Seno lah yang kemungkinan besar akan terpilih kembali menjadi kepala desa.


Informasi jatuhnya ndaru memang tidak sembarang orang bisa melihatnya. Namun ada juga beberapa warga yang kebetulan melihat sekilas saja pergerakan ndaru tersebut.


Sebagian warga yang hanya sekilas melihat pergerakan ndaru menuju ke arah barat, tentu pendapat mereka tidak sama dengan warga yang hanya melihat pergerakan ndaru menuju ke timur.


Khabar munculnya ndaru di tengah malam, menjadikan multi tafsir dari sekian orang yang kebetulan menangi sebagian pergerakan ndaru pada malam tersebut.


Ndaru hanyalah sebuah fenomena alam yang kadang munculnya seolah menunjukan akan adanya suatu keberuntungan. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan patokan mutlak akan suatu kemenangan. Sebab, bisa jadi ndaru tersebut masuk ke dalam bumi kemudian bergerak ke salah satu kediaman calon kades yang tidak masuk ke dalam prediksi sebagian warga yang saling bersilang pendapat.


Sementara sebagian calon kades yang tidak percaya akan suatu tanda atau fenomena alam adanya ndaru yang menjadi salah satu indikasi akan suatu kemenangan, terus saja mengerahkan timses mereka dalam serangan fajar.

__ADS_1


Menurut logika matematis mereka, pergerakan timses yang menyasar warga/pendukung calon kades lain, justru lebih mengena dalam mempengaruhi keputusan politik warga untuk berbelok arah mendukung diri mereka.


Menurut mereka, sumbangan nyata berupa uang atau sembako kepada warga, itu lebih mengena dalam mempengaruhi keputusan politik atau hak pilih sebagian warga dalam pemilu kades nanti.


Namun di luar kesadaran dan logika calon kades tersebut, sebagian warga ternyata ada yang hanya mau menerima bantuan dari mereka saja. Sebab menurut sebagian warga, selama tidak ada akad atau kesepakatan tertulis antara timses dengan warga penerima santunan tersebut, maka warga tetap bebas menyalurkan hak politik mereka sesuai hati nurani mereka.


“Terima uangnya, tapi jangan pilih orangnya!” Gema jargon politik yang selama ini menggema menjelang pemilu kades di desa.


Jargon politik yang didengungkan untuk menjaga demokrasi tersebut, seolah meresap ke dalam sanubari warga untuk tetap menyalurkan hak politik mereka secara murni.


****


Pagi menjelang siang, pemilu kades di desa Sumber Balong pun berlangsung sangat meriah. Pukul 07.30 pagi, semua warga masyarakat hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan aspirasi suara politik mereka.


Sementara lima orang pengantin calon kepala desa yang duduk di atas panggung (Indra, Seno, Asro, Bakti, dan Yuli) terus menebar senyum kepada setiap warga yang hendak mencoblos kartu suara pada bilik kamar tempat pemungutan suara.


Optimisme calon-calon kepala desa sebelum pemungutan suara berlangsung boleh saja, tapi ketika pemungutan suara berlangsung, senyum dan wajah-wajah siapa yang akan menang ataupun kalah, kini mulai terbias di senyum dan aura wajah mereka.


Hiruk-pikuk ramainya warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam melakukan pencoblosan surat suara di bilik TPS, terus berjalan adem dan lancar-lancar saja.


Akselerasi jiwa antara warga yang mempunyai hak pilih dengan lima orang calon kades dan timses mereka, tentu tidak sama. Warga masyarakat merasa nyaman setelah menyalurkan hak pilih mereka di TPS, tapi hati 5 orang calon kades dan timses mereka, kian terasa dag dig dug sebelum penghitungan akhir hasil pemilu kades sebagai jawaban finalnya.


Wajah-wajah sebagian calon kades dan timses mereka kian tampak galau dan cukup tegang. Dan putaran waktu, seakan berjalan sangat lambat akan sebuah penantian hasil di akhir penghitungan di akhir pemilu kades nanti.


Pukul 12.00 siang, pemungutan suara pun selesai, jeda waktu selanjutnya adalah istirahat selama 60 menit.

__ADS_1


Tiap kelompok timses yang ada, kini bergumul dalam obrolan/diskusi di tengah galaunya hati. Secangkir kopi dan sebatang rokok yang mereka hisap, seakan tak mampu mengusir galaunya hati.


__ADS_2