
Menurut pendapat warga, terpilihnya Yuli menjadi kepala desa, merupakan sebuah bentuk keniscayaan. Sebab, hal ini merupakan sejarah pertama desa Sumber Balong dipimpin oleh seorang kepala desa wanita. Fenomena tersebut membuat sebagian warga masyarakat desa Sumber Balong merasa ragu akan kemampuan Yuli sebagai kepala desa. Sementara di sisi lain, sebagian warga lainya justru merasa optimis akan kemampuan Yuli dalam memimpin desa. Mereka (warga pendukung Yuli) begitu yakin bahwa Yuli kelak akan mampu membawa perubahan besar di desa mereka.
Ada-ada saja pendapat warga, sehingga opini yang berkembang di tengah-tengah masyarakat pun beraneka rupa, bak warna bunga yang bermekaran di musim penghujan yang baru bermula. Perbedaan pendapat antar warga, merupakan sebuah rahmat yang membuat Yuli merasa kian tertantang untuk selalu bersemangat dalam melakukan pengabdian di desa.
Yuli merasa yakin bahwa setiap ada kesulitan, disitu tentu ada kemudahan dan jalan keluarnya. Dan jalan terbaik untuk memecahkan setiap permasalahan yang ada, adalah tetap melangkah dan mengerjakan setiap hal yang ia bisa. Seumpama memindahkan gunungan pasir dari satu tempat ke tempat lainnya untuk membangun sebuah istana. Bila hal tersebut berat dilakukan sekaligus, maka jalan terbaiknya adalah memindahkan satu demi satu ember pasir ke lokasi pembangunan istana. Pepatah lama mengatakan: "Sedikit demi sedikit, tentu lama-lama akan menjadi bukit." Itulah yang bisa Yuli lakukan untuk menjawab keraguan mereka.
Seiring waktu berlalu, Yuli kian fokus pada persoalan sinergitas perekonomian di tingkat desa. Hal pertama yang ia lakukan adalah membentuk dan menyusun kembali struktur kepengurusan Bumdes yang sempat mandek dan vakum pada masa kepemimpinan pak Seno dulu.
Melalui musyawarah desa, Yuli dan BPD kemudian sepakat untuk mengangkat mas Galih kembali sebagai nahkoda Bumdes pada periode kali ini. Selain sudah berpengalaman, Galih juga memiliki rekam jejak cukup bagus dalam mengelola Bumdes pada periode tahun yang lalu..
Perlu diketahui yah pemirsa, Galih adalah orang pertama peletak dasar berdirinya Bumdes pada periode kepemimpinan pak Seno dulu. Cuman karena Galih tidak mau diperalat oleh pak Seno, Galih pun akhirnya mundur dari jabatan ketua Bumdes tersebut.
__ADS_1
Dan kini setelah Galih diangkat kembali oleh Yuli sebagai ketua Bumdes, Bak joki motor GP 500, Galih pun siap untuk menggeber kembali mesin motor GP di arena laga. Sebab selain memiliki kapabilitas, kejujuran dan pengabdian tinggi kepada warga masyarakat, Galih juga bercita-cita ingin menjadikan desa sebagai pusat pertanian dan cikal bakal kemajuan ekonomi sebuah negara.
Mari kita Intermezzo sejenak ya pemirsa
Bila berbicara tentang sosok pemuda desa yang bernama Galih ini, maka akan mengingatkan kita pada sosok Ahok sang mantan gubernur DKI. Ahok yang pernah termarjinalkan gara-gara ayat yang dipelintirkan oleh lawan politiknya, menyebabkan Ahok akhirnya gagal untuk maju dan mengikuti kontestan pilkada DKI di periode berikutnya. Yang lebih menyakitkan lagi, Ahok juga harus masuk bui, gara-gara pemelintiran ayat oleh Buni Yani.
Politik memang kejam, tapi rupanya tuhan memang maha adil, hingga setelah Ahok selesai menjalani masa tahanannya, ia justru kemudian diangkat menjadi komisaris BUMN oleh kementerian terkait. Bagi seorang kesatria, kedudukan atau jabatan bukanlah hal yang utama, sebab yang lebih utama dari semuanya adalah mereka yang bisa melakukan hal terbaik dan bermanfaat untuk rakyat banyak sepanjang masa.
Galih yang begitu mengagumi sosok tokoh nasional yang bernama Ahok tersebut, bertekad untuk memajukan Bumdes demi kejayaan pemerintahan desa dan warga masyarakat pada umumnya. Kapabilitas yang Galih miliki, siap menggerakkan kuas dengan tinta emasnya dalam mengukir sejarah baru yang akan dipersembahkan untuk generasi bangsa. Bak guru bangsa, warisan tertinggi yang akan dikenang sepanjang masa oleh rakyat adalah teladan dan dedikasi tertinggi untuk negara.
Seorang guru tidak harus melulu menjadi tenaga pendidik di ruang kelas pada suatu instansi sekolah formal seperti pada umumnya. Sebab, ketika seorang murid telah mendapatkan ilmu dari guru, kemudian si murid tersebut memegang teguh ajaran dari guru dimanapun ia berada, maka sejatinya ia telah menyerap ilmu sejati dari gurunya. Ilmu dan teladan dari guru yang murid terapkan dan amalkan dalam kehidupan, menyebabkan si murid tersebut pun layak mendapatkan tongkat estafet/predikat sebagai guru juga. Bukankah seorang pejabat yang jujur dan selalu memegang teguh sumpah jabatan dalam melaksanakan tugasnya, adalah guru bagi bawahannya? Sebuah syair mengatakan: “Kita jadi pintar dibimbing pak guru, kita jadi pintar dibimbing bu guru. Guru bak pelita, penerang dalam gulita, jasamu tiada tara.”
__ADS_1
“Selamat datang mas Galih, pengabdian dan dedikasi-mu untuk warga masyarakat desa Sumber Balong tercinta ini, sangat kami harapkan.” ucap Yuli memberi selamat usai melantik mas Galih sebagai ketua Bumdes yang baru.
Galih hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala, menyambut jabat tangan Yuli selalu kepala desa, dan juga beberapa anggota BPD yang hadir di balai desa.
Di bawah kepemimpinan kepala desa yang baru, Galih pun menatap optimis akan kejayaan masa depan desa di masa yang akan datang. Dan hasil pemetaan potensi desa yang dulu pernah Galih tulis dalam buku kerja tapi belum sempat terealisasi, kini siap untuk dieksekusi. Beberapa catatan Galih ketika masih menjabat ketua Bumdes pada periode tahun lalu, diantaranya:
1. Melimpahnya sumber air di desa Sumber Balong\, selain bermanfaat untuk irigasi dan pertanian\, juga bisa dimanfaatkan untuk wisata air/waterpark yang dapat menambah income atau pendapatan untuk desa.
2. Suburnya tanah pertanian di desa Sumber Balong\, selain menghasilkan hasil panen pertanian yang bagus\, juga sangat prospektif untuk digalakkan program peternakan secara intensif.
3. Mengingat letak desa Sumber Balong yang sangat strategis sebagai jalur utama penghubung antar desa. Dengan adanya dukungan pasar konvensional milik desa\, maka adanya Pujasera (Pusat jajanan khas dari desa) dan tempat pengisian bahan bakar kendaraan (POM)\, juga sangat prospektif sebagai bentuk usaha baru untuk meningkatkan pendapatan ekonomi desa.
__ADS_1