
Setelah enam tahun pak Seno memimpin masyarakat desa Sumber Balong, maka secara hukum yang berlaku pak Seno dinyatakan berakhir sebagai kepala desa.
Masa berakhirnya pak Seno sebagai kepala desa Sumber Balong, menjadikan suasana politik di desa ini semakin hangat. Kabar-kabar tentang nama calon kepala desa selain nama pak Seno, kini mulai menyebar di seantero desa. Dua nama calon kepala desa baru kini muncul di permukaan berita yang menjadi ulasan hangat setiap warga.
Obrolan hangat warga di warung kopi pun hanya seputar nama-nama dari calon kepala desa yang akan maju dalam pemilihan calon kepala desa nanti. Meski pemilihan kepala desa di desa Sumber Balong kurang tiga bulan lagi, tapi wajah-wajah lama calon kepala desa yang dulu kontes mencalonkan diri dalam pemilihan calon kepala desa enam tahun lalu kini muncul kembali.
Dua orang pesaing pak Seno dalam periode pemilihan kepala desa enam tahun lalu yakni pak Deni mantan kepala desa dan Budi.
Mas Budi yang dulu pernah bersaing dengan pak Seno, kini siap tampil kembali untuk merebut tampuk kepemimpinan di tingkat desa. Selain nama Budi, juga ada pendatang baru yang siap maju untuk bersaing dalam pemilihan kepala desa kali ini, dia adalah pak Joni.
__ADS_1
Flashback.
Sebelum Budi menikah dengan Yuli, ia memang pernah mencalonkan diri sebagai calon kepala desa, tapi Budi belum beruntung. Akumulasi perolehan suara saat penghitungan hasil pemilu, perolehan suara pak Seno lebih unggul mengalahkan perolehan suara Budi dan Deni sehingga Pak Seno lah yang akhirnya terpilih menjadi kepala desa.
Kembali ke awal.
Meski Yuli sudah mencegah agar Budi tidak maju lagi dalam pemilihan calon kepala desa kali ini. Tapi karena ambisi terpendam Budi, ia pun tidak menggubris saran dari Yuli istrinya.
Menurut hitungan secara ilmu matematika, uang tabungan Yuli dan mas Budi sebenarnya bisa mereka gunakan untuk membeli sawah atau membuka cabang baru Warung Sederhana milik mereka. Tapi karena ambisi terpendam Budi, ia pun rela mengeluarkan uang tabungan miliknya itu untuk modal politik demi tercapai cita-cita kepala desa pada pemilihan kali kedua ini.
__ADS_1
Bulan juni, Budi mengatur strategi politiknya, tiap dusun dari empat dusun yang ada di desa sumber balong, ia pasang tiga orang tim sukses untuk mencari massa yang siap mencoblos hak suaranya untuk Budi pada pemilihan kepala desa nanti.
Budi tak segan mengeluarkan uang untuk tim suksesnya dalam mencari dukungan dari hanya satu orang yang memiliki hak suara pada pemilu calon kepala desa nanti. Budi juga tak segan menyumbangkan uang untuk pembangunan fasilitas umum yang ada di desa.
Demikian pula pak Seno dan pak Joni, mereka punya strategi sendiri untuk meraih simpati dari 3000 warga desa yang memiliki hak suara dalam pemilu nanti.
Ketiga calon kepala desa yang dulunya tidak mau tahu dengan keadaan warga masyarakat miskin di desa, kini mereka menjadi orang paling dermawan. Mereka terus saja tebar pesona, agar warga mau memilih dirinya menjadi kepala desa.
Rekam jejak pak Seno sebagai kepala desa pada masa kepemimpinan periode tahun lalu, Budi dan tim suksesnya rasa kurang maksimal, sehingga Budi memandang sebelah mata sosok pak Seno. Pesaing berat mas Budi dalam pemilihan kepala desa kali ini adalah pak Joni sebagai pendatang baru yang belum punya noda di mata masyarakat.
__ADS_1