
Masa kampanye menjadi ajang bagi calon kepala desa untuk menyapa dan memantapkan warga pendukung mereka. Jadwal anjangsana calon-calon kepala desa dalam menyapa warga pendukung mereka, kian ramai mewarnai indahnya demokrasi di tingkat desa.
Kerja keras tim sukses calon kepala desa dalam mencari simpati dan dukungan dari warga untuk masuk dalam gerbong barisan calon kepala desa yang mereka usung, kian seru. Mereka bekerja dengan mengerahkan segenap pikiran dan tenaga setiap waktu.
Kerja keras tim sukses seolah terbayar lunas, manakala mereka berhasil mempertemukan calon kades jagoan mereka dengan sekian warga yang telah berhasil timses kumpulkan di pedukuhan mereka.
Sore itu sekitar pukul 08.00 selepas shalat isya, sekian ratus warga Rt 01 Pedukuhan Balong telah berkumpul di balai rumah Pak Kasdi untuk menyambut mbak Yuli yang sebentar lagi akan hadir untuk menyapa mereka.
Tak lama kemudian, dengan cukup gagah dan sedikit membusungkan dada, tim sukses tersebut mengawal mbak Yuli yang hendak memasuki balai rumah Pak Kasdi yang telah dipenuhi warga. Senyum Yuli merekah indah kala menyambut senyum dari warga pendukung yang cukup antusias menyambut kehadirannya.
Setelah dipersilahkan oleh moderator, mbak Yuli lalu menyampaikan orasi kepada warga.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” ucap Yuli
“Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,” jawab hadirin kompak.
“Yang saya hormati para sesepuh dan tokoh-tokoh masyarakat di Rt. 01 dusun Balong.
Yang saya hormati, bapak-bapak dan ibu-ibu juga para pemuda dan pemudi warga Rt. 01 dusun Balong.
Yang saya hormati, bapak Kasdi selaku tuan rumah yang telah bersedia memberikan waktu dan tempat kepada saya dalam acara anjangsana perdana pada malam hari ini.
Jadi, bapak, ibu dan hadirin sekalian yang saya hormati, malam ini adalah agenda pertama saya dalam rangka anjangsana untuk memantapkan serta mensukseskan misi kita bersama dalam pemilu kades di desa yang kita cintai ini.” ucap Yuli yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin semua.
"Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat berupa sehat dan sempat kepada kita, sehingga pada malam hari ini, kita bisa bertemu dan berkumpul di majelis ini dalam keadaan sehat walafiat.
.
Kedua kalinya, marilah kita haturkan sholawat dan salam kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju ke zaman yang terang benderang ini.
Ketiga kalinya, saya ucapkan terima kasih kepada sahabat moderator, yang telah memberikan waktu kepada saya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam sambutan pada malam hari ini.
Bapak, ibu hadirin sekalian yang saya hormati, pada malam hari ini saya akan memperkenalkan diri kepada bapak ibu sekalian. Katanya? Kalau tak kenal, maka tak sayang.” ucap Yuli sambil tersenyum, dan hadirin pun ikut tersenyum juga.
“Bapak, ibu, sudah kenal toh dengan saya?” tanya Yuli.
“Sudah!” jawab hadirin sambil tersenyum.
__ADS_1
“Alhamdulillah, bapak, ibu semua, rupanya sudah kenal dengan saya,” ucap Yuli sambil tersenyum.
Hadirin pun ikut tersenyum, kala mendengar sambutan dari Yuli yang cukup gaul tersebut.
“Tapi tidak ada salahnya bila malam ini, saya akan mencoba untuk memperkenalkan diri kembali kepada bapak dan ibu hadirin sekalian, agar saya bisa selalu di hati hadirin sekalian, seperti moto SCTV.” ucap Yuli sambil tersenyum.
Lagi-lagi, hadirin pun tersenyum kembali saat mendengar sambutan dari Yuli yang cukup jenaka itu.
"Perkenalkan nama saya: Yuli Astuti atau biasa dipanggil dengan sebutan ‘Yuli’, boleh juga dipanggil ‘Astuti.’
Status: Sudah menikah dan punya dua orang anak.
Pekerjaan: Wiraswasta.
Itu saja yang bisa saya sebutkan dalam perkenalan kita kali ini, Apa ada pertanyaan?” tanya Yuli.
“No hp mbak?” cletuk tanya salah satu hadirin yang duduk di sudut ruangan.
“No hp saya 085**********\, monggo no hp saya\, boleh dicatat\, 085**********\,” ucap Yuli.
Dengan cukup cekatan, beberapa hadirin kemudian mencatat nomor hand phone Yuli di hp mereka.
Dan yang kedua: Saya Yuli Astuti mohon doa restu dan dukungan kepada bapak ibu sekalian, sebab Insyaallah saya akan ikut maju sebagai calon kepala desa di desa Sumber Balong ini.
“Bapak, ibu hadirin sekalian merestui nopo mboten (bapak, ibu hadirin sekalian merestui apa tidak)?” tanya Yuli.
“Merestui!!!” jawab hadirin kompak.
“Alhamdulillah!,” ucap Yuli sambil tersenyum bungah.
“Bapak, ibu hadirin sekalian yang saya hormati,
PR (pekerjaan rumah) terbesar kita hari ini, adalah mereformasi birokrasi pemerintahan desa! Kalau birokrasinya sudah baik dan terbuka, maka pemerataan pembangunan di desa kita akan berjalan dengan baik!
Kalau jalan-jalan sebagai sarana dan prasarana sudah baik semua! Maka perputaran ekonomi, baik itu perdagangan, peternakan dan pertanian di desa kita ini, bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat
Sebab, desa adalah tempat tumbuhnya sumber pangan, dan bila sektor pertanian, peternakan, pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) kita tata dan kelola dengan baik, maka bukan tidak mungkin desa kita akan lebih maju melebihi desa-desa yang lain!
__ADS_1
Apakah kita bisa menyelesaikan PR tersebut?!” tanya Yuli menggugah semangat hadirin yang ada.
“Bisa!!!” jawab hadirin kompak.
“Apakah kita sanggup menjadikan desa kita selangkah lebih maju melebihi desa-desa yang lain?!” tanya Yuli.
“Sanggup!!!” Jawab hadirin.
“Bagus!” ucap Yuli sambil mengacungkan jari jempol ke hadirin semua.
“Bapak, ibu hadirin yang saya hormati,
Semua PR itu bisa kita selesaikan dengan baik, tentu tidak lepas dari yang namanya kerjasama yang baik antara pemimpin dan semua lapisan warga masyarakat di desa Sumber Balong ini.
Apakah bapak, ibu siap!” tanya Yuli.
“Siap!” jawab hadirin kompak
“Agar cita-cita mulia tersebut dapat kita selesaikan bersama, maka mulai hari ini, mari kita saling berpegangan tangan rawe-rawe rantas, malang-malang putung, maju tak gentar membela yang benar!” ucap Yuli.
“Hidup mbak Yuli!” ucap Rijal
“Hidup!!” sahut warga kompak
Tepuk tangan meriah dari hadirin pun menggema menyambut antusias pidato dari Yuli sang calon kepala desa mereka.
Demikian sambutan dari saya, barangkali ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
“Sekian dari saya, saya akhiri Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!” ucap Yuli.
“Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.” jawab hadirin kompak.
Pertemuan anjangsana malam itu, diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Salam. Setelah selesai berdoa, mereka lalu makan soto bersama layaknya keluarga besar saja.
Tiga hari berikutnya, Yuli hadir anjangsana di Rt 02 dan seterusnya sesuai jadwal anjangsana selama masa kampanye tersebut.
Demikian pula calon kades lain, mereka juga super sibuk melakukan kampanye seperti halnya Yuli.
__ADS_1
Lima orang calon kepala desa tersebut terus berlomba-lomba untuk meyakinkan para pendukung mereka, agar dirinya dipilih menjadi kepala desa dalam pemilu kades nanti.