
Letak geografis Desa Sumber Balong memang cukup strategis sebab menjadi singgahan para pedagang dari desa di lereng pegunungan di atas sana.
Setiap pukul 06.00 pagi para pedagang dari lereng pegunungan yang membawa aneka hasil kebun, sudah pasti lebih dulu singgah dan menjajakan dagangan mereka di desa Sumber Balong. Setelah itu, pedagang tersebut lalu menjajakan dagangan mereka ke desa-desa berikutnya.
Ada beberapa jenis produk dagangan dalam wakul yang digendong kaum ibu-ibu dan juga kaum pria yang memikul wadah dari anyaman bambu tersebut. Mulai dari sayuran, buah kesemek, jengkol, kelapa dan tape.
Penduduk desa biasanya membeli produk makanan musiman tersebut dengan cara barter, yakni menukar dengan beras.
Desa Sumber Balong, selain masih sangat alami, di desa tersebut juga terdapat sebuah balong peninggalan leluhur yang masih lestari hingga kini. Legenda Balong (kolam ikan tambra) yang terletak di tengah desa tersebut, konon tercipta dari sebuah kelapa yang dibelah menjadi dua.
Sumber-sumber mata air yang terus mengalir ke balong hingga ke sawah ladang petani tanpa henti adalah aset terbesar yang ada di desa tersebut.
Tapi, desa se-subur itu masih belum mampu menjadi desa yang mandiri secara ekonomi. Sebab 60% lebih kaum pria dari desa Sumber Balong tersebut lebih memilih urban ke kota demi dapat menghidupi keluarga.
Mereka lebih senang mencari uang di kota yang lebih menjanjikan secara ekonomi daripada tinggal di desa.
Budaya urbanisasi warga desa ke kota memang sudah turun temurun dari kakek nenek moyang mereka sejak lama.
Budaya urban seolah cukup menggiurkan, hingga banyak pemuda desa yang merantau ke kota. Dengan urbanisasi, mereka bisa bekerja atau menjadi pedagang keliling di kota.
Padahal menumpuknya kaum urban ke kota, itu menimbulkan aneka ragam persoalan juga bagi kota itu sendiri. Seperti menjamurnya para tuna wisma dan pencemaran lingkungan yang semakin sulit penanggulangannya.
__ADS_1
Berjubelnya para pendatang dari berbagai desa, juga menjadikan persaingan antar pedagang kaki lima semakin ketat adanya.
***
Untuk menanggulangi agar warga desa tidak lagi merantau ke kota, pemerintah pusat pun mengeluarkan sebuah kebijakan agar setiap desa memiliki sebuah badan usaha (BUMDes). Program BUMDes, sudah cukup lama diupayakan oleh pemerintah pusat sebagai program unggulan untuk desa. Tapi dari sekian desa di seantero Nusantara, hanya beberapa BUMDes saja yang telah berhasil mengupayakan ekonomi di desa dengan program Bumdes tersebut.
Keberhasilan Bumdes di tiap desa, tidak lepas dari kepedulian kepala desa terhadap program pemerintah tersebut.
Semakin tinggi kepedulian kepala desa terhadap persoalan kemajuan ekonomi di desa, maka kepala desa pun akan semakin giat menghidupkan BUMDes tersebut.
***
Selaku kepala desa terpilih, Yuli tidak serta merta mengeksekusi program yang ada. Yuli mesti menunggu dilantik dulu oleh pak Camat sebagai kepala desa, agar ia bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai kepala desa.
Jauh-jauh hari sebelum Yuli mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa, Yuli memang sudah memiliki ide brilian untuk membangun desa. Kini setelah Yuli terpilih menjadi kepala desa, ia pun siap mengeksekusi ide-ide tersebut.
Ada beberapa wacana yang menjadi prioritas Yuli sebagai kepala desa yang baru terpilih sebagai kepala desa. Salah satunya adalah mengembangkan program Bumdes agar desa Sumber Balong bisa menjadi desa yang mandiri secara ekonomi.
Dan untuk memudahkan warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapurnya, gambaran sementara, adalah membentuk pusat belanja atau pasar desa.
Yang kedua adalah membuat kolam renang sebagai tempat wisata. Apalagi di desa Sumber Balong juga banyak sumber mata air melimpahnya, jadi sangat cocok sekali dengan adanya kolam renang sebagai tempat wisata.
__ADS_1
Dengan adanya tempat wisata, maka desa Sumber Balong akan menjadi tempat jujugan warga masyarakat dari desa-desa lainnya. Dengan demikian, maka desa Sumber Balong akan mendapat pemasukan ekonomi secara berkelanjutan.
Tentu dengan kerjasama yang baik antara Kepala Desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan elemen masyarakat lainnya adalah kunci keberhasilan pembangunan di desa.
***
Sesuai jadwal pelantikan, siang itu suasana balai desa Sumber Balong sangat ramai sekali dipadati oleh warga, BPD, tokoh-tokoh masyarakat, dan para tamu undangan dari kecamatan.
Dengan cukup hikmat, Pak Camat lalu mengambil sumpah setia Yuli selaku kepala desa. Bibir Yuli agak sedikit bergetar kala ia mengucapkan sumpah jabatan sebagai kepala desa di hadapan sekian hadirin yang ada.
Dengan selesainya prosesi pengambilan sumpah oleh pak Camat, maka Yuli secara resmi dinyatakan resmi memangku jabatan sebagai kepala desa di desa Sumber Balong untuk masa jabatan selama 6 tahun kedepan.
Acara setelah pelantikan kepala desa yakni ramah tamah dan makan bersama di balai desa. Suasana bahagia membuat hadirin yang ada larut dalam nuansa ceria penuh keakraban sahaja.
Usai ramah tamah dan makan bersama, mereka lalu kembali ke rumah masing-masing dengan penuh ceria.
Setelah dua bulan lamanya Yuli bergerilya memperebutkan kursi kepala desa, kini saatnya Yuli istirahat sejenak melepas segala penat yang ada.
Sabtu pagi, Yuli dan mas Juni lalu berangkat ke pantai alam indah untuk berekreasi berdua. Bulan madu ke kedua setelah sekian lama sibuk mengatur segala rencana dengan tim suksesnya demi suksesnya meraih kursi kepemimpinan di tingkat desa.
Pantai adalah tempat wisata yang menjadi pilihan Yuli dan mas Juni untuk bersantai sejenak untuk merilex kan segala beban di kepala.
__ADS_1