
Setelah tiga orang calon kepala desa tersebut (Seno, Budi dan Joni) mendaftar ke panitia pemilihan umum, ternyata Joni dinyatakan tidak lulus secara administrasi oleh team verifikasi.
Joni dan tim sukses pendukungnya jelas kecewa karena surat tanda tamat belajar palsu Joni dinyatakan tidak memenuhi syarat sesuai dengan peraturan pemilihan umum.
Pak Seno dan mas Budi yang dinyatakan lulus secara administrasi, maka mereka pun siap untuk merebut simpati dan dukungan dari 3000 daftar pemilih yang memiliki hak suara.
Mas Budi yang sejak mula lebih cepat gerak langkahnya dalam mendatangi dan memanfaatkan dana untuk kepentingan pembangunan fasilitas umum yang ada di desa, kian percaya diri akan keberhasilan langkahnya.
Budi dan tim suksesnya kian membusungkan dada, mereka optimis betul dengan pupuk tebar pesona yang telah Budi tabur jauh-jauh hari sebelum hari diselenggarakannya pencoblosan suara.
Sementara di lapisan bawah, warga masyarakat kecil sebagai pendukung dari dua calon kepala desa yang ada, kini sedang mengupas kelebihan dan kekurangan dari tiga calon kepala desa yang ada.
__ADS_1
Pagi itu semua warga masyarakat berduyun-duyun menuju ke tempat pemungutan suara untuk mengalirkan hak pilih mereka.
Pak Seno dan mas Budi duduk di atas panggung saat pemungutan suara pemilu kepala desa berlangsung. Mereka selalu menebar senyum kepada setiap warga yang hendak mencoblos kertas suara di bilik pemilihan umum.
Melihat antusias warga di tempat pemilihan umum, jantung pak Seno dan mas Budi berdebar kencang seperti penonton sepak bola di stadion kala menyaksikan pemain bola idola mereka di lapangan sedang adu tendangan pinalti ke gawang lawan.
Sejak pukul 8 pagi sampai pukul 1 siang, gema riuh lalu-lalang warga di tempat pemilihan umum menyalurkan hak suara, bak gema lebah madu dalam sarang. Pukul 1 siang proses pemungutan suara di tutup oleh panitia, jadwal selanjutnya ada istirahat selama 30 menit.
Perolehan suara pak Seno dan mas Budi terus saling kejar mengejar bak ombak di lautan. Antusiasme tim sukses dan pendukung mas Budi kerap bersuara keras mengikuti panitia yang bertugas.
"Budi... Sah!!! Budi... Sah!!!" teriak tim sukses mas Budi.
__ADS_1
"Seno... Sah... Seno... Sah... Seno... Sah...." sahut tim sukses pak Seno.
Saat pembacaan perolehan suara oleh panitia jatuh kepada nama Budi maka kata "Sah!" oleh panitia yang bertugas dan saksi terdengar sangat keras dan nyaring karena diiringi oleh suara team sukses dan pendukung dari mas Budi yang sangat antusias.
Namun saat panitia membaca perolehan suara yang jatuh kepada nama "Seno" maka kata "Sah." itu hanya terdengar dari mikrofon panitia dan saksi yang bertugas saja. Sementara pendukung pak Seno tidak berani ikut bersuara, karena mereka kalah mental dengan pendukung mas Budi yang cukup beringas.
Waktu kian sore, pendukung mas Budi yang semula tampak antusias kini mula redup suaranya, perolehan suara pak Seno kini terus mengungguli perolehan suara mas Budi.
Hasil akhir penghitungan perolehan suara pemilihan umum kepala desa Sumber Balong. Pak Seno memperoleh suara sah sebanyak 1600 suara, Budi memperoleh 1350 suara sah dan 50 suara rusak atau suara tidak sah.
Dengan hasil perolehan suara pemilihan umum tersebut di atas, maka panitia pemilihan umum kepala desa Sumber Balong menyatakan Pak Seno lah sebagai pemenang dan menjadi kepala desa Sumber Balong untuk periode masa jabatan enam tahun ke depan.
__ADS_1
Budi, tim sukses dan semua pendukungnya seakan tak percaya dengan kejadian nyata perolehan suara yang disaksikan langsung di depan mata mereka. Wajah Budi dan pendukungnya mendung menahan kekecewaan yang ada. Bola keberuntungan dalam pemilihan umum kepala desa yang mereka nantikan itu ternyata jatuh ke tangan lawannya.