Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Syukuran Nikah


__ADS_3

Sabtu, pukul 7.30 malam selesai sholat isya tamu undangan telah hadir dan duduk sila beralaskan karpet warna hijau di ruang tamu rumah pak Nuri. Mereka adalah warga komplek perumahan Puri Asri yang sengaja diundang oleh pak Nuri dalam rangka syukuran (walimatul ursy) pernikahan putrinya yang bernama Yuli yang telah menikah dengan mas Bagus pagi tadi. Ada sekitar 100 warga yang hadir di rumah pak Nuri dalam rangka walimatul ursy pada malam tersebut.


Sebentar kemudian, ustadz Salam yang telah mendapat mandat dari pak Nuri untuk memimpin doa dalam walimatul ursy kini mulai menyampaikan prakata sambutannya.


“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” salam sang ustadz.


“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab hadirin yang duduk di ruang tamu.


“Yang saya hormati bapak Zainuri selaku tuan rumah.


Yang saya hormati bapak RT, RW dan tokoh-tokoh masyarakat dan hadirin sekalian warga masyarakat perumahan Puri Asri.


Dan yang berbahagia kedua mempelai pengantin yakni Mas Bagus Saputra dan Mbak Yuli Astuti yang telah melaksanakan nikah pada hari Sabtu pagi tadi.


Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan kenikmatan kepada kita berupa kesehatan dan kesempatan, sehingga pada malam hari ini kita bisa hadir dan berkumpul di rumah bapak Zainuri dalam rangka memenuhi undangan bapak Zainuri sekeluarga dalam acara walimatul ursy pernikahan putrinya yang bernama Yuli Astuti dengan mas Bagus Saputra.


Kedua kalinya sholawat dan salam, tetap kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wassalam yang telah membimbing kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang ini.


Ketiga kalinya, saya (ustadz Salam) selaku wakil dari bapak Zainuri, menyampaikan terimakasih kepada bapak-bapak hadirin sekalian yang pada malam hari ini telah sudi meluangkan waktunya untuk hadir di rumah bapak Zainuri dalam rangka syukuran pernikahan putrinya (Yuli Astuti dengan mas Bagus Saputra).


Bapak-bapak dan hadirin sekalian yang saya hormati, Alhamdulillah, pagi tadi, mas Bagus Saputra telah melaksanakan ijab dan qabul nikah dengan mbak Yuli di depan bapak penghulu, jadi mereka berdua kini telah sah menjadi pasangan suami istri.


Yang namanya istri, itu ibarat sawah ladang bagi suami, dan agar sawah ladang tersebut menghasilkan bibit tanaman yang baik dan unggul, maka mas Bagus selaku suami harus menggarap sawah ladang tersebut dengan cara yang baik pula.


Jadi nanti, sebelum mas Bagus menggauli istrinya, itu dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu. Adapun ketika mau berdoa sebelum menggauli istri, itu tidak harus melulu menggunakan bahasa arab, tapi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah seperti bahasa jawa, madura atau bahasa sunda, juga boleh.


Tampaknya bila sepasang pengantin baru, sebelum menggauli istrinya itu harus membaca doa dulu, kok kelihatannya terlalu kelamaan.


Sementara mas Bagus sudah kadung ngebet tidak karuan pengen segera mencicipi madu mongso ya sudah Yuli siapkan untuk mas Bagus seorang. Hhhh…” ucap ustadz Salam sambil tertawa untuk menghibur tamu yang ada


“Bila mas Bagus tidak sempat untuk membaca doa, karena kadung ngebet, minimal sebelum mas Bagus menggauli Yuli (istrinya), itu cukup dengan membaca bismillah saja.” lanjut ustadz Salam.


Mendengar kata sambutan atau pidato ustadz Salam yang cukup lucu tersebut, maka mas Joko, mas Irfan dan hadirin yang ada di balai tamu pun langsung tertawa semua. Sementara mas Bagus hanya bisa tersenyum sipu karena canda tersebut.


“Hadirin sekalian yang saya hormati. Perlu kita ketahui bersama bahwa yang namanya jodoh, pati dan rezeki itu semua sudah ada yang mengatur, dan kewajiban kita sebagai hamba adalah berusaha dan berdoa, ada pun yang menentukan hasilnya adalah Allah SWT.


Seperti kita ketahui bersama, ada banyak kasus atau peristiwa yang sudah terjadi dan kita saksikan bersama disekitar kita, ada sepasang muda-mudi yang sudah lama saling cinta kemudian mereka pacaran, tapi ternyata mereka tidak berjodoh. Ada pula sepasang muda-mudi yang awal nya mereka tidak saling pacaran, tapi akhirnya tuhan mempertemukan mereka di pelaminan, mereka menikah menjadi sepasang suami istri.


Seperti firman Allah dalam surah Ar-Rum ayat 21 yang artinya, Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.


Sebab jodoh itu rahasia, dan kita tidak boleh memprotes anugerah pasangan istri atau suami yang ada.


Mereka ada yang tampak serasi bak pinang dibelah dua. Ada pula yang suaminya berbadan tinggi dan bertubuh besar seperti Bima, ternyata istrinya berbadan kecil.” ucap pak ustadz.


“Ketika saya bicara orang laki-laki berbadan tinggi besar seperti Bima, maka bayangan yang menyelinap di benak pengantin wanita biasanya orang sebegitu tinggi, besar dan kekar, lah terus galih asemnya seberapa?" lanjut ustadz Salam yang disambut tawa oleh hadirin semua.


“Dan sebaliknya, Istrinya berbadan gemuk, ternyata suaminya kurus.


Itulah jodoh, semua pasangan yang ada, itu saling melengkapi akan kekurangan dan kelebihan pasangan mereka seperti firmannya di atas tadi.


Demikian prakata sambutan pendek dari saya, sebab kalau sambutan saya terlalu panjang, khawatirnya nanti kelamaan. Sebab sepasang pengantin (mas Bagus dan mbak Yuli) dari tadi tampak sudah resah dan tidak sabar lagi, agar acara ini cepat selesai dan buyar." ucap ustad Salam seiring tawa dan canda yang disambut senyum dan tawa juga oleh hadirin yang ada.


"Sehingga sepulangnya hadirin sekalian ke rumahnya masing-masing, maka nanti malam mas Bagus bisa segera mencicipi madu mongso yang telah mbak Yuli siapkan khusus untuk mas Bagus suami tercinta." lanjutnya seiring tawa mengemban.

__ADS_1


Hadirin pun tertawa lagi mendengar ceramah ustadz Salam dengan nada canda kepada pengantin dan hadirin sekalian.


“Madu mongso/bulan madu (madu yang bisa mas Bagus nikmati samongo-mongso(sewaktu-waktu) kapan saja mereka mau." lanjutnya.


Hadirin tertawa semua mendengar ceramah ustadz Salam dengan gaya-nya/gesturnya yang cukup lucu.


“Ya tidak apa-apa toh, kan mereka sudah resmi menikah menjadi sepasang suami-istri, jadi mbak Yuli sekarang sudah halal untuk mas Bagus gauli. Lanjut ustadz Salam disela hadirin yang masih tersenyum dengan seluas senyum di bibir mereka.


Baiklah hadirin sekalian, biar acara ini selesai tidak terlalu larut malam, acara selanjutnya marilah kita baca surat Yasin bersama-sama, dan hadiah pahala bacaan surat Yasin tersebut kita hadiahkan untuk kedua mempelai pengantin berdua dan kerabat keluarganya, agar mas Bagus dan mbak Yuli dalam membina rumah tangganya bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah bahagia sepanjang masa dan dikaruniai keturunan anak yang sholeh/sholehah.” ucap ustadz.


“Amin…” ucap hadirin kompak.


“Al-Fatihah.” ucap ustadz salam mengawali syukuran dengan membaca surat Al-Fatihah yang diikuti hadirin sekalian.


Ustadz Salam dan hadirin sekalian lalu membaca surat Yasin bersama-sama, lima belas menit kemudian setelah mereka selesai membaca surat Yasin, ustadz Salam lalu berdoa yang diamini oleh hadirin semua.


Selesai mereka berdoa, acara berikutnya adalah istirahat sambil menikmati suguhan nasi soto lezat yang dihidangkan oleh tuan rumah untuk hadirin yang ada.


Suasana kebersamaan yang ada, membuat nasi soto panas dan lezat itu terasa lebih nikmat adanya, sehingga hadirin yang ada begitu menikmati suguhan makan malam tersebut. Selesai menikmati suguhan yang ada, kini masing-masing hadirin mendapat tas berisi nasi dan kue lezat dalam kotak sebagai buah tangan untuk mereka.


Salam penutup di akhir acara walimatul ursy


“Hadirin sekalian yang saya hormati, barangkali dalam rangka pak Zainuri menyambut bapak-bapak hadirin sekalian dalam walimatul ursy ini, ada hal yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian, saya selaku wakil dari pak Zainuri selaku tuan rumah, minta maaf yang sebesar-besarnya.” ucap ustadz.


“Ya sama-sama,” jawab hadirin yang ada.


“Dan barangkali dalam sambutan saya tadi, ada kata-kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian, saya selaku yang memimpin acara pada walimatul ursy ini, minta maaf yang sebesar-besarnya. Sekian sambutan dari saya, saya akhiri Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” ucap Ustadz Salam di akhir sambutannya.


“Sama-sama, Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.” jawab hadirin sekalian.


Selesai hadirin mengikuti walimahan, mas Bagus, pak Nuri, Irfan dan mas Joko juga ikut melepas dan menyalami mereka semua yang hendak kembali ke rumah setelah mereka mengikuti walimahan dengan penuh hikmat.


“Selamat menempuh hidup baru mas Bagus, semoga bahagia selalu.” ucap pak RT, pak RW, dan warga lainnya saat mereka pamit setelah walimahan.


“Ya terima kasih pak,” jawab mas Bagus saat bersalaman melepas kepergian mereka.


Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 malam, mas Joko dan mas Irfan masih duduk dan berbincang santai di ruang tamu bersama mas Bagus. Semantara Lili, Nana, bik Wati dan beberapa kerabat keluarga yang ada, tampak masih sibuk mengemas ratusan mangkuk dan gelas di atas karpet ruang tamu.


Sebentar kemudian, mang Ali kini sudah datang menyuguhkan tiga cangkir kopi untuk mas Bagus, Joko dan Irfan.


“Wah mang Ali, tahu saja apa yang kami mau,” ucap Joko sambil tersenyum


“Iya dong mas, ngobrol sambil menghisap rokok tanpa adanya secangkir kopi, kan kurang lengkap jadinya.” jawab mang Ali sambil tersenyum saat meletakkan tiga cangkir kopi di hadapan mereka.


“Wah, bisa melek terus kita nanti,” ucap mas Irfan saat mang Ali menyuguhkan secangkir kopi panas di hadapannya.


“Sekali-kali begadang mas Irfan, mumpung lagi pada ngumpul, besok pagi kan minggu (hari libur).” ucap mang Ali sambil nyengir kemudian berlalu membawa puluhan mangkuk dan gelas kotor menuju ke dapur.


Tiga puluh menit kemudian.


“Ayo kita pulang mas, sudah malam nih,” ucap Nana dan Lili kepada suami mereka yang lagi asik ngobrol sambil menikmati secangkir kopi yang masih tersisa.


“Walah, masih sore saja kok buru-buru pada pengen pulang sih.” jawab Joko kepada Nana istrinya.

__ADS_1


“Bagi mas Joko masih sore, tapi untuk mbak Yuli dan mas Bagus sebagai pengantin baru, jam segini itu sudah malam banget tau?” timpal mbak Lili sambil nyengir.


Mendengar ucapan dan canda mbak Lili, mereka pun jadi tersenyum semua. Mas Joko, Irfan, Lili dan mbak Nana lau pamit untuk kembali ke rumah mereka.


Seperti hadirin lainnya, mas Joko, Irfan, mbak Lili dan Nana juga pulang membawa berkat dalam tas sebagai buah tangan syukuran dan siar nikah sahabatnya yang baru mereka saksikan dan ikuti lewat walimahan.


Setelah acara syukuran nikah (walimatul ursy) kini warga masyarakat di perumahan Puri Asri menjadi tahu, kalau mas Bagus telah resmi menikah dengan Yuli menjadi sepasang suami istri yang sah dalam membina keluarga yang baru tercipta.


Pernikahan mas Bagus dan mbak Yuli memang begitu cepat, baru satu minggu mereka lamaran, seminggu kemudian mereka lalu menikah. Jeda waktu pertemuan mereka yang begitu cepat, otomatis banyak warga sekitar lingkungan yang tidak tahu akan hubungan mereka yang kini telah terikat dalam janji suci (ijab dan qabul) yang sudah terucap.


Adanya walimatul ursy, kini khalayak warga di perumahan Puri Asri menjadi tahu kalau mas Bagus dan Yuli kini telah resmi menjadi suami istri. Seiring siar kabar pernikahan yang telah mereka saksikan, ucapan selamat dan doa untuk kedua pengantin pun kini telah mereka ucap saat mas Bagus menyambut dengan jabat tangan setiap tamu undangan yang datang untuk mengikuti walimahan.


Di pelataran tampak mang Ali, kang Dori, Aris dan beberapa tetangga tampak masih asik dengan permainan catur yang mereka mainkan di sela mengisi waktu di malam akhir pekan.


Satu ceret kecil kopi hitam panas dan jajanan di piring yang tergeletak di atas tikar menjadi teman dikala mereka menikmati malam dengan keseruan permainan catur yang ada.


Kedudukan masih 1-0, 1 skor dipihak mang Ali sebagai pemenang, sementara perolehan skor kang Dori masih 0.


Karena kang Dori kalah dalam permainan catur di ronde pertama, maka pipi kanan kang Dori mendapat satu strip cat warna hitam yang terbuat dari arang kayu bakar yang diulek lembut dengan minyak goreng.


“Ayo semangat kang Dori,” ucap Aris kepada kang Dori yang sudah melangkahkan pion dua kotak langkah ke depan.


“Oke, siap Ris, itu tadi kang Dori memang sengaja mengalah dengan mang Ali, kan masih pemanasan.” ucap kang Dori sambil tersenyum.


Mang Ali hanya tersenyum mendengar sumbar dari kang Dori yang di ronde pertama tadi begitu kesulitan menangkal serangan-serangan buah catur mang Ali yang selalu datang mengancam titik-titik vital akan keselamatan ster, kuda dan benteng sebagai barisan inti dalam sebuah sistem pertahanan raja yang memimpin peperangan dengan adu strategi tingkat tinggi.


Baru tiga buah pion yang maju dan melangkah ke depan, kini tiba-tiba, kluncur mang Ali sudah meluncur mencaplok kuda milik kang Dori.


“Asem, tidak tahu saya,” ucap kang Dori yang tiba-tiba kuda buah caturnya dicaplok kluncur kang Ali yang datang cukup mengejutkan diri kang Dori.


Mang Ali hanya tersenyum, merasa lucu dengan langkah strategi kang Dori yang masih amatiran, sehingga setiap langkah buah catur yang mang Ali gerakan untuk mengecoh gerak lawan, selalu membuat teledor lawan.


Kang Dori kian serius memelototi buah catur di hadapan, sekali-kali ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Awas, benteng dalam ancaman,” ucap Aris mengingatkan kang Dori yang cukup kerepotan menangkal gerak dan strategi kang Ali sebagai lawan.


“Oh, iya ya,” jawab kang Dori yang serius pada luncurnya yang diserang.


“Lah ini kluncurku bagaimana Ris?” tanya kang Dori yang mendapat dua ancaman sekaligus (benteng dan peluncur dalam bahaya).


“Tutup serangan kluncur mang Ali dengan dengan pion maju satu langkah kedepan.” jawab Aris memberi solusi.


Lima belas menit kemudian, kang Dori kalah lagi untuk ronde yang kedua ini, pipi sebelah kiri kini dapat satu stripe cat warna hitam juga.


“Wah rupanya mang Ali bukan lawan yang sembarangan,” ucap kang Dori yang menyudahi permainan.


“Sudah malam mang Ali, bagaimana kalau besok malam kita sambung lagi mang,” ucap kang Dori sambil mengemas buah catur ke dalam kotak caturnya.


“Oke, siap,” jawab mang Ali sambil terkekeh-kekeh karena menghadapi lawan kang Dori yang masih amatiran.


Kini, setelah mereka mengakhiri permainan caturnya, suasana di rumah pak Nuri pun kembali sepi.


Mas Bagus yang sudah membersihkan badan dan berwudhu kini bersiap diri untuk melaksanakan sholat isya sendiri. Sedetik kemudian ia sudah mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan takbiratul ihram seiring meniatkan lafal shalat isya 4 rakaat dalam hati.

__ADS_1


Lima menit kemudian, ia sudah selesai melaksanakan sholat isya 4 rakaat dengan cukup kilat. Dengan cukup cepat, ia lalu menuju ke kamar sang istri yang menebar aroma wangi cukup memikat.


__ADS_2