Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Taktik dan Strategi


__ADS_3

Satu bulan sebelum pemilu kades, mas Juni telah mengajukan cuti dari ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hal demikian demi menjaga netralitas BPD dalam pemilu kades di desa. Ada delapan orang anggota BPD di desa Sumber Balong, anggota BPD tersebut adalah representasi perwakilan dari warga di empat pedukuhan yang berbeda. Masing-masing dari mereka adalah: 2 orang anggota BPD dari pedukuhan Turi, 2 anggota BPD dari pedukuhan Balong, 2 orang dari pedukuhan Rejo, dan 2 orang anggota BPD dari pedukuhan Cenang.


Setelah mendapat cuti, Mas Juni kini bisa leluasa bergerak di belakang layar dalam mengatur strategi tim pemenangan Yuli. Mas Juni bermain cantik dengan membentuk tim inti di masing-masing pedukuhan. Tim inti tersebut adalah orang-orang pilihan yang memiliki pandangan dan wawasan cukup luas akan nasib warga dan kemajuan desa mereka. Adapun tim inti yang menyasar kawula muda dipercayakan kepada Galih, Rijal dan ketua karang taruna.


Terbentuknya tim inti pemenangan Yuli, bermula dari kerelaan warga yang sengaja datang dan merapat ke kubu Yuli. Sebagian dari mereka adalah tokoh-tokoh masyarakat yang sangat peduli dengan nasib warga masyarakat untuk 6 tahun kedepan.


Setelah dua periode desa Sumber Balong dipimpin oleh pak Seno dan tidak menunjukan kemajuan signifikan. Maka warga pun beralih menatap masa depan desa mereka kepada calon yang memiliki visi dan misi untuk kemajuan di desa. Yuli adalah sosok orang yang dianggap mampu untuk melakukan perubahan tersebut.


Satu persatu warga yang datang menyampaikan pendapat dan dukungan kepada Yuli, kemudian diorganisir rapi oleh mas Juni. Sekian warga dari empat pedukuhan berbeda yang menemu Yuli, adalah adalah cikal bakal untuk melakukan perubahan kedepan. Mereka, Juni rangkul untuk tukar pendapat sekaligus koordinasi dalam satu visi gerakan untuk pemenangan Yuli.


Setelah ashar Rijal bergerak cepat menyampaikan undangan dari Yuli kepada mereka yang telah Juni akumulasi sebagai tim pemenangan. Sesuai jadwal undangan, pukul 08.00 malam seluruh undangan pun hadir memadati balai rumah Yuli.


Sebelum rapat dimulai, mereka sudah disuguhi satu poci kopi panas dan satu poci teh panas dan aneka kue juga beberapa bungkus rokok yang terpampang di atas hamparan karpet hijau di balai tamu.


“Monggo, sambil tukar pendapat atau diskusi kita mulai, silahkan hidangan yang ada dinikmati, adanya kopi ya saya suguhkan kopi” ucap mas Juni sambil tersenyum menyapa hadirin yang ada.


Sementara hadirin mencicipi hidangan yang ada, rapat pun dimulai dengan santai dan terbuka.


Setelah menyampaikan kata sambutan, dan minta doa restu kepada mereka untuk maju sebagai calon kepala desa, Yuli lalu mempersilahkan hadirin untuk menyampaikan pendapat dan masukan untuk memperkuat sekaligus memperlancar strategi tim pemenangan untuk Yuli.


Dalam koordinasi pertama tersebut, ada beberapa masukan dari hadirin sebagai tim sukses dari pemenangan Yuli, antara lain:


1. Mereka mengharap kehadiran Yuli untuk menyapa warga di pedukuhan mereka.

__ADS_1


2. Ada yang mengusulkan\, masing-masing dari tim sukses pemenangan Yuli\, harus mencatat nama masing-masing warga di pedukuhan mereka yang bersedia mendukung dan menyampaikan hak suaranya untuk Yuli. Dan bila diperlukan warga pendukung juga bisa menyerahkan foto copy KTP kepada masing-masing tim sukses di pedukuhan mereka.


3. Untuk memperkuat tim sukses yang ada\, sebaiknya Yuli menambah tim sukses lagi di masing-masing RT minimal dua orang lagi. Kalau bisa ibu-ibu yang lumayan bisa diandalkan kiprahnya.


Dari sekian masukan yang ada, mas Juni dan Yuli lalu merespon masukan dari mereka.


“Terima kasih atas masukan dan pendapat dari hadirin sekalian, yang hadir pada malam hari ini.


Kebetulan, yang hadir pada malam ini merupakan representasi atau cukup mewakili dari warga masyarakat desa. Sebab 2 orang perwakilan warga masing-masing RT. 01 RT. 02 dan RT. 03, dari empat pedukuhan telah hadir semua disini.


Kalau toh memang diperlukan tim tambahan dua orang dari masing-masing RT, maka kami menyambut baik maksud dari hadirin sekalian.


Adapun siapa 2 orang tim tambahan tersebut? Maka kami serahkan kepada masing-masing perwakilan RT yang hadir disini untuk merekrut mereka.


2. Masing-masing tim sukses di tiap-tiap RT\, boleh mencatat nama-nama dari warga yang memiliki hak suara yang bersedia mendukung kita. Soal pengumpulan fotocopy KTP dari warga pendukung\, itu juga ide yang cukup bagus\, sebab dengan adanya fotocopy KTP\, kita bisa mengetahui seberapa banyak warga masyarakat yang ingin melakukan perubahan demi kemajuan di desa kita.


3. Insya Allah\, dengan rasa senang hati\, kami bersedia untuk menyapa warga pendukung di masing-masing pedukuhan. Kebetulan jadwal pemilu kades masih satu bulan lagi. Jadi\, kami akan menjadwal waktu anjangsana tersebut setiap minggu sekali.


Untuk jadwal anjangsana di minggu pertama sesuai permintaan dari warga, yakni di pedukuhan Balong, minggu ke dua di pedukuhan Rejo, minggu ke tiga di pedukuhan Cenang dan minggu ke empat di pedukuhan Turi.


Waktu anjangsana adalah setelah isya dan untuk tempat anjangsana di pedukuhan Balong RT. 01 yakni di rumahnya bapak Kasdi. Dan untuk tempat anjangsana di RT. 02 dan 03, kami menunggu kabar dari tim di RT tersebut.


Untuk tempat anjangsana di minggu kedua dan seterusnya, kami menunggu kabar dari tim sukses di pedukuhan terkait. Dan Bagi tim sukses masing-masing pedukuhan, bisa mengumpulkan fotocopy KTP warga pendukung pada saat waktu anjangsana di masing-masing RT di pedukuhan tersebut.” ucap mas Juni.

__ADS_1


“Barangkali ada pertanyaan lagi dari hadirin yang lain, monggo kami persilahkan?” lanjut mas Juni.


Hadirin diam tak ada komentar.


“Baiklah, kalau memang tidak ada pertanyaan lagi, maka saya cukupkan sekian rapat kali ini, sebab dari bau aroma masakan di dapur, nasi rawon tampaknya juga sudah matang.” ucap mas Juni.


Hadirin yang semula diam, begitu mendengar nasi rawon sudah matang, senyum mereka pun merekah bersama.


Sekian rapat pada malam hari ini, kita akhiri dengan bacaan hamdalah:


“Alhamdulillah hirobbil alamin!” ucap mereka kompak.


Sekian dari saya, kurang dan lebihnya, saya minta maaf. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Ucap mas Juni


“Ya sama-sama, Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!” jawab hadirin kompak.


Sebentar kemudian, mang Ali, bik Wati dan Rijal, lalu menyuguhkan hidangan nasi rawon untuk hadirin yang ada.


Malam itu mereka menikmati nasi rawon yang masih panas dan nikmat bersama-sama.


Lima belas kemudian hadirin sekalian pun kembali ke rumah mereka, tapi sebelum mereka melangkah untuk kembali ke rumah, terlebih dulu Yuli memberikan amplop berisi sedikit uang sebagai ganti bensin/transport untuk mereka.


Setelah mereka mendapat amplop dari Yuli sebagai ganti uang bensin (Transport), mereka pun tersenyum ceria. Seiring senyum mengembang, mereka lalu melangkah untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Malam itu, baik mas Juni ataupun mbak Yuli sebagai tuan rumah dan semua yang hadir di rumah Yuli merasa bahagia. Dan mereka semakin semangat untuk memperjuangkan Yuli sebagai the next kepala desa mereka.

__ADS_1


__ADS_2