Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Kembang-Berkembang


__ADS_3

Alokasi SHU Bumdes sebesar 20 persen yang diperuntukan untuk warga desa kurang mampu memang tidak seberapa, tetapi anak-anak yatim dan warga kurang mampu yang mendapat bantuan sosial tersebut, justru merasa sangat bahagia. Sebab baru kali ini mereka merasa diperhatikan dan diayomi oleh pemimpin mereka.


flashback


Perlu diketahui ya pemirsa, beberapa tahun silam saat Galih menjabat sebagai ketua Bumdes pada periode kepemimpinan pak Seno, Galih juga aktif sebagai Penggerak Sosial Masyarakat (PSM) di desa. Tetapi, kedua peran yang Galih jalani (baik sebagai ketua Bumdes atau PSM) tersebut, semuanya mandek di tengah jalan. Sebab semua program Bumdes dan PSM yang Galih ajukan ke pemerintah desa, semuanya mental tak mendapat persetujuan dari kepala desa. Hal demikian terjadi karena pak Seno selaku kades, kurang peka terhadap kepentingan warga masyarakat di desa.


next


Pada periode kepemimpinan Yuli kali ini, Galih seolah mendapat angin segar kembali. Sebab, semua rancangan program Bumdes dan PSM yang ada, justru mendapat dukungan dan persetujuan dari pemerintahan desa.


Setelah Bumdes mendirikan tempat pengisian bahan bakar (POM) di samping pertigaan jalan desa. Di tahun berikutnya, Yuli kemudian mendirikan sebuah rumah kreatif desa yang diperuntukkan untuk memfasilitasi semua warga disabilitas di desa.


Bantuan Dana desa yang Yuli gelontorkan, baik untuk Bumdes ataupun PSM, adalah bukti kepedulian Yuli kepada warga disabilitas dan kemajuan ekonomi desa.


Di rumah kreatif desa ini, semua warga disabilitas kemudian dibina dan dilatih oleh team PSM untuk membuat aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis dan layak jual di pasaran.

__ADS_1


Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat aneka hiasan tersebut semuanya murni dari alam. Bahan-bahan tersebut antara lain : Batok kelapa, sabut kelapa kering, pelepah pisang kering, eceng gondok, jerami padi ketan, bulu unggas, bambu dan limbah kayu dari para pengrajin mebel.


Hasil kerajinan tangan buatan anak-anak disabilitas tersebut, ternyata memiliki corak artistik dan nilai seni tinggi, sehingga mudah dipasarkan secara online maupun offline oleh team PSM.


Aneka jenis tas, kalung, gelang, sandal kesehatan, alat-alat dapur, sapu, vas bunga, tempat lampu hias, pigura, kemoceng dan aneka jenis hiasan lainnya kini terpampang di Gerai pusat penjualan hasil kerajinan tangan yang berdiri megah di samping rumah kreatif desa.


Lokasi Gerai pusat kerajinan tradisional itu memang cukup strategis, yakni di sebelah kanan pintu wisata desa, sehingga mudah dikunjungi oleh para wisatawan yang sengaja mampir untuk membeli aneka hiasan sesuai selera dan kebutuhan mereka.


Dari sekian aneka jenis kerajinan tangan yang ada di gerai rumah kreatif desa, selain alat-alat dapur seperti sutil dan centong glugu, yang paling diminati oleh para wisatawan perempuan adalah vas bunga dan tempat lampu hias yang terbuat dari bambu dipadu tempurung batok kelapa yang dibalut dengan sabut kelapa aneka warna dan motif. Meski demikian aneka miniatur bus, truk dan kapal, juga banyak juga diminati oleh para wisatawan pria.


Laba dari hasil penjualan secara online maupun offline aneka macam pernak-pernik hiasan, lukisan dan kerajinan tangan tersebut kemudian diberikan kepada mereka (warga disabilitas).


Hal yang membuat produktivitas warga disabilitas di desa bisa tersalurkan daya imajinatif dan kreatifnya tidak lepas dari yang namanya fasilitas dan sarana. Semua itu, tidak lepas dari seorang inisiator pemimpin dan anak-anak muda kreatif yang memiliki kepekaan sosial kepada warga di sekitarnya.


Apa yang telah dilakukan oleh Yuli dan Galih adalah wujud kepekaan sosial seorang generasi muda yang peduli akan nasib sesama. Yuli adalah salah satu kepala desa wanita yang memiliki daya pikir jauh ke masa depan. Hingga wajar dari dua puluh desa se kecamatan, Yuli adalah sosok kepala desa wanita yang kerap memperoleh aneka penghargaan dari kementerian dan pemerintah pusat.

__ADS_1


Bila mengingat perjuangan Yuli dalam mengentaskan disabilitas tuna susila, ia bahkan rela berjalan malam hari demi mengentaskan warganya yang sudah putus asa dan terjun dalam dunia malam. Untuk menyadarkan seorang wanita yang sudah terjun dalam dunia malam, memang tidak mudah, butuh kesabaran ekstra untuk menyadarkan wanita tersebut.


Hidup di lingkungan masyarakat, memang banyak sekali ujian yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Seperti halnya yang dihadapi oleh seorang wanita muda berstatus janda dengan inisial ‘S’ ini. Dikisahkan S ini adalah seorang wanita dari keluarga baik-baik di desa. Cuman karena persoalan kemiskinan yang menimpa S ini, menyebabkan ia akhirnya berpisah dengan suaminya.


Hinaan dari tiap tetangga kepada S, membuat S akhirnya terjun ke dunia malam demi merubah nasib hidupnya. Seiring waktu, penampilan S berubah menjadi wanita bak selebritis ala kota.


Singkat cerita Yuli sebagai kepala desa dan punya kepedulian kepada warganya, akhirnya berjibaku untuk menyadarkan S agar mau kembali ke jalan yang benar.


Setiap malam Yuli berusaha membuntuti S untuk menyadarkan S, agar mau kembali hidup normal seperti sedia kala. Semuanya Yuli kerahkan, baik waktu, pikiran bahkan dana pribadi, demi menyadarkan S.


Tidak gampang memang untuk menyadarkan hati S yang sudah terluka akibat cibiran dan hinaan dari sekian orang di lingkungannya. Pahit getirnya hidup, dan rasa kecewa yang S terima membuatnya putus asa. Jalan akhirnya S pun menjadi orang yang acuh tak acuh terhadap sesama dan ia pun lebih memilih dunia malam sebagai alternatif jalan hidupnya.


Namun berkat doa dan kegigihan Yuli dalam merengkuh warganya (S) agar ia mau kembali ke jalan yang benar, akhirnya dikabulkan oleh tuhan yang maha kuasa. S kini hidup normal kembali di desa, bahkan bakat terpendam/keahlian S dalam membuat lukisan kain tenun, kemudian dikembangkan untuk warga disabilitas lainnya.


Kecantikan, kepandaian dan kejujuran S, membuat S akhirnya ditunjuk secara khusus oleh Yuli untuk mengkoordinir seluruh aneka jenis pernak-pernik hiasan di gerai rumah kreatif desa. Berkat S pula, pemasaran produk di gerai rumah kreatif desa kini bisa tembus hingga ke mancanegara. “Habis gelap, terbitlah terang, Berjuang tanpa batas demi terciptanya sebuah kemakmuran”.

__ADS_1


“Catatan Yuli”


Sekian.


__ADS_2