Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Panggilan Tugas


__ADS_3

Sekelumit prakata dari penulis.


Salam Sejahtera untuk Bapak Joko Widodo selaku Presiden NKRI, Menkumham, TNI, Seluruh Warga Negara Indonesia dan para pembaca sekalian.


Sebelum penulis lanjut menulis cerita fiktif ini yang merunut hingga ke tragedi KRI Nanggala 402, perlu kami sampaikan bahwa novel ini saya tulis semata-semata sebagai hiburan, dan untuk menambah wacana dan membangun tumbuh kembangnya budaya membaca generasi anak bangsa.


Saya sebagai anak bangsa, merasa terpanggil untuk mengenang kembali arti sebuah perjuangan dan pengorbanan juga heroisme kepahlawanan mereka. Semoga semangat juang mereka selalu mengalir di jiwa dan raga setiap generasi bangsa yang kita cintai ini. Dan semoga para istri dan keluarga yang ditinggal oleh kru KRI Nanggala 402 yang meninggal dalam kecelakaan tersebut, tetap diberi kesabaran dan keikhlasan sehingga mereka tetap semangat menyongsong masa depan yang ada.


Saya Yakin para awak KRI Nanggala 402, kini sudah tenang disisi tuhannya. Kita selaku anak Bangsa yang ditinggalkan, khususnya para keluarga dari awak KRI Nanggala 402 harus terus tetap semangat mengisi Kemerdekaan NKRI yang ke 77 tahun ini.


Semoga Tentara Nasional Indonesia sebagai garda terdepan pertahanan NKRI ini, selalu Jaya untuk selamanya. Amin.


Akhirnya semoga novel berjudul 'Cinta Merah Jambu' (CMJ) ini, bisa bermanfaat bagi semua. Amin.


Kesempurnaan milik Allah SWT, adapun kekeliruan dan kekurangan saya dalam menulis novel dan kisah Nanggala KRI 402 yang ada, merupakan keterbatasan saya sebagai manusia biasa.


Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan dan dimaklumi.


Mari kita terus semangat mengisi kemerdekaan NKRI yang ke 77 ini dengan terus mengisinya dengan hal yang baik.


Hormat, saya untuk NKRI dan Para pahlawan Bangsa NKRI khususnya 53 kru KRI Nanggala 402, jasamu akan tetap tertanam di dalam sanubari hati kami sebagai generasi anak Bangsa.


Salam Hormat untuk para pahlawan, jasamu kan tetap terpatri dalam dada.


Dari Saya, Penulis Novel Cinta Merah Jambu


Suratno TB


Next

__ADS_1


Seiring kabar gembira mengenai kehamilan istrinya, seminggu kemudian mas Bagus mendapatkan panggilan tugas berlayar untuk melaksanakan patroli operasi militer dalam rangka menjaga dan menegakan kedaulatan hukum di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Bagi Prajurit Tentara Nasional Indonesia, tugas adalah kehormatan, jadi dalam kondisi dan situasi apapun, mereka akan selalu siap menjalankan tugas yang datang. Menjaga kedaulatan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tugas sekaligus kehormatan tertinggi bagi setiap TNI. Semboyan JALESVEVA JAYAMAHE TNI AL ‘Kejayaan Kita Di Laut’ (Lautan Terjaga, Perairan Sentosa, Negara Sejahtera) memang sudah mendarah daging dalam jiwa setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan tak akan lekang dimakan usia.


Yuli sebagai pengantin baru yang sedang menikmati indahnya bulan madu, tentu sangat berat untuk melepas suaminya berangkat melaksanakan tugas negara tersebut. Tapi setelah diberitahu oleh suami bahwa tugas tentara memang demikian, demi tegaknya kedaulatan sebuah negara yang menaungi ratusan juta rakyat di dalamnya, maka Yuli pun jadi mengerti dan rela melepas kepergian suami. Dengan berat hati Yuli akhirnya melepas kepergian mas Bagus sang suami dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai seorang abdi.


Tentara adalah garda atau benteng pertahanan terdepan sebuah kedaulatan sebuah negara. Meski sedang menikmati indahnya bulan madu, mas Bagus tetap antusias menyambut panggilan tugas patroli tersebut. Jiwa korsa seorang prajurit se’ketika mendidih menyambut setiap panggilan tugas yang datang, sekali kaki melangkah pantang untuk kembali tanpa sebuah kemenangan. “Maju tak gentar demi sebuah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap abadi sepanjang masa, jaya selamanya.”


Sementara bagi kedua sahabatnya yaitu Lili dan Nana, keberangkatan suami mereka dalam menjalankan tugas negara merupakan hal yang biasa. Sebab selama mereka berumah tangga, tidak hanya satu, dua, tiga kali melepas kepergian suami mereka melaksanakan tugas patroli dan latihan tempur, tapi sudah berkali-kali mereka menjalankan tugas tersebut.


Mereka selalu mengatakan:


'Awal akan Berakhir'


'Datang akan Pergi'


'Pasang akan Surut'


'Ada kan Tiada'


'Bertemu kan Berpisah'


'Timbul kan Tenggelam'


"Disaat kapalselamku sudah selam, anggap saja saya ini sudah mati. Jadi kamu di rumah sebaiknya berdoa saja kepada Allah SWT untuk keselamatan suamimu ini. Agar suami kamu ini diberi kelancaran dan keselamatan oleh Tuhan YME dalam menjalankan tugas ini, sehingga kita nanti bisa bertemu lagi."


Pesan tersebut yang kerap mereka sampaikan kepada istri, karena mengingat betapa beratnya dan besarnya resiko yang harus mereka hadapi ketika kapal selam itu sudah menyelam ke dalam lautan lepas nan luas.


Pesan tersebut mengandung makna, bahwa dibalik segala peristiwa yang ada di dunia ini tidak lepas dari ketentuan tuhannya. Sehingga keyakinan iman dalam dadanya kian kuat, bahwa setiap perjuangan pasti akan mendapat pertolongan dan pahala terbaik kelak akhirnya. Segala rintangan yang menghadang, dengan segenap jiwa patriotnya mereka tetap menerjang tanpa peduli risiko meskipun nyawa yang menjadi taruhan.

__ADS_1


Mas Bagus, Irfan dan mas Joko akhirnya berangkat melaksanakan tugas dengan langkah pasti. Tanpa berpaling ke belakang, tatapan mereka fokus kedepan pada tujuan patroli.


Air mata anak istri yang melepas kepergian mas Bagus, Irfan, Joko dan juga kru lain yang berangkat melaksanakan tugas negara itu hanya mampir sekejap di awal langkah mereka.


Evan kecil yang sempat menangis ketika mas Irfan (bapaknya Evan) hendak pamit melaksanakan tugas pun sudah Irfan lupakan begitu ia berjumpa dengan puluhan kru dalam tim-nya.


Sementara mas Joko Nugraha yang sempat bermimpi dirangkul Almarhum bapaknya yang sempat beliau ceritakan kepada ibunya ketika pamit untuk melaksanakan tugas patrolinya, beliau anggap sebagai kembang tidur semata.


Tak lupa sebelum berangkat melaksanakan tugas, mas Joko Nugroho menyempatkan diri menjenguk makam almarhum bapaknya untuk mendoakan almarhum bapak yang telah lama meninggal dunia.


Kehadiran bapak merangkul dirinya dalam mimpinya, ia anggap sebagai wujud kangen mas Joko kepada orang tua sebagai putra kebanggaanya.


Almarhum bapak kini telah tenang disisi tuhan-nya, setelah mas Joko berhasil mewujudkan cita-cita masa kecil untuk menjadi seorang tentara.


Hanya doa, yang bisa mas Joko panjatkan kepada tuhan untuk almarhum bapak agar beliau tenang di alam sana. Saat ia telah berhasil meraih cita-cita menjadi seorang tentara, ternyata bapak lebih dulu pulang ke pangkuan tuhannya.


Perjalan terus berlanjut dan setelah mereka berhadapan dengan deru ombak samudra dan hiu kencana (Nanggala 402) yang siap mereka nahkodai bersama, tangis kesedihan anak istri hilang seketika. Darah mereka mendidih panas terbawa arus semangat juang mempertahankan kedaulatan negara.


Semangat juang seorang abdi negara yang sudah terdidik sejak di bangku sekolah hingga pendidikan lanjut dan terlatih dalam korps TNI itu langsung membara melebihi bara apapun juga. Mereka rela pulang tinggal nama, demi tetap tegaknya kedaulatan negara yang sudah merdeka. 3,5 abad lamanya Indonesia dijajah oleh penjajahan Belanda dan 3,5 tahun oleh Jepang. Setelah tanggal 17-08-1945 Indonesia menyatakan kemerdekaan, sudah selayaknya kita sebagai rakyat Indonesia menjaga dan mempertahankan Kemerdekaan tersebut.


Lagu perpisahan dengan lambaian sebuah poster di tangan yang bertuliskan kata:


'Awal akan Berakhir'


'Pasang akan Surut'


'Datang akan Pergi'


Mengiringi gema lagu yang mereka nyanyikan bersama-sama.

__ADS_1


Dengan semboyan “WIRA ANANTA RUDIRA/TABAH SAMPAI AKHIR” Hiu kencana Nanggala 402 bergerak melaksanakan tugas patroli mengarungi ganasnya ombak di laut utara pulau Bali dengan gagah perkasa.


__ADS_2