
Rabu, 21 April 2021 pukul 02.30 WITA Deru mesin kapal selam mulai bergerak berselancar di kilometer 96 laut utara pulau Bali. Gegap gempita 53 awak kapal selam siaga penuh mengikuti prosedur latihan.
Hari itu istri dan seluruh keluarga kru kapal selam yang ditinggal pergi oleh suami mereka bertugas, kembali beraktifitas seperti biasa. Di sela aktivitas sebagai ibu rumah tangga dan merawat anak-anak, mereka selalu dan terus memanjatkan doa bagi keselamatan suami mereka. Semoga keberangkatan suami dalam melaksanakan operasi militer, selalu dilindungi oleh tuhan YME.
Pukul 03.00 WITA kapal selam izin menyelam pada kedalaman 13 meter dari permukaan laut untuk persiapan penembakan torpedo. Pada pukul 03.46 sirider memeriksa periskop dan lampu pengenal (lampu nanggala) mulai tak terlihat. Pada saat yang sama saat jadwal torpedo hendak diluncurkan, panggilan terus dilakukan tapi tidak ada respon. Namun pada saat kapal tenggelam periskop tidak kelihatan dan komunikasi tidak jalan, maka pukul 04.17 WITA pesawat helikopter dari bandara I Gusti Ngurah Rai datang untuk melakukan visual disekitar lokasi nanggala 402, tapi hasilnya nihil.
Pukul 05.15 WITA seharusnya kapal selam nanggala 402 harusnya sudah timbul ke permukaan setelah melakukan misi latihan tersebut. Karena kapal selam tak jua timbul ke permukaan, maka pada saat itu dilakukan prosedur subluk. Setelah tiga jam dilakukan pencarian, namun kapal selam tak juga kunjung ditemukan, maka pada pukul 06.46 WITA kapal selam nanggala 402 dinyatakan sub mis (hilang). Sementara oksigen untuk kru di dalam kapal selam hanya mampu bertahan selama tiga hari (72 jam).
Dugaan sementara, Faktor alam (kuatnya arus bawah laut) menjadi penyebab tenggelamnya kapal selam nanggala 402. Menurut Danseskoal Laksamana Iwan Isnurwanto, yang pernah mengalami black out pada kapal selam, dalam waktu kurang dari 10 detik, kapal bisa jatuh pada kedalaman 90 meter. Maka jika terjadi arus bawah laut, dengan kemiringan kapal sekitar 45 derajat, kemungkinan kapal jatuh hingga sampai di kedalaman 700-800 meter ke dasar laut, itu hanya butuh waktu tidak sampai satu menit. Sungguh tak dapat dibayangkan dengan akal, dalam waktu satu menit, rasanya suatu hal yang sangat mustahil bagi para awak KRI nanggala 402 untuk bisa menyelamatkan diri dari kecelakaan tersebut.
Masih berkaitan dengan keterangan Danseskoal Laksamana Isnurwanto Penyelam itu rata-rata hanya mampu menyelam pada kedalam air 3-4 atm. Di kedalaman air 300 meter di bawah laut, tekanan air sangat kuat. Jika pintu kapal selam dibuka maka air akan cepat membanjiri kapal selam dengan tekanan antara 2-4 juta kubik air.
__ADS_1
Padahal di kedalaman air sepuluh meter saja (1 atm), kita sebagai rakyat sipil biasa itu sudah sangat susah payah untuk berenang agar bisa timbul ke permukaan air. Jadi tidak bisa dibayangkan di kedalaman 700-850 meter di dasar laut (85 atm) mustahil kru dari KRI Nanggala itu akan bisa selamat.
Tekanan hidrostatis air meningkat 1 atm setiap kedalaman 10 meter. Di kedalam 700-850 meter dibawah laut, saat air masuk ke dalam kapal, maka gendang telinga akan pecah, paru-paru akan terpampat lalu pecah, seluruh tubuh akan ikut hancur.
Betapa paniknya mereka, di detik-detik awal terjadinya kecelakaan hingga dalam waktu satu menit kapal selam itu terbawa arus dan jatuh ke dasar laut.
Selama tiga hari dari kejadian peristiwa tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 pada tanggal 21 April 2021 pada pukul 03.46 WITA, upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh pihak TNI dan bantuan kapal dari Negara tetangga. Seluruh rakyat Indonesia merasakan sedih atas musibah yang menimpa para kru Nanggala 402. Lebih-lebih para istri dan keluarga dari kru kapal selam tersebut, jelas merasakan sedih yang tak terkira.
Pada hari terakhir batas maksimum cadangan tabung oksigen dari awak nanggala 402 yakni sabtu tanggal 24 April 2021, kami sebagai rakyat biasa, hanya bisa berharap-harap cemas akan keselamatan para awak kapal selam tersebut. Seluruh rakyat Indonesia di tanah air yang menyaksikan berita tentang pencarian KRI Nanggala 402 lewat media televisi, hanya bisa berdoa dan mengharap akan kemunculan suatu mukjizat bagi keselamatan awak Nanggala 402.
Sebagai warga, kami tentu ikut merasakan kesedihan mendalam seluruh keluarga dari awak nanggala 402. Mereka tentu menangis meraung, dan berharap agar suami mereka bisa kembali ke pangkuan mereka.
__ADS_1
Sabtu, 24 April 2021 pukul 17.00 WITA KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang. Dalam jumpa pers nya TNI menyampaikan informasi bahwa setelah 72 jam pencarian KRI nanggala tidak ditemukan, maka kapal selam dinyatakan hilang.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menyampaikan perihal temuan kapal selam pada jumat siang 09.04 WITA dari kontak visual hasil pantauan RV. Singapura, Kapal selam kini ditemukan dalam kondisi terpecah menjadi tiga bagian di kedalaman 838 meter di dasar laut. Tiga pecahan kapal itu terdeteksi sekitar 1500 yard dari datum tempat tenggelamnya kapal.
Sementara menurut pengamat kelautan (mantan kepala kamar mesin KRI Nanggala 402 yakni Laksamana Muda Purnawirawan Frans Wuwung, mengatakan: Terbelahnya KRI Nanggala 402 menjadi tiga bagian adalah akibat melewati batas kedalaman operasional maksimum kapal selam.
Kapal selam saja yang terbuat dari lapisan baja bisa terbelah menjadi tiga bagian, apalagi tubuh manusia yang tersusun dari tulang dan daging, sungguh tak dapat dibayangkan nasib para awak KRI Nanggala 402. Menurut para pakar ahli kelautan, di kedalam 838 meter di bawah laut, itu sama seperti kita diinjak 100 ekor gajah.
Setelah tiga hari dilakukan pencarian, tapi kapal tersebut tak juga ditemukan maka pada hari Minggu, 25 April 2021, Panglima Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa Nanggala 402 dinyatakan hilang, dan seluruh awaknya dinyatakan meninggal.
Betapa hancur luluh perasaan para istri dan keluarga dari 53 awak Nanggala mendengar berita tersebut. Mereka semua menangis sedih, pilu seakan tak kuasa menerima kenyataan yang ada. Tak ada kebahagiaan melebihi kembalinya suami setelah melaksanakan tugas patroli ke pangkuan mereka, namun kenyataan berkata lain, seluruh awak Nanggala 402 itu tak jua kembali, mereka berpatroli hingga di keabadian. Seluruh rakyat Indonesia kini menundukan kepala, seraya hormat dan berdoa, semoga arwah 53 awak KRI Nanggala 402 diterima disisi tuhan dan ditempatkan di surganya. Amin.
__ADS_1