Cinta Merah Jambu

Cinta Merah Jambu
Sadar Diri


__ADS_3

Baru sekarang Sersan Bagus merasakan hidup seorang diri tak ada istri rasanya kesepian. Lima bulan sudah mas Bagus hidup menduda, menjalani hidup timpang seorang diri setelah istrinya meninggal. Tentara juga manusia, ketika istrinya pergi untuk selama-lamanya ia pun merasa tiada berdaya, karena dibalik segala yang terjadi, tak lepas dari kehendak tuhan yang maha segalanya. Suami mana yang tak berduka bila rasa kasih dan sayang kepada istrinya sedang mekar, kemudian tuhan memanggil dia pulang ke alam keabadian? Satu, dua, tiga bulan pertama ditinggal istri rasanya sangat lama sekali menjalani hidup mencekam seorang diri. Hanya doa kepada tuhan yang selalu mas Bagus panjatkan agar ia selamat menjalani hidup dari bermacam-macam godaan yang ada. Wanita memang banyak, tapi yang seperti sosok almarhum Dina kayaknya tak mungkin tergantikan oleh siapapun juga. Bila kehendak akan sosok seorang wanita muncul dalam benaknya, selalu saja disertai tanya dalam batinnya. “Apakah wanita tersebut juga memiliki rasa kasih sayang kepada Dyah Ayu Pitaloka anaknya?” Pertanyaan tersebut yang membuat hati mas Bagus selalu berpikir ulang bila ia hendak mengambil keputusan yang terbaik untuk diri dan anaknya kedepan. Setelah cukup lama menjalani hidup sendiri yang tidak mengenakkan, kini mas Bagus mulai bangkit kembali menapak aktivitas hidup normal kembali seperti sedia kala. Demi menjaga profesionalisme mas Bagus dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara, Ia pun kemudian mempercayakan bisnis butik peninggalan almarhum istrinya kepada Dewi adik kandungnya.


Dewi yang semasa libur sekolahnya kerap membantu Almarhum Dina di butik, kini setelah Dewi lulus dari SMA, ia pun bisa memegang amanah yang dipercayakan mas Bagus kepadanya. Dewi dan ketiga karyawan di butik memang sudah seperti saudara saja, sehingga mereka bisa profesional dalam menjalankan tugasnya. Kepandaian Dewi dalam menyerap ilmu ekonomi di bangku sekolah dan praktek langsung kepada Almarhum Dina dulu, kini menjadi bekal dalam menjalankan bisnis yang ada. Dewi juga tak segan membagikan kepandaiannya kepada ketiga karyawan lainnya.


Sementara untuk Dyah Ayu Pitaloka putri semata wayang, sebenarnya mas Bagus bisa mencari baby sitter untuk mengasuh Dyah, tapi hal itu dicegah oleh sang nenek. Ibu dari Almarhum Dina memang sangat menyayangi Dyah Ayu Pitaloka cucunya, sehingga ia tak menghendaki cucunya diasuh oleh orang lain atau baby sitter. Putri semata wayang (Dyah Ayu Pitaloka) akhirnya diasuh oleh nenek di kampung. Meski mas Bagus jarang sekali berjumpa dengan putri semata wayang, tapi setiap akhir pekan dia selalu menyempatkan diri untuk menjenguk putrinya di kampung. Keberadaan putri semata wayang bersama nenek dan kerabat yang menyayangi Dyah. membuat mas Bagus lebih tenang dalam menjalani aktivitasnya sebagai seorang abdi negara.


Mas Bagus juga selalu mendukung kebijakan Dewi adiknya yang cukup pandai dalam melakukan upaya untuk meningkatkan hasil penjualan di butik yang dikelolanya. Kemurahan Dewi yang kerap memberi Bonus kepada ketiga karyawan di butik milik kakaknya, membuat mereka selalu memegang kejujuran dan semangat kerja sehingga banyak pelanggan yang datang setiap harinya. Selain bekerja di butik, Dewi juga memberi kesempatan kepada ketiga karyawan untuk menjual barang dagangan milik kakaknya secara mandiri diluar jam kerja.


Dewi memberi upah lima belas persen kepada karyawan yang dapat menjual tiap item produk di butik yang sudah lima bulan ini dikelolanya. Ketiga karyawan seperti mendapat angin segar karena secara tidak langsung mereka juga dapat berbisnis tanpa modal di luar jam kerja. Kualitas produk dagang yang up to date tersebut banyak diminati oleh konsumen sehingga karyawan pun dengan mudah menjual produk yang mereka tawarkan. Ketiga karyawan terus semangat seperti orang sedang berlomba dalam sebuah turnamen demi mendapat upah tambahan sebesar lima belas persen. Setiap ada produk baru yang sangat trend, setiap pulang kerja mereka selalu membawa contoh foto produk tersebut untuk ditawarkan kepada konsumen. Sistem jemput bola oleh ketiga karyawan yang mampu mereka jalankan ternyata mampu mengatasi kelesuan pasar yang kerap berubah setiap bulannya.

__ADS_1


Sistem ekonomi kekeluargaan yang Dewi kembangkan membuat ketiga karyawan tersebut betah karena mereka merasa tak diragukan oleh atasan mereka. Mas Bagus sangat senang melihat hasil kinerja Dewi adiknya yang mampu membawahi tiga orang karyawan yang dipimpinnya. Tiga tahun sudah mereka ikut bekerja sejak mula butik itu di rintis oleh Almarhum Dina, kini di tahun ketiga mereka bekerja, mereka sudah dapat membeli sepeda motor baru dari hasil kerja mereka.


Lewat Dewi adik kandungnya, Mas Bagus juga mendorong mereka agar hidup mandiri tidak hanya mengandalkan diri dari hasil kerja saja. Atas persetujuan dari mas Bagus, Dewi juga tidak segan untuk membantu memberi modal dan berbagi ilmu bisnis yang ia dapat dari sekolah dan Almarhum kakak iparnya untuk ketiga karyawan yang mau berbisnis secara mandiri. Seiring waktu berjalan, dua orang karyawan lama, kini sudah ada yang berhasil mengikuti jejak langkahnya, mereka membuka toko baju sendiri di lingkungan pasar dekat rumah mereka.


Kesuksesan kedua orang karyawan tersebut ternyata dapat menambah masukan lagi bagi toko butik Dina Collection yang Dewi kelola. Setiap kali mereka dapat pesanan baju merek brand dari konsumen yang tidak ada di toko milik mereka, maka mereka akan merujuk dan membeli baju tersebut di toko butik Dina Collection. Bila konsumen yang datang ke toko mereka tidak sabar untuk dapat membeli baju brand pesanan orang tersebut, maka mereka akan mengarahkan konsumen ke butik Dina Collection di kota. Kerjasama dan kepercayaan inilah yang membuat lancar bisnis yang Dewi kelola.


Sikap mas Bagus yang menyerahkan urusan bisnis kepada Dewi adiknya, membuat semua karyawan atau pun mantan karyawan begitu menaruh hormat tinggi kepadanya. Bagi mereka, mas Bagus adalah sosok orang yang sangat berjasa dalam hidup mereka. Mas Bagus memang lebih mengutamakan tugas di dinas tentaranya, sehingga ia jarang sekali pergi ke butik miliknya.


Bila mas Bagus mengunjungi butik untuk melihat suasana, maka karyawan yang ada akan mencari simpati agar mereka disapa olehnya. “Hai sudah makan?” sapa mas Bagus kepada mereka yang lagi cari perhatian kepadanya.

__ADS_1


“Sudah Pak,” jawab Yayu dan kedua temannya sambil tersenyum. Mas Bagus mau menyapa seperti itu saja, Yayu dan kedua temannya merasa begitu bahagia. Wibawa mas Bagus yang gagah perkasa memang mengandung karisma, sehingga setiap wanita yang mendengar sapaan dari mas Bagus akan merasa berbunga-bunga hatinya.


Disisi lain kabar duka mengenai meninggalnya mas Budi suami dari Yuli, membuat mas Bagus ikut bersedih mendengarnya. Yuli yang dulu pernah ia cintai kini menderita tanpa adanya suami di sisinya. Berkali-kali mas Bagus menarik nafas panjang sekaligus turut prihatin atas musibah yang sedang dialami Yuli. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu Yuli yang sedang duka, selain mengirim bunga dan permintaan maaf kepadanya.


Mas Bagus menyadari kesalahan yang pernah diperbuat kepada Yuli dan seakan belum ter-maafkan olehnya.


Mas Bagus yang pernah merasakan derita karena kehilangan istri tercinta untuk selamanya, cukup paham dengan kondisi Yuli mantan kekasihnya yang kini sedang dirundung duka. Bersit keinginan dalam benak mas Bagus untuk datang dan menghibur Yuli yang sedang berduka, terhalang oleh perasaan malu atas kesalahannya yang mungkin belum termaafkan oleh Yuli. Betapa sedihnya Yuli merasakan derita kehilangan atas meninggalnya suami yang telah kembali ke alam baka. “Tapi bagaimana mungkin aku akan datang ke rumah Yuli, bila kata maaf yang pernah aku sampaikan dulu kepada Yuli belum ada jawaban? Jangankan kata maaf, memandang wajah diriku saja mungkin Yuli sudah tak sudi lagi.” batin Bagus dalam renungan. Langkah bisa ia lakukan hanyalah menyampaikan salam lewat teman dan seikat kembang, dan diam sambil menanti sebuah ilham.


Setelah mas Bagus menyadari kesalahan yang dulu, memang harapan yang ada hanyalah Yuli mau memaafkan atas kesalahannya. Hanya tuhan yang dapat membolak-balikan hati setiap manusia sehingga rasa benci dihati Yuli kepada mas Bagus berubah menjadi cinta. “Mungkinkah Yuli mau menerima aku yang telah membuatnya menderita dulu?” Bagus tepis lagi pertanyaan yang tiba-tiba muncul dalam batin itu. “Ah tidak, bisa mendapatkan maaf dari Yuli, kemudian ia mau menerima dirinya sebagai teman saja, itu merupakan suatu keajaiban yang luar biasa.” batin Bagus.

__ADS_1


__ADS_2