Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
Perkenalan


__ADS_3

Almas wahid adalah namaku. aku terlahir dari keluarga yang sederhana, sehingga setelah lulus dari sekolah SMP pun aku memilih untuk melanjutkan pendidikanku disekolah yang terbilang sederhana namun tetap baik dengan segala fasilitas yang ada.


Iya,. Sekolah SMA dimana aku pernah mendengar dari berbagai cerita jika masa SMA itu masa paling indah dengan begitu banyak kisah-kisah manis.


Namun, anggapan itu tidak berlaku bagiku karna aku merasa sekolah disini, dimana aku sekolah sekarang sebagai siswa baru membuatku sangat tidak nyaman dan merasa terpenjara. Hal itu karena aku bersekolah ditempat yang sama dengan Tara, dia adalah kakakku😢 berbeda 2 tahun diatasku.


saat ini aku menjadi siswa baru disekolahnya. lagi-lagi kakakku mengganggu kebebasanku. Sejak aku menginjakkan kaki sebagai siswa aku tidak pernah bersekolah dengan sekolah yang berbeda dengannya. Sungguh sangat menyebalkan karna segala tingkah lakuku akan selalu jadi awasan baginya.


Oke, gak papa aku jalani aja semua toh dia juga udah kelas 12 IPS dan aku kelas 10 hanya dalam waktu kurang lebih 10 bulan saja aku akan terbebas darinya.


-0-0-0-


"nak, kamu harus turuti ibumu nak, kamu harus sekolah ditempat yang sama dengan kakakmu.. "


" tapi bu... Almas gak mau satu sekolah terus dengan kak tara, almas udah bosen bu.


dari almas masih kelas A kecil sampai SMP selalu satu sekolah sama kak tara, almas bosen bu diolok-olok sama temennya kak tara, belom lagi almas juga digodain sama mereka.. "😢 dengan muka sedih almas mencoba untuk curhat kepada ibu riya. ibu almas


"tapi nak.. Ibu hanya ingin tenang dan lega dengan kamu bersekolah satu sekolah dengan kakakmu, kamu perempuan nak biar kakakmu bisa jagain kamu dengan baik, setidaknya ibuk bisa tenang saat kamu ada yang jagain" jawab bu riya.


Dengan nada lemas dan berat hati almas menjawab " baiklah bu, almas ikut kemauan ibu saja".


"terima kasih ya nak,.. Ibu senang sekali".


Cup..


Ibu mencium kening almas dan meninggalkan almas sendiri


-0-0-0-

__ADS_1


Dibalik pintu kamar yang terkunci almas membayangkan bagaimana dia satu sekolah lagi dengan kakaknya.


Itu pasti akan membatasi kebebasannya,


Apalagi tentang asmara pasti tara akan selektif dalam memilih laki-laki mana yang mendekati adik perempuannya itu.


Itupun kalo di izinkan tara dekat dengan laki-laki, tapi Kalau...............


"hah... Bisa-bisa masa SMA ku yang kata kebantakan orang adalah masa indah bisa-bisa jadi masa yang suram".. Sambil membayangkan hal menyebalkan yang mungkin akan terjadi, almas menggaruk-garuk kepalanya.


"sudahlah lebih baik aku tidur saja, semoga saja apa yang ku takutkan tidak terjadi" gumam almas sambil memeluk bantal guling dan akhirnya terlelap.


-0-0-0-


Karna memang masih dalam masa libur sekolah almas selalu menghabiskan waktunya didepan tv.


Brukk....


Tara melempar makanan ringan tepat mendarat dimuka almas.


"apaan sih kak, " sambil memasang muka sebal almas memprotes tindakan kakak satu-satunya itu.


" makan tuh" jawab tara


Dengan senang almas membuka makanan ringan yang dilepar kakaknya.


" Itung-itung buat nambah berat badan nonton sambil nyemil kan enak juga" gerutu almas dalam hati.


"mas loe udah gue daftarin disekolah gue, dan loe nanti harus ambil jurusan IPA". Kata tara.

__ADS_1


"kenapa kalo ambil IPS kayak kakak?? " tanya nya.


" gak usah, IPA aja biar loe gak jadi geng lagi kayak loe SMP dulu,. Kalo IPA anak-anaknya lebih rajin-rajin dan disiplin, biar loe ketularan" jawab tara.


Dengan muka malas almas menjawab "hmmmmm.


Masa liburan sekolah pun telah usai dan ini saatnya almas menginjakkan kaki disekolah baru, sekolah yang sama dengan kakaknya bersekolah.


-0-0-0-


Flash back


Masa SMP aku sempat menjadi salah satu siswi yang sangat tidak disiplin dan tidak rajin.


Aku sering bolos sama teman-teman gengku hanya untuk duduk-duduk dipinggiran sawah karna memang sekolah ku berdekatan dengan sawah yang terlihat begitu sejuk dan nyaman untuk dijadikan tempat melarikan diri dari pelajaran-pelajaran yang ku anggap sebagai beban menumpuk yang perlu dibersihkan dalam otakku.


Bahkan semasa SMP aku dan teman gengku sempat mero******k......


Tapi sumpah demi apapun senakal-nakalnya aku dan teman gengku paling anti dengan yang namanya berdekatan dengan cowok.


Dan geng ku pun terdiri dari 4 orang yang hanya perempuan semua.


Dulu pernah juga kejadian, salah satu dari anak gengku melakukan hal gila parahnya dia anak dari salah satu guru disitu juga, dan kegilaan itu terdengar sampai kekepala sekolah dan akibatnya satu geng kami akan dikeluarkan dari sekolah. Meskipun itu kesalahan dari 1 orang tapi kita teman dekat, dekat sekali sampai kepala sekolah mengira kami bersekongkol.


Untungnya kita waktu itu sudah kelas 9 dan semester akhir jadi kami dipertahankan dengan alasan sayang, karna kurang sedikit lagi kami juga akan keluar sebagai alumni.


***Kisah pun dimulai sebagai siswa baru**


Bismillah.. Novel perdana

__ADS_1


__ADS_2