
"aku senang mas bisa ketemu kamu mas, kamu semakin cantik, meski saat bertemu tadi aku tak melihat senyummu yang begitu ku rindukan tapi setidaknya aku bisa melihatmu baik-baik saja". Gumam iril dalam hati dan tiba-tiba dikagetkan oleh dewik.
"sayang kamu kenapa? Kok sejak tadi ngelamun sih, apa ada masalah? ". Tanya dewik yang dudul di samping iril yang sedang mengemudikan mobil. Tujuan mereka adalah kerumah dewik untuk mengantar dewik pulang setelah mereka lelah berbelanja kebutuhan dewik.
Dewik gadis yang mandiri, sejak ditinggal oleh kedua orangtuanya yang terlibat dalam kecelakaan beruntun 5 tahun silam, membuat ia menjadi seperti ibu rumah tangga yang harus selalu menyiapkan kebutuhan rumah karna ia hanya tinggal berdua dengan kakak laki-lakinya.
"gak papa kok, hanya lagi mikirin masalah pekerjaan saja". Sahut iril
"udah sayang g usah dipikirin kan ini lagi bukan jam kantor kenapa mesti bingung masalah kantor, nikmati saja waktumu".
"iya kamu benar". Jawab iril sambil mengelus lembut rambut dewik.
Maafkan aku wik, selama ini aku tak pernah bisa mencintai oranglain seperti aku mencintai almas, aku tak bisa melupakannya bahkan saat aku telah bersamamu pun aku masih tak bisa melupakan bayangan almas.
Kata iril dalam hati sambil melihat ke arah kekasihnya itu.
Iril tak pernah mencintai dewik selama ia menjalin hubungan, iril tak bisa melupakan almas ia masih tetap mencintai almas dan berharap almas bisa ia miliki, tapi kenyataan yang tak menginginkan mereka bersatulah yang membuat iril hanya menunggu dan menunggu tanpa berani merebut almas dari iril. Ia sadar bahwa kehadirannya hanya sebagai pengganggu hubungan orang.
____________00____________
#POV ALMAS & RAY
Mungkin aku harus melupakan iril, sekarang ia telah bahagia dengan kekasihnya.
__ADS_1
Memang sakit rasanya aku melihat iril dengan wanita lain tapi setidaknya ini semua bisa membuatku semakin yakin pada pilihanku kembali pada ray. Dan semua ini bisa membuatku memantapkan hati pada ray tanpa menoleh lagi kebelakang.
Perkataan almas itu memecah kehening malam ini.
dikamarnya yang bernuasa mewah dan klasik disertai dengan barang-barang yang serba ungu itu almas menangis. Antara sedih dan bahagia yang kini ia rasakan. Sedih karna mengetahui kenyataan bahwa iril telah memiliki kekasih dan bahagia karna rindunya telah terobati.
Sinar matahari menembus dinding kaca kamar almas, dan membuat almas perlahan membuka matanya. Ia melirik pada jam beker yang berada dimeja samping ranjangnya. Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB
"hah, aku terlambat". Teriak almas dan ia segera menuju kamar mandi.
30 menit kemudian almas keluar dari kamar dengan berlari dan menuju ke meja makan. Disana sudah ada ayah, bunda dan tara kakak almas yang sudah bersiap untuk sarapan.
"bunda kok gak bangunin almas sih, jadinya almas kesiangan nih". Ucap almas pada ibunya seraya meminum susu dan mengambisl sepotong roti milik tara.
"eh, eh.. Dasar". Sahut tara yang tak terima rotinya diambil oleh almas.
Tin tin....
Suara klakson mobil membuat seisi rumah almas yang seketika menoleh ke arah luar pintu.
"itu pasti ray, suruh sarapan dulu sini nak". Teriak bunda pada almas yang tengah berlari menuju pintu sembari menggigit roti dan kedua tangannya memegang berkas-berkas kantor.
Dari arah pintu almas melambaikan tangan kepada ibunya tanpa menoleh, ia memberikan isyarat pada ibunya bahwa ia tidak mau mengajak ray sarapan bersama karna ia benar-benar telat hari ini.
__ADS_1
"ray.. Kamu udah datang? ". Kata almas semabri menghapiri ray yang tengah menunggu almas didalam mobil.
" ya sayang aku baru datang tadi malem". Sahut ray sambil membukukan pintu untuk almas.
"*loh kok kamu pakek baju gitu sih, emang kamu gak masuk kerja hari ini? ".
" gak sayang aku masih dikasih waktu libur karna semalem aku nyampek apartemen 02.00*."
"kenapa kamu gak tidur aja sih, istirahat dirumah". Kata almas.
"aku kan rindu jadi aku mau nganterin kamu, emang kamu gak rindu apa? ". Jawab ray
"ya rindu sekali sayang, udah ayok sambil jalan udah telat nih". Sahut almas yang begitu cemas karna ia pasti terlambat masuk kantor.
"udah tenang aja nanti aku yang akan nganter kamu masuk, gak usah cemas kayak gitu, kalo perlu kita makan dulu ya, kamu belum sarapan nasi hanya makan roti saja kan? ". Ajak ray pada almas.
"* gak ah, aku gak enak sama yang lain, apalagi merekakan gak tau kalau kita ini memiliki hubungan, jika nanti kamu nganter aku yang telat dan membantuku berbicara dan berlasan pada bos, bisa-bisa mereka curiga".
"ya biarin aja sekalian biar mereka tau kalo kamu milikku, dan mereka gak akan berani mengusikmu*". Kata ray.
Posisi ray memang cukup berpengaruh dalam kantor, pasalnya ia kini menjabat sebagai presiden utama kantor tempat mereka bekerja semenjak bos pemilik kantor tersebut memutuskan untuk pensiun dan memantau perkembangan kantor dari rumah. Ia mempercayakan semua pada ray karna memang ray juga merupakan keponakannya. Dan ia pun mengetahui hubungan ray dan almas setelah beberapa waktu lalu ray menceritakan niatnya untuk melamar almas pada keluarganya.
Namun niatnya itu belum diketahui oleh almas.
__ADS_1
Like n komen ya readers