
Malam ini Rey menuju rumah Ferdy,dia bersama Alan memulai penyelidikan tentang Risa.Karena menurut informasi yang didapat Alan Risa bekerja di radio milik saudara sepupunya itu.Awalnya Rey ingin langsung menemui Risa di Radio Kanaya namun dia ragu jika mengagetkan Risa dengan kedatangannya yang tiba-tiba Rey takut Risa akan menghilang kembali.
Rey sudah yakin bahwa Risa memang penyiar diradio milik Ferdy karena tadi siang dia membuktikan dari suara Risa yang sedang on air. Meski berganti nama Dina namun Rey yakin itu adalah Risa.
Dari hotel menuju kediaman Ferdy tidak memakan waktu lama Rey dan Alan sudah tiba dirumah Ferdy. Didalam keluarga om Farhan sudah lengkap ada tante Ira,Ferdy dan istrinya serta Arya.
" Selamat datang Rey...akhirnya kamu bisa juga main kerumahku ini" Ferdi memeluk Rey dan menyalami Alan mereka berdua dipersilahkan masuk keruang keluarga disana keluarga besar om Farhan sudah menunggu.
"Rey...Ya Allah akhirnya bisa memeluk kamu lagi nak,tante kangen banget Rey" Tante Ira histeris memeluk keponakan tersayangnya.
" Rey juga kangen tante" balas Rey memeluk tante Ira,dulu sewaktu masih berkumpul tante Ira ikut merawatnya dan menyayanginya seperti anak sendiri.
" Oh ya Rey ini Arya masih ingat nggak kalian lama banget nggak ketemu sejak Arya pindah sekolah diInggris" Ucap Tante Ira
" Hallo Rey " Arya memeluk Rey mereka tersenyum bahagia tak lupa juga Rey memperkenalkan Alan kepada keluarganya.
Alan terkejut melihat Arya dia teringat foto Risa dalam acara pernikahan yang ada dimedia sosial " Bukankah Risa foto bersama laki-laki ini,Dokter Arya. Ya Tuhan gimana kalau beneran Risa sekarang adalah kekasih dokter Arya bisa-bisa perang dunia ke dua antar saudara nih..bisa gawat" Batin Alan dia sedikit cemas dengan kondisi ini tapi berusaha tenang.
Mereka berbincang bersama ,makan malam dengan hati yang bahagia. Bercerita tentang keluarga mereka yang sudah lama tidak bersua juga tentang pekerjaan mereka ,proyek -proyek Rey yang ada dikora S.Rey memang tidak memberitahukan alasan utama berkunjung kekota S untuk mencari Risa kekasihnya tapi dia memberi alasan melihat-lihat lokasi proyek
" Rey bagaimana kalau kamu dan Alan bermalam disini saja" pinta Ferdi
" nggak usah kak,aku nggak pengen ngerepotin kakak apalagi kita udah pesen hotel jauh-jauh hari jadi sayang kalu harus dibatalkan" jawab Rey.
__ADS_1
" kalau kamu butuh sesuatu hubungi kakak Rey" lanjut Ferdy
" pasti kak..aku juga belum seberapa hafal dengan kota ini,oh ya kak mungkin besok aku ke radiomu aku penasaran banget dengan kantormu" Rey akan menyelidiki Risa di radio Kanaya
" Datang saja kapanpun kamu mau Rey,nanti kakak akan hubungi sopir untuk menjemputmu ,oh ya Rey dari pada harus sewa mobil kamu pakai aja salah satu mobil disini " perintah Rey
" Baik kak" jawab Rey
Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka sementara Alan meminta ijin untuk keluar rumah dia ingat dia harus menyelidiki Risa yang menurut informasi yang didapatnya Risa tinggal bersama keluarga Ferdi.
Setelah berkeliling kediaman Ferdi,Alan tidak menemukan keberadaan Risa dia sudah melihat semua ruangan dirumah itu namun tidak ada jejak tentang Risa. Alan menyerah dia kembali bergabung dengan Rey,dengan berbisik dia memeritahukan pada Rey bahwa Risa tidak berada disana.
Rey sedikit kecewa malam ini rencananya tidak berhasil dia tidak menemukan keberadaan Risa.Rey ingat bukankah rumah utana kekuarga om Farhan bukanlah rumah Ferdi.
" Tante Ira ,Rey ingin menginap dirumah tante malam ini bolehkah, lama tidak kerumah tante" Rey berharap malam ini bisa menemukan Risa
" Ya udah kalau gitu kita langsung pulang ma,sudah malam ,Arya juga harus kerumah sakit sekarang. Mama pulang denga Rey saja ya Arya lsngsung kerumah sakit" jelas Arya
" Iya ,hati-hati lho Ar" Tante Ira memeluk Arya
"Rey titip rumah sama mama ya,aku kerumah sakit dulu ada jadwal operasi sekarang" Arya pamit pada semua.
" Jangan khawatir Tante Ira aman bersamaku" canda Rey sambil berjalan mengantar Arya
__ADS_1
Setelah Arya meninggalkan rumah,Alan,Rey dan Tante Ira segera pamit kepada Ferdi dan istrinya. Rey menggunakan mobil Ferdi sedangkan Alan menggunakan mobil sewaan.mereka melaju dalam keramaian malam.
Sementara itu Risa baru sampai dipaviliun setelah seharian disibukkan dengan pekerjaannya Risa berendam dengan air hangat agar segala keletihan ditubuhnya hilang. Sambilbngobrol dengan nenek dan Sisil melalui vc telpon Risa asyik berendam.
" Risa kangen kalian pengen cepat-cepat pulang,maaf ya nek Risa minggu ini nggak bisa pulang dulu banyak pekerjaan yang harus Risa selesaikan,insyallah Risa usahakan secepatnya pulang setelah pekerjaan selesai" Risa merasa sangat sedih.
" Iya nggak apa-apa sayang yang penting kamu sehat-sehat disana,ya udah lanjutin ngobrol dengan sisil ya nenek mau tidur dulu sudah mengantuk" jawab nenek
" Ya udah nek,met tidur ya jangan lupa mimpiin Risa" Risa tertawa melihat neneknya yang sudah mengantuk
" Ya..kamu juga jangan suka begadang cepat tidur berendamnya jangan lama-lama takutnya masuk angin lho" Nasehat nenek
" Iya nek jangan khawatir" jawab Risa dia melihat nenek meninggalkan kamar Sisil
" Sil,jadi nggak nih lihat-lihat baju pengantinnya" tanya Risa
" Jadi dong,hari minggu aku langsung kekota S kamu jemput aku dibandara ya" Sisil bahagia karena pernikahannya sudah dekat. Dia berencana memesan baju pengantin dilangganan keluarga Arya.
" tenang aja pasti aku jemput,eh udah dulu sil,aku udah kedinginanan nih kita lanjut nanti ya,aku mau ganti baju dulu" Risa berniat menyudahi acara berendamnta karena sudah merasa kedinginan,dia langsung menutup vc nya dengan Sisil. Melangkah kekamar hanya mengenakan handuk Risa bergegas berganti pakaian. Dilihatnya melalui jendela kamarnya ada 2 mobil memasuki halaman rumah Tante Ira.
Siapa malam-malam gini bertamu. Risa tidak terlalu ingin tahu dia segera merebahkan dirinya diranjang rasa kekahnya sudah tidak bisa diajak nego dia ingin segera rebahan dikasur empuknya.
Alan,Rey dan Tante Mira masuk kerumah Tante Ira mengajak Rey kelantai 2 tempat Rey tidur.Dua kamar kosong bersebelahan itu kini sudah berpenghuni Alan menempati kamar tamu disebelah Rey. Rey tidak sabar untuk mencari Risa tapi tubuhnya tidak bisa diajak kompromi dia merasa gerah dan ingin segera mandi.
__ADS_1
Begitu juga Alan setelah mandi dia langsung tidur dikamarnya .Berbeda dengan Rey ,dia tidak bisa tidur dia ingin segera menyelidiki dimana Risa berada. Rey keluar kebalkon kamar memandang kilau bintang malam ini,udara yang dingin. Dilihatnya rumah-rumah disekitar sudah memadamkan lampunya halaman semakin gelap hanya lampu dipaviliun depan rumah Tante Ira yang masih menyala.
" Apakah kamu disana Ris,dimana kamu sebenarnya" batin Rey sambil menatap paviliun tempat Risa tinggal. Malam ini Risa sudah terlelap dia lupa mematikan lampu.