
Betapa bahagianya almas saat melihat pesan masuk dari ray pada ponselnya.
Kekasihnya yang entah kemana selama sepekan ini dan tak mengabarinya sekalipun kini telah kembali dan mengirimkan pesan padanya.
Dengan segera almas membuka pesan ity dan membacanya
"bagaimana kabarmu sayang?? Aku rindu? Maaf aku menghindar darimu seminggu ini bukan karna aku tak mencintaimu, tentu kau sudah tah bagaimana dengan perasaanku padamu yang tak pernah berkurang sedikitpun bahkan setelah kau hancurkan rasa ini,
Sayang.. Selesaikan urusanmu dengannya dan kembalilah padaku, aku akan selalu menunggumu disini sampai kau siap untuk kembali dan berjanji akan meninggalkannya"
Almas begitu bahagia karna kekasihnya itu baik-baik saja dan mengirimkannya pesan yang mengatakan bahwa cintanya tetap sama, tapi ada rasa sedih juga dalam diri almas, sebab ray meminta almas meninggalkan iril (cinta barunya).
Almas tak bisa memberikan keputusan secepat ini, almas masih mencintai iril, sulit baginya untuk dengan mudah melupakan cintanya pada iril.
tapi ia juga tak ingin kehilangan ray jika ia tak meninggalkan iril.
Pesan 1 :"*sayang kamu kemana saja aku juga rindu sama kamu, sangat begitu rindu. Jangan siksa aku seperti ini lagi sayang, aku seperti orang gila kehilangan akal saat kamu menghilang tanpa kabar. "
Pesan 2 :" sayang bisakah kita bertemu? *"
Balas pesan almas pada ray.
Dan selang beberapa menit ray membalas pesan almas
Pesan 1 :" akulah yang lebih gila dan tersiksa sayang"
Pesan 2 :"sayang, selesaikan dulu urusan kamu dengannya, kita akan bertemu setelah perasaanmu hanya untukku, aku tak ingin melihatmu dengan masih ada oranglain dimatamu"
__ADS_1
Air mata almas mengalir saat membaca balasan pesan dari ray, dadanya begitu sesak merasakan konflik batin ini.
Almas merasa ia harus menelfon ray untuk memberi keputusan pada semua ini, ia tak ingin batinnya tersiksa terlalu lama karna memikirkan masalah hati, sebenarnya ia ingin sekali menemui ray dan membicarakannya secara langsung tapi apalah daya ray tak mau menemui almas sebelum semuanya jelas.
Almas dan ray berbicara dalam telfon.
*Almas :"hallo"
"iya hallo*". iril menjawab
"rindu"
"sama"
"bagaiman keadaanmu? "
" sama sepertimu, sayang aku ingin memutuskan tentang apa yang kamu minta"
"iya aku akan mendengarnya dengan baik dan menerima semua keputusanmu sayang, tapi satu hal yang mau darimu sebelum kamu memutuskan semuanya "
" apa?? ". Almas nampak bingung.
" *jangan pernah kau menyuruhku untuk melepaskanmu karna oranglain"
"iya sayang, akupun juga tak akan melepaskanmu hanya karna orang yang baru ku kenal. Sayang jika aku meminta waktu padamu untuk menyelesaikan rasaku padanya, setidaknya sampai rasanya juga menghilangkan pada ku dan kita akan tetap seperti biasa apa kamu mau? *"
" kamu gak bisa ya menjauh darinya, sudah seberapa dalam rasamu padanya sayang hingga kau tak mau meninggalkannya? "
__ADS_1
" bukan seperti itu sayang, aku pasti akan meninggalkannya dan kembali padamu dan diapun sudah tau dengan hal ini, ketika pertama kali dia mengatakan cintanya padaku aku menceritakan semua tentang kita dan dia tau bahwa bagaimanapun aku akan kembali padamu sayang karna aku merasa telah terikat padamu, dia menerima itu semua, aku sudah memintanya untuk menjauh tapi dia gak mau dia terlanjur mencintaiku dan dia rela menjalani cintanya meski dia tak bisa memiliki, cukup dengan aku tak menyuruhnya untuk menghilangkan cintanya, baginya itu sudah cukup"
Dengan terpaksa ray menjawab : "baiklah, sampai kapan? ".
" *sampai aku berhasil membuat perasaannya pada ku hilang dan berbalik membenciku, karna bagaimanapun dia juga tersakiti dengan semua ini. "
" apa kau tak memikirkan perasaanku sayang? *" sahut ray yang membuat almas seketika bungkam seribu bahasa.
"kenapa diam, jawab sayang apa kau tak memikirkan perasaanku, kenapa kau lebih memikirkan perasaannya?? Apakah cintamu sudah benar-benar hilang untuk ku??"
"tidak sayang jangan seperti itu hatiku akan sangat sakit jika kau berbicara seperti itu,
Aku sangat mencintaimu sayang aku tak ingin kau menghilang dariku, hanya saja aku tak ingin terlalu dalam melukai hati seseorang, bagaimana pun ini juga salahku.
Sayang, tidakkah kau berfikir bagaiman lukanya dia saat aku meninggalkannya dalam keadaan dia masih mencintaiku?"
Ray pun diam dan berpikir.
"Sayang, aku akan kembali *padamu aku tetap memilihmu bukan dia, tapi pikirkanlah diantara kita dialah yang lebih sakit sayang, aku tau kamu juga sakit tapi kamu tidak kehilanganku sayang karna selamanya kita akan bersama, sedangkan dia, dia akan melihat kita bahagia nantinya, tidakkah kau kasihan padanya sayang? "
" baiklah, segeralah membuat rasanya hilang padamu, bagaimanapun seorang laki-laki yang begitu mencintai wanitanya tak akan rela melihat wanitanya bersama orang lain meski hanya sementara waktu".
"iya sayang terimakasih, aku sangat mencintaimu*."
Begitulah keputusan mereka kini, jauh dari lubuk hati yang paling dalam almas masih tak sanggup untuk menghilangkan rasanya untuk iril.
*cinta tau kemana dia akan kembali*
__ADS_1