
kara dan Arthur maupun asisten Lexie keluar dari kantor, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka semua dan salah satunya kara banyak orang yang iri terhadap kara karena bisa menjadi istri dari seorang Arthur putra Leo Mahendra.
kara yang tidak mempedulikan orang-orang yang memperhatikan nya dengan tatapan yang tidak suka itu, karena iri terhadap nya yang bisa menjadi istri dari Arthur padahal kan meskipun dia tidak menikah dengan Arthur dia sudah memiliki segalanya hanya saja orang-orang belum mengetahui bahwa dirinya berasal dari keluarga terhormat yaitu putri dari Arbinata Pratama dan Aisyrah Keyn Kaindara.
Arthur dan kara maupun asisten Lexie akan pergi ke makan malam di restoran yang sudah di tentukan oleh orang tua Arthur, ya Daddy Reno maupun mommy Ressi merencanakan makan malam bersama-sama dengan anak-anak maupun menantu dan juga sahabat Arthur dan ada juga keluarga kara yang ikut berkumpul.
'' ayo sayang ''ucap Arthur dengan lembut sambil menggandeng tangan kara.
'' iya kak''sahut kara dengan tersenyum sambil berjalan bergandengan dengan Arthur.
seperti biasa asisten Lexie di samping Arthur dengan wajah datarnya dan tentunya tanpa gandengan dengan siapapun.
mereka masuk kedalam restoran yang sudah di siapkan.
'' selamat datang '' ucap pelayan restoran.
__ADS_1
Arthur maupun asisten Lexie tidak menjawab sapaan dari pelayan restoran tersebut mereka berdua memasang wajah datar dan auranya yang dingin, berbeda dengan suaminya dan asisten suami nya kara membalas sapaan dari pelayan restoran tersebut tersenyum hangat.
'' hakhirnya kalian sampai juga '' ucap mommy Ressi sambil memeluk kara dan Arthur maupun asisten Lexie.
'' maaf mommy harus menunggu lama ya'' sahut kara dengan tidak enak karena sudah membuat mertua nya menunggu kedatangan nya yang cukup lama karena suaminya itu meminta kara pergi ke salon dan butik dulu jadi lama.
'' tidak apa-apa sayang mommy mengerti '' ucap mommy Ressi sambil tersenyum pada kara.
'' bagaimana kabarmu sayang '' tanya tuan Arbinata dengan lembut sambil menatap kara.
'' papi sehat nak '' sahut tuan Arbinata dengan tersenyum pada kara dia senang karena hakhirnya putri nya mau berbicara kepada nya meskipun hanya singkat tapi, tidak masalah yang penting putri nya mau berbicara kepada nya.
'' hai dek senang melihat mu '' ucap Ken dengan tersenyum pada kara.
'' senang juga bertemu dengan mu kak Ken '' sahut kara sambil menatap Ken dengan tersenyum.
__ADS_1
Ken yang mendengar omongan dari adik perempuan satu-satunya itu merasa senang karena adiknya mau berbicara juga kepada nya.
'' jangan pergi lagi ya..... kakak sayang sra '' ucap kai dengan lembut sambil memeluk kara.
berbeda dengan papinya maupun dengan Ken yang berbicara seperti itu, kepada kara kai malah langsung memeluk kara dengan lembut sambil membisikkan sesuatu yang membuat kara ingin menangis karena sudah meninggalkan kakak-kakak nya yang begitu menyayanginya.
Ken yang melihat kai maupun kara berpelukan tidak ingin ketinggalan dia juga ikut berpelukan juga, hakhirnya mereka bertiga berpelukan erat antara adik dan kakak-kakaknya.
tuan Arbinata yang melihat putra-putranya dan putri satu-satunya berpelukan merasakan perasaan bahagia karena hakhirnya mereka bisa berkumpul kembali seperti keluarga, meskipun dia sendiri ingin juga berpelukan seperti anak-anaknya yang saling berpelukan.
'' papi '' ucap kara dengan lembut sambil mengulurkan tangannya pada papinya.
tuan Arbinata yang melihat kalau putri nya mengulurkan tangannya untuk ikut juga berpelukan, dia tidak melepaskan kesempatan untuk bisa kembali memeluk putri satu-satunya itu.
bersambung.......
__ADS_1