Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
Pinangan


__ADS_3

"sampai jumpa sayang, nanti aku jemput". Kata ray sembari melambaikan tangannya dari dalam mobil yang kemudian segera dibalas lambaian tangan juga oleh almas dan tak lupa disertai senyum memikatnya.


Almas melangkahkan kakinya dengan ragu untuk memasuki kantor, ia melirik jam tangan yang dipakainya.


Jam menunjukkan pukul 07.30 menit.


"ya tuhan aku telat 30 menit, semoga saja bos hari ini masuknya siang biar gak tau kalo aku telat". Ucap almas, kini ia benar-benar telat masuk kantor. Ia melangkahkan kakinya dengan begitu cepat hingga dengan tak sengaja ia menabrak seseorang didepannya.


"Aduuhh.... Rintih almas seraya memegangi keningnya.


"maaf-maaf aku lagi buru". Dan almas segera melangkahkan kakinya kembali tanpa menolah pada orang yang telah ia tabrak.


"hay almas". Ucap seseorang itu.


Seketika langkah almas terhenti, sepertinya ia tak asing dengan suara itu, kini otaknya mulaj mencerna dan memikirkan suara siapakah itu?. dan ya almas menoleh kaget saat dia tau orang yang ia tabrak dengan tak sengaja tadi.


"iril..!! " ucap almas kaget.


"iya kamu baik-baik saja kan? Keningmu gak papakan mas?" tanya iril khawatir.


"*eh iya gak papa kokk sory aku buru-buru tadi jadi gak liat ada kamu".


*"iya gak papa kok, kamu telat ya?". Tanya iril

__ADS_1


"iya, dan kamu kenapa disini ril?". Tanya almas


"aku ada proyek dengan perusahaan ini dan aku kesini mau menemui bosmu". Sahut iril


"oh, iya kamu tanyakan saja sama bagian resepsionis itu bos udah datang apa belom". Terang almas pada iril


"udah dan katanya sebentar lagi akan datang" jawab iril yang membuat almas kini bernafas dengan lega. Ia senang mendengar bahwa bosnya belom sampai dikantor.


"alhamdulillah, syukurlah kalo begitu jadi aku gak perlu takut diomelin". Jawab almas yang kemudian mendapat gelak tawa dari iril.


Sungguh pertemuan yang tak bisa diduga, disatu sisi almas senang bertemu dengan iril dan disisi lain ia takut dengan ucapan iril bahwa dia kekantor almas karna ada proyek bersama, ia takut ray mengetahuinya dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pasalnya ray sangat tidak menyukai iril karna kedekatan nya dulu sengan almas.


"ya tuhan.. Semoga saja engkau tidak memberikan takdir buruk kepadaku". Ucap almas dalam hati.


----00---


Kini mereka sedang makan bersama disebuah restoran yang suasananya begitu romantis.


"apa aja sayang terserah kamu aja". Sahut almas.


"kenapa kamu kok g bersemangat sekali sepertinya?". Tanya ray


"gak sayang aku semangat kok aku hanya lagi lelah saja, yasudah aku pesan ini aja deh dan minumnya yang ini". Jawab almas sembari menunjuk menu makanan yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"ya sudah, ini dan ini ya mbak, dua." Kata ray pada pelayanan restoran tersebut.


Dan pelayanan tersebut segera meninggalkan meja makan almas dan ray.


"Sayang aku mau ngomong sesuatu sama kamu". Ray mulai berbicara, ia mengajak almas ketempat yang bernuansa romantis karna ada hal yang akan ray sampaikan pada almas.


"ngmong aja sayang, ada apa?" . Sahut almas


"Sayang aku ingin hubungan kita lebih serius lagi, aku sangat mencintaimu dan aku gak ingin ada laki-laki lain mengambil kamu dari aku". Kata ray, kini matanya berkac-kaca memandang wanita yang begitu ia cintai itu.


"iya sayang aku tau, lalu kenapa sayang?" ucap almas seraya memegang tangan ray dengan erat karna ia melihat mata ray yang hendak meneteskan air mata.


"Apakah kamu mau menjadi istriku?" . Ucap ray sembari mengeluarkan sebuah kotak cincin dari sakunya.


Kini almas tak bisa berkata apa-apa. Mulutnya membisu seribu bahasa. Dan air matanya seketika menetes membasahi pipi mungilnya.


"sayang kenapa kamu menangis, apakah kamu tak suka dengan ini sayang,? Maaf kan aku jika aku membuatmu tidak nyaman dengan tindakanku kali ini, baiklah kamu simpan saja ini dan pikirkan baik-baik dulu". Kata ray seraya menggenggamkan kotak cincin itu pada tangan almas.


"tidak sayang aku sangat bahagia, dan aku mau menjadi istrimu sayang, terima kasih". Sahut almas sembari menyeka air matanya.


Dan ray sangat-sangat bahagia mendengar jawaban itu dari almas. Ia segera membuka kotak cincin dan memakaikan cincin yang begitu indah dihiasi dengan permata itu kejari manis almas.


Malam ini sungguh malam yang sangat membahagiakan untuk ray karna almas menerima pinangannya, sedangkan almas, entah ia harus bahagia atau sedih dengan semua ini, tak bisa dipungkiri bahwa rasanya untuk iril masih terukir manis dihatinya. Dan ray, ia juga tak bisa menolak pinangan ray karna ia juga tak bisa jika harus kehilangan ray. Entahlah, semua ini begitu sulit untuk almas. Tapi dengan adanya dewik yang almas ketahui ia adalah kekasih iril, membuat almas sedikit yakin bahwa dia benar-benar harus melupakan iril dan memantapkan hatinya untuk ray. Mungkin dengan menerima pinangan ray akan membuat almas merasa semakin terikat dengan ray dan membuat rasanya untuk iril perlahan menghilang.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Pinangan ini ternyata membuat almas semakin mengalami konflik batin readers.


__ADS_2