
Sore ini, pukul 17.00 almas berencana untuk menemui ray disebuah restoran favorit mereka, restoran yang selalu ray dan almas kunjungi, bahkan kadang 1 bulan 3x mereka berdua kesana karna memang ada satu menu yang menjadi favorit mereka direstoran tersebut. Hampir keseluruhan pekerja direstoran itu mengenal mereka, seakan-akan mereka juga sudah menjadi pelanggan disana.
Setelah almas menghindari ray selama 1 pekan ini, ia memutuskan untuk menghubungi ray dan mengajaknya bertemu, tak lain dan tak bukan maksut almas bertemu dengan ray adalah untuk menyampaikan keputusan cintanya.
Restoran...
"*udah lama ya? *". Tanya ray pada almas yang telah menunggu ray 15 menit lamanya.
"* udah dari15 menit yang lalu*," jawab almas.
"oh.. Kemana saja kamu sepekan ini, kenapa gak ada kasih kabar ke aku sayang". Tanya ray sambil memegang tangan wanita yang sangat ia rindukan itu.
"maaf sayang sepekan ini aku sengaja menghindar dan mematikan ponselku karna aku ingin memantapkan pilihan hatiku". Jelas almas
"*maksutnya gimana? *". Tanya ray.
__ADS_1
"itu gak penting sayang, yanh terpenting saat ini adalah aku telah memutuskan untuk kembali sepenuhnya padamu dan mencoba menghindar dari iril" jelas almas.
"*benarkah itu? Apakah kamu sudah membicarakan semua ini padanya? "
" sudah, dan dia menerima ini semua*"
Dan sore ini adalah sore yang bahagia untuk ray karna kini kekasih hatinya itu kembali padanya.
"sayang aku harap kejadian ini tak terulang kembali".
Dalam hatinya almas berjanji jika ia tak kan menghianati ray lagi. Ia tak ingin laki-laki yang sangat ia cintai itu terluka karnanya.
--00--
2 bulan berlalu
__ADS_1
Sulit untuk almas dengan mudah melupakan iril apalagi ia dan iril satu kantor. Meski tak setiap hari ia memandang iril karna memang kini tugas mereka tak sama tapi sesekali iril muncul dihadapannya.
Entah dikantin atau ditempat lain yang secara tidak sengaja bertemu, meski almas selalu berusaha untuk menghindar dan tak bertatapan langsung dengan iril. Tapi tak bisa dipungkiri mereka satu kantor, mau tak mau ia harus tetap bertemu iril meski secara tidak sengaja.
Ya, almas memang telah kembali lada ray tapi dalam hatinya masih ada iril.
"ya tuhan.. Apakah aku harus pindah kerja saja?? Tapi kemana?? Aku tipe orang yang sulit untuk mengenal oranglain, jika aku cari tempat kerja lain akan sulit bagiku untuk menyelesaikan diri, tapi jika aku tetap disini aku tak kan pernah bisa membuang rasaku untuknya, ya tuhan... Buanglah rasa ini untuknya? ". Pinta almas dalam hati. Pasalnya ia kini sedang berada dikantin untuk makan dan juga melihat iril disana.
Mereka tak lagi saling bertegur sapa, meski dalam hati mereka sebenarnya terluka, cinta yang mereka rasakan tak bisa untuk dilanjutkan apalagi dimiliki.
"ya tuhan.. Rasa apa ini? Kenapa rasanya sesak sekali saat aku hanya bisa melihatnya dari jauh, aku ingin sekali bersamanya meski hanya sekedar menjadi temannya, tapi aku tak bisa. Tuhan.. Persatukan kami dalam keadaan yang baik-baik saja dan tanpa harus ada hati yang tersakiti.". Gumam iril dalam hati saat ia melihat almas dari kejauhan dikantin, tempat yang sama, yang kini mereka sedang berada.
Mereka memang masih saling mencintai, tapi apa boleh buat takdir cinta mereka tak menginginkan mereka untuk bersatu, kini hanya luka dan rindu yang tak kan terobatilah yang mereka rasakan. Memendam, memendam dan memendam itulah yang mereka kini lakukan untuk menjaga hati lain agar tak terluka, meski mereka harus mengorbankan perasaan mereka sendiri.
*Cinta tak harus memiliki*
__ADS_1