
Triingg....
"jangan sia-siakan dia yang saat ini sedang mencintaimu, jangan biarkan perasaanmu tumbuh disaat dia tak lagi mencintaimu dan mengejarmu".
Sebuah kata-kata yang masuk kedalam HP almas sebagai pesan yang entah kenapa pesan tersebut seakan-akan menjadi jawaban dari pertanyaan kegundahan hati almas selama ini.
Dan entah kenapa sore itu sahabat almas mengirim pesat tersebut, seakan-akan mengetahui kegundahan hati yang sedang almas rasakan sejak ray mengutarakan perasaannya pada almas.
Sebenarnya almas tak pernah menceritakan apa yang sekarang sedang mengganggu perasaannya itu kepada sahabatnya.
Tak ayal, isi pesan tersebut Sontak membuat almas begitu kaget dan cukup membuat almas takut dengan apa yang ada dalam pesan itu. Alamas takut akan mengalami hal yang sama dengan isi pesan tersebut dikemudian hari.
"mungkin ini lah yang disebut petujuk hati" gumam hati almas sambil menimbang-nimbang kata-kata dalam pesan tersebut.
Malam
Kala itu Langit mulai berubah warna menjadi gelap, matahari tak lagi tersenyum memancarkan sinarnya, dan bintang pun terlihat indah berkelip dimalam hari.
"iya kita jalani aja"
kata yang terucap dari mulut almas kala itu sedang berbica dibalik telvon dengan ray.
malam itu 13-11-2011 pukul 21.00 WIB. almas dan ray resmi menjadi pasangan kekasih 👫.
__ADS_1
Hati almas bergetar kala almas mengingat dan membayangkan bahwa dirinya sekarang telah memiliki seorang kekasih disana.
Ia membayangkan bahwa kini masa jomblo abadinya telah berakhir.
Bahagia dan takut, adalah perasaan yang saat ini ada dalam hati almas.
Bagaimana tidak takut,? 😫 jika almas mengingat akan ada tara, kakaknya yang akan melarang almas untuk berpacaran, apalagi pacar almas adalah teman tara.
Almas memang belum memiliki rasa yang sama dengan apa yang ray rasakan pada almas, tapi... Almas berjanji dalam dirinya bahwa ia akan belajar mencintai ray.
Tak bisa dipungkiri bahwa meski belum memiliki rasa tapi almas merasa nyaman saat bersama ray.
Bukankan kunci dari kelulusan belajar mencintai adalah rasa nyaman???..
#POV TARA
"dek.. Loe pacaran ya?? " tanya tara yang kala itu mengagetkan almas yang sedang membaca novel 'cinta pertama dan terakhir' didalam kamarnya dan duduk diujung kasur sebelah kanan almas yang sedang merebahkan tubuh mungilnya itu.
Almas :" eh kamu kak, mengagetkan saja"
Tara :"jawab donk pertanyaan gue "
seketika tubuhnya almas bergetar akibat rasa takut yang sedang iya rasakan, dengan ragu almas menjawab :" emmm.. Kalo iya kenapa, mau loe larang? "
__ADS_1
Tara :" eitss... Santai donk dek" sambil mencubit gemas pipi adek perempuan satu-satunya itu.
"kakak gak melarang kamu pacaran bahkan sama teman kakak sekalian pun kakak gak masalah, asalkan jangan sampai ada yang membuat air mata adek kakak yang cantik ini jatuh dengan sia-sia, karna jika itu terjadi kakak akan melarang keras dia yang sedang menjadi pacarmu itu untuk melanjutkan hubungannya denganmu".
Deg....
Seketika Tubuh almas seperti kaku. Bibir almas seperti tertutup rapat bahkan terkunci, hingga almas tak bisa mengatakan apapun, seakan-akan almas seperti mimpi. Tak percaya jika tara akan dengan mudah memberinya izin.
Segera almas bangun dan melingkarkan kedua tangannya ke tubuh kakak kesayangannya itu, kakak satu-satunya yang ia miliki.
Iya.. Almas memeluk kakaknya yang bersikap dewasa dan begitu sangat melindungi adiknya itu. Tak terasa air mata almas mengalir dan membasahi pundak sebelah kanan tara.
Sungguh begitu haru melihat kedua kakak beradik yang saling menyayangi itu.
Dibalik pintu ada ibu riya yang sedari tadi mendengar percakapan mereka dan ikut meneteskan air mata melihat kedua anaknya itu sedang berpelukan dengan penuh rasa sayang.
Bu riya merasa lega dengan sikap tara yang begitu melindungi adik perempuannya itu.
Bu riya juga berhasil mendekatkan mereka layaknya sebagai seorang kakak beradik yang saling menyayangi, pasalnya mereka selama ini selalu tertutup, selalau bertengkar dan selalu mendebatkan hal-hal sepele yang terjadi dirumah.
"tak terasa kini mereka sudah besar, sudah bisa saling menjaga dan menyayangi, sudah bisa bersikap dengan baik dan benar, tapi bagiku mereka tetap tara dan almas kecilku yang selalu menjadi prioritasku". Gumam bu ria dalam hati. 😩
Mewek dan author saat menceritakan kisah ini, jangan lupa tinggalin komentar ya.. 😘
__ADS_1