Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
part 45


__ADS_3

amarah Arthur semakin tidak terkontrol apa lagi mendengar omongan orang-orang yang di sana, dia semakin marah kepada mereka semua yang Menghina istri nya itu.


kalau di tanya apa orang tuanya Arthur meredakan emosi Arthur jawab nya adalah ia, mereka sudah mencoba juga untuk bilang pada Arthur tapi, sayangnya putra nya tidak menghiraukan ucapan mereka. termasuk kakeknya Arthur pun sudah berbicara tapi, nihil dan mereka hanya bisa berharap semoga Arthur emosinya cepat mereda.


adik dan sahabat nya itu pun hanya melihat saja karena mereka tau kalau Arthur tidak suka ada yang menggangu nya saat sedang marah, dan mereka juga tidak ingin kena sasaran amuk Arthur.


Arthur yang emosi dan tidak ada yang berani untuk menghentikan nya tiba-tiba ada suara seseorang yang membuat nya berhenti.


'' kak sudahlah aku tidak apa-apa Hem...'' ucap kara dengan tersenyum pada Arthur, ya dialah yang menghentikan sejenak amarah Arthur.


'' pergilah kara....''sahut Arthur dengan lembut dia tidak ingin istrinya itu kena sasaran amarah nya.


'' tidak akan..... sebelum kak mahen berhenti untuk melukai keluarga kakak sendiri, jadi aku tidak akan pergi '' jawab kara dengan tegas.


'' kara.....'' panggil Arthur.

__ADS_1


'' ya sudah aku akan pergi'' jawab kara.


'' tapi, bersama kak mahen''sahut kara.


Arthur yang ingin menjawab omongan kara untuk menolak perintah istri nya itu, tidak bisa karena kara langsung menariknya pergi dari sana tapi, sebelum pergi kara meminta maaf karena keributan ini dan kepada sahabat Arthur juga.


'' saya minta maaf atas keributan ini dan untuk kak Arya maaf bukan maksud ku untuk menyamai wajah mu orang lain tapi, memang wajah mu mirip dengan seseorang yang kukenal'' ucap kara.


'' oiyah tadi yang kalian bilang bahwa saya gadis kampung memang tapi, saya tau gimana untuk menghormati orang lain dari pada gadis kota tapi, tidak memiliki sopan santun pada orang yang lebih tua'' ucap kara dengan sorot mata yang tajam dan auranya yang dingin.


orang-orang yang di sana dia buat kaget dengan aksi kara yang berani untuk menghentikan emosi Arthur, apa lagi Arthur tidak marah dan hanya diam saja tanpa melawan. baru saja di buat kaget dengan bisa menghentikan amarah Arthur sekarang mereka juga melihat wanita yang menjadi istrinya Arthur itu berbicara dengan auranya yang dingin dan sorot mata yang tajam pada mereka sama seperti Arthur.


orang tua Arthur dan adik maupun sahabat-sahabatnya itu tidak menyangka bahwa kara bisa menghentikan amarah Arthur. mereka semakin yakin bahwa kara memang wanita yang tepat untuk menjadi istri dari seorang Arthur.


dari semua yang terjadi kakeknya Arthur Hanya berbicara biasa saja tapi, dia malah tersenyum saat melihat kara dan itu kelihatan oleh putranya yaitu Reno Dad dari Arthur.

__ADS_1


'' kenapa papa tersenyum'' tanya Dad Reno pada kakeknya Arthur itu.


orang-orang yang mendengar omongan Dad Reno langsung melihat ke arah kakeknya Arthur.


'' apa '' jawab kakeknya Arthur.


'' papa....'' ucap Dad Reno dengan sedikit kesal karena papa nya itu hanya menjawab singkat saja.


'' baiklah, kalian lihat sendiri seperti apa cucu menantu ku jadi tidak perlu lagi aku bilang seperti apa cucu menantu ku'' ucap kakeknya Arthur.


'' dan ya tidak ada yang bisa mengusir atau melukai cucu menantu ku, kalau sampai ada yang berani maka aku yang akan langsung menghukum orang yang melukai cucu menantu ku '' ucap tegas kakeknya Arthur.


''hah.... kalian bukan nya tau aku tidak akan menerima seseorang di keluarga ku tanpa, aku tau siapa keluarga nya dan kalian salah kalau hanya berpikir bahwa Arthur saja yang akan melawan orang yang melukai istri itu tapi, harus kalian ingat bahwa orang yang ingin kalian jatuhkan adalah seseorang yang memiliki segalanya dari pada kalian'' ucap tegas kakeknya Arthur dengan sorot mata yang tajam.


setelah itu kakeknya Arthur pergi dari sana maupun orang tua Arthur dan adik sahabat Arthur.

__ADS_1


bersambung............


__ADS_2