
Risa sangat cantik malam ini dengan gaun selutut berwarna merah berkerah sabrina semakin membuat kulit putihnya terlihat ,rambut panjangnya yang indah diurai begitu juga dengan Arya sangat tampan dengan setelan jas berwarna biru tua menambah ketampanan Arya. mereka berjalan memasuki gedung resepsi semua mata melihat pada mereka banyak yang terkagum-kagum pada Risa dan Arya.
Sahabat Arya adalah seorang anak gubernur dan pestanya kali ini sangat meriah banyak media massa yang meliput. Risa merasa risih dengan banyaknya kamera dia berusaha mencari tempat yang nyaman untuknya. Saat mempelai mengajak mereka untuk berfoto bersama mau tidak mau Risa harus mendampingi Arya keatas pelaminan.
" Ternyata kamu pintar juga memilih wanita,lihat kekasihmu begitu mempesona cantik banget dokter Arya" goda Riko sang mempelai pria sahabat Arya dari kecil
" Emang cuma kamu aja yang bisa cari wanita" Arya balas menggoda Riko.
" Udah- udah..mau foto aja berisik banget sih kalian" Reta sang mempelai wanita mencoba untuk mendamaikan kedua sahabat itu
Setelah sesi pemotretan selesai Arya dan Risa mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Mereka masih tetap saling menggoda satu sama lain. Karena banyaknya tamu undangan yang akan bergantian memberi selamat Arya dan Risa pun turun dari pelaminan menuju tempat makan yang sudah tersedia.
Cukup lama Risa dan Arya diacara tersebut akhirnya memutuskan untuk pulang karena esok pagi banyak pekerjaan yang menunggu.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada sahabat-sahabatnya Arya menggandeng Risa keluar dari gedung.
Dalam perjalanan pulang Arya tak berhenti mengucapkan terima kasih karena Risa sudah menyelamatkannya dari ocehan dan sindirin teman- temannya.
" Makasih banget ya Din,kamu mau menemaniku malam ini jadi aku terhindar dari ocehan teman- temanku" Arya menyetir mobilnya pelan,dia ingin lebih banyak waktu bersama Risa
" Iya mas,sama- sama. mas arya kan juga udah sering bantuin aku jadi aku juga harus gitu sebaliknya siap membantu" jawab Risa
Tanpa terasa mereka sudah sampai dikediaman Arya. Risa turun dari mobil langsung ke paviliun karena sudah sangat malam Risa pamit segera tidur.
Risa membersihkan make up diwajahnya dia merasa lelah malam ini. Sebenarnya dia tidak ingin ikut ke acara malam ini cuma Risa merasa tidak enak hati pada Arya karena selama ini Arya dan keluarganya sangat baik pada Risa.
Setelah membersihkan wajahnya Risa merebahkan diri diranjang diambilnya skrip siar untuk besok dan dipelajarinya. Untuk urusan kerja Risa memang selalu serius meski lelah dia akan mempelajari skripnya agar lancar dan menguasai temanya. jadi saat dia berinteraksi dengan pendengarnya bisa lancar.
__ADS_1
Tepat pukul 11 malam namun Risa tidak bisa memejamkan matanya dia teringat pada Rey rasa rindunya untuk Rey masih dalam dan cintanya juga tak bisa hilang padahal dia sudah berusaha untuk melupakan Rey namun tidak bisa meski kehadiran Arya disampingnya dia tetep tidak bisa menerima sosok Arya sebagai pengganti Rey.
" Kamu sedang apa Rey..masih ingatkah padaku..masihkah merindukanku,aku benar- benar tak bisa melupakanmu Rey sangat sulit kulakukan" batin Risa dia menangis sedih
Sementara itu Rey juga merasakan hal.yang sama sengan Risa malam ini dia sulit memejamkan matanya. Kerinduannya pada Risa sangat dalam sambil memeluk guling Rey menitikkan air mata baru kali ini Rey merasakan patah hati sungguh benar - benar sakit.
Rey sudah berusaha untuk menghilangkan rasa cintanya pada Risa namun tak bisa. Setiap hari,setiap jam,setiap menit bahkan setiap detik nama Risa selalu ada ,senyumnya selalu menggoda Rey hingga Rey merasa tersiksa dengan segaka yang terjadi selama ini.
Meski sudah hampir 1 th berlalu namun perasaan cintanya pada Risa tak pernah hilang malah semakin dalam. Ingin rasanya dia berteriak dan menghilang saja agar bayang- bayang Risa tak mengganggunya setiap waktu namun Rey tak sanggup menghilangkan cinta pertamanya begitu saja.
" Kamu dimana Ris,mengapa sampai saat ini aku tak bisa menemukanmu. Masihkah cintamu untukku,seperti aku sampai saat inipun rasa cintaku masih milikmu,Bagaimana caranya aku bisa menemukanmu. Aku benar- benar merindukanmu " Batin Rey tersiksa mengingat Risa.
Dua hati yang saling mencintai namun harus terluka karena fitnah yang kejam. Meski dihati mereka masih saling mencintai namun rasa ego Risa yang tak bisa disjak kompromi dia masih tidak bisa memaafkan kejadian yang lalu masih teringat jelas foto- foto Rey dan Sinta kala itu. Namun sayang Risa terlalu cepat mengambil keputusan untuk pergi sehingga dia terlalu percaya pada apa yang dia lihat
__ADS_1
Meski nenek dan Sisil telah menjelaskan kebenarannya namun Risa terlanjur sakit hati dan tak ingin mengulang semua kisah dengan Rey dia memilih untuk mengakhiri semuanya.