
kara membawa Arthur ke kamar mereka supaya tidak ada keributan di sana lagi.
'' sekarang duduklah kak'' perintah kara pada Arthur untuk duduk di kasur.
Arthur tidak banyak bicara dia lebih memilih mengikuti omongan istri nya itu, di satu sisi dia marah pada mereka yang Menghina istri tapi,di sisi lain dia senang bisa lebih dekat dengan istri nya.
'' kenapa kak mahen harus melakukan hal seperti itu, bagaimana pun juga dia itu keluarga kakak '' ucap kara yang menasehati Arthur.
'' bagaimana kalau mereka memandang kak mahen buruk '' omel kara.
Arthur hanya menganggukkan kepalanya saja saat kara mengomelinya, dia tidak membalas omongan istri nya itu karena menurut nya sangatlah lucu saat kara memarahi nya seperti anak kecil yang sedang di marahi oleh ibu nya.
kara yang masih mengomeli suaminya itu berhenti saat tangan nya itu di tarik dan duduk di pangkuan Arthur.
'' sudah selesai marah-marahnya pada suami ini, atau masih mau memarahi suami yang tampan ini Hemm....'' ucap Arthur dengan lembut sambil menatap mata kara.
'' kenapa.... seperti ini lepaskan tidak enak kalau seperti ini '' jawab kara yang merasa canggung karena duduk di pangkuan Arthur.
'' oh...... jadi seperti apa enaknya '' sahut Arthur dengan menggoda kara dan dia juga semakin tidak melepaskan tubuh kara dari pangkuan nya itu, dia merasa lucu dengan tingkah istri nya itu.
__ADS_1
'' tidak.... tidak tolong lepaskan kak....'' lirik kara dia benar-benar malu dengan posisi nya yang sekarang.
'' baiklah.....'' ucap Arthur dengan tertawa.
kara melihat Arthur tertawa hanya karena menggoda nya, dia tersenyum saat memandang ke arah suaminya itu, tawa Arthur sangatlah manis dia tidak pernah melihat seorang Arthur tertawa di hadapannya.
'' kenapa Hemm....'' tanya Arthur dengan tersenyum pada kara dia tau kalau istrinya itu memandangnya sambil tersenyum.
kara hanya menggelengkan kepalanya saat Arthur di tanya, dia tidak mengakui kalau dirinya memandang Arthur.
'' aku tau kalau..... aku tampan '' ucap Arthur dengan percaya diri.
'' kata semua orang.... buktinya mereka suka memandang ke arah ku'' jawab Arthur pada kara dengan percaya diri bahwa dirinya paling tampan.
'' pede banget ya....'' ucap kara dengan meledak Arthur.
'' oh..... baiklah kalau itu mau mu'' ucap Arthur dengan memandang kara.
'' kenapa......melihat ku seperti itu'' tanya kara pada Arthur dia merasa aneh karena suaminya itu memandang nya dengan aneh pada nya.
__ADS_1
kara ingin kabur dari Arthur tapi, sayangnya Arthur lebih dulu menarik tangan nya membuatnya tidak bisa pergi.
kara tertawa dia merasa geli saat Arthur menggelitiknya pinggang nya, dia terus tertawa tanpa henti karena Arthur terus menggelitiknya dia mencoba melepaskan diri dari Arthur tapi, tidak bisa.
hakhirnya kara bisa lari dari Arthur dan keluar dari kamar mereka tapi, sayangnya suaminya itu mengejarnya keluar juga.
'' kara kemari'' ucap Arthur sambil tersenyum.
'' tidak.....mau '' jawab kara.
'' ku kejar kau.... kalau sampai dapat kau tidak bisa lepas nyonya Arthur'' ucap Arthur.
'' kalau kau bisa....'' sahut kara dengan meledek Arthur.
mereka saling bercanda dan tertawa tanpa sadar banyak pasang mata yang melihat mereka ada yang merasa bahagia karena melihat mereka begitu romantis tapi, ada juga yang membenci apa yang mereka berdua lakukan.
keluarga dan sahabat-sahabatnya Arthur merasa senang karena hakhirnya seorang Arthur yang sudah lama tidak tertawa dan tersenyum bahagia hakhirnya mereka bisa melihat yang sudah mereka nanti kan hal ini.
tanpa sadari kara telah sedikit berhasil membuat arthur tertawa dan tersenyum, semoga saja ini terus berlanjut.
__ADS_1
bersambung..........