Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
part 47


__ADS_3

di sini saya mohon maaf kalau alur ceritanya terlalu di percepat maaf ya


semoga kalian suka dengan cerita ini mohon maaf kalau masih ada yang kurang dalam penulisan nya maupun alur ceritanya.


******


kembali ke kara dan Arthur mereka sudah menjalani pernikahan dua Minggu ini banyak yang mereka lalui bersama-sama dalam hal apapun, kecuali melakukan hubungan suami-istri mereka berdua belum melakukan nya. lebih tepatnya kara yang belum siap untuk melakukannya dan Arthur pun menunggu istrinya itu siap melakukan ke wajibnya sebagai seorang istri pada nya.


seperti sekarang ini mereka berdua sedang berkerja di kantor tapi, tidak ada satu orang pun yang tau kalau mereka suami-istri kecuali, Lexie dan Yasmine hanya mereka berdua yang tau pernikahan kara dan Arthur.


baik kara maupun Arthur mereka sama-sama profesional dalam berkerja seperti biasanya antara CEO dan sekretaris, tidak ada yang mencurigai hubungan mereka berdua karena saat di hadapan umum mereka hanya memperlihatkan hubungan sebagai sekretaris dan CEO saja.


'' kara masuklah ke ruangan saya sekarang ada hal yang harus di bicarakan '' ucap Arthur dengan tegas pada kara lewat sambungan telepon.


'' baik tuan'' jawab kara.


kara masuk ke ruangan Arthur tapi, sebelum itu dia mengetuk pintu lebih dulu.


'' tok-tok ''


'' masuk ''


'' anda yang bisa saya lakukan tuan '' ucap kara dengan menundukkan kepalanya pada Arthur.

__ADS_1


'' kara udah di bilang jangan panggil saya tuan kalau tidak ada karyawan kau mengerti '' ucap Arthur.


'' maaf kak'' jawab kara.


'' ya sudahlah..... Hemm kara makan bersama saya di sini '' ucap Arthur dengan lembut dia meminta kara untuk makan siang bersama nya di ruangan nya itu.


'' maaf tidak bisa aku ada janji '' lirih kara dia takut pada Arthur karena menolak perintah nya itu, tapi dia memang tidak bisa karena dia sudah ada janji dengan seseorang.


'' kenapa tidak bisa Hemm.....'' tanya Arthur pada kara dia sedikit kesal karena permintaan nya di tolak oleh istrinya itu.


kara menarik nafas dan membuangnya dia memang harusnya meminta izin dulu pada Arthur karena bagaimanapun juga Arthur suaminya sekarang.


'' kak maaf kalau aku tidak lebih dulu untuk izin pada mu, aku mau bertemu dengan Yasmine di luar kantor '' ucap kara.


'' sebenarnya Yasmine sudah lama dia tidak masuk kantor karena bunda nya masuk rumah sakit, dia memberitahu ku tadi pagi dia juga ingin bertemu dengan ku dan aku juga ingin bertemu dengan bunda maka nya aku juga meminta izin untuk pulang lebih awal boleh ya'' lirih kara dia sedih setelah mendengar bahwa bunda nya Yasmine masuk rumah sakit, bisa di bilang dia cukup dekat dengan bunda nya Yasmine.


Arthur yang melihat kara sedang merasa cemas itu jadi kasihan pada istrinya itu, dia cukup tau kalau kara memang dekat dengan bunda dari sahabat nya itu Yasmine ya meskipun dia tidak pernah bertemu dengan orang yang di panggil bunda oleh kara itu.


'' Hemm.... kau bisa pergi'' jawab Arthur dengan lembut.


'' terima kasih kak mahen '' sahut kara sambil memeluk Arthur.


kara terlalu senang saat di beri izin untuk bertemu dengan sahabat dan Bunda nya

__ADS_1


sampai dia tidak sadar kalau dia dan Arthur berpelukan.


'' maaf....maaf bukan maksud ku tidak sopan kak '' ucap kara dengan menundukkan kepalanya dia malu dengan apa yang dilakukan nya itu.


'' kenapa minta maaf kalau mau peluk...peluk aja tidak apa-apa '' jawab Arthur dengan tersenyum dia senang karena hakhirnya kara bisa lebih dekat dengan nya.


'' kak.....''


'' oke....oke sekarang kau bisa pergi tapi, di antar supir Hemm....'' ucap Arthur.


'' bagaimana kalau ada yang melihat '' jawab kara.


'' tidak akan kalau tidak mau ya sudah tidak usah pergi'' sahut Arthur.


'' iya.... mau yasudah aku pamit ya kak'' ucap kara sambil pamit pada Arthur.


'' tunggu dulu.... nanti saat pulang aku yang menjemput mu hem'' sahut Arthur.


'' baiklah '' jawab kara.


kara setuju dengan omongan Arthur untuk menjemput nya nanti saat akan pulang dari pada tidak di izinkan oleh suaminya itu.


Arthur melihat kara keluar dari ruangan nya itu dia tersenyum saat mengingat obrolan dengan istri nya itu, semoga saja dengan seperti ini hubungan mereka berdua bisa lebih dekat lagi seperti suami-istri pada umumnya.

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2