Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
Konflik batin 1


__ADS_3

Sejak ray mendengar pengakuan dari rekannya tentang almas dan iril ray sedikit menaruh rasa curiga pada almas.


Ray berencana untuk menanyakan hal tersebut langsung pada almas karna hanya akan percaya dengan mendengar langsung pengakuan almas padanya.


"hallo sayang, nanti bisa ketemu kan?? " kata ray dalam telvon. Ya, kini dia sedang menelvon kekasihnya dan berniat untuk melepas rindu sekaligus menanyakan tentang kabar kedekatannya dengan iril


" maaf sayang hari ini aku ada lembur, kita tunda besok aja ya ketemunya. "


" 😢 iya sayang gak papa" dengan memasang emotion sesikit kecewa.


Dan telvon tersebut berakhir.


#POV ALMAS


"maaf kan aku sayang, aku berbohong padamu sebenarnya aku hari ini sudah terlanjur janji makan bersama iril". Gumam almas


Dalam lubuk hati almas yang paling dalam, ia sadar bahwa yang ia rasakan adalah Salah, kini ia telah menghianati ray, ia telah berpaling dari ray, kini posisi ray dalam hatinya telah terganti oleh iril.

__ADS_1


"ya tuhan.. Kenapa dia harus hadir ditengah-tengah kami? Apakah rasa ini salah tuhan?? Apakah cinta ini dosa?


Tuhan.. Jika cinta ini salah maka hilangkan rasa ini darinya dan kembalikanlah rasa ini pada orang yang berhak mendapatkannya,


Dan jika rasa ini benar persatukan kami dalam sebuah ikatan yang tidak akan ada hati yang terluka. " sesekali almas menyeka air mata yang jatuh membasahi pipi cantiknya itu, kini hati almas merasa sangat bersalah pada ray, ia tak ingin laki-laki yang selalu ada bersamanya selama ini dan laki-laki yang begitu ia sayangi itu terluka mengingat pengorbanan, kesabaran dan ketulusan ray padanya tak bisa di ungkapkan lagi.


" iril harusnya aku tak mengenalmu, jika dengan mengenalmu akan membuat rasa ini berpaling darinya,


Iril harusnya kau tak ada diantara kami? "


Ia tak sanggup lagi menyembunyikan semua ia dari ray, ia berniat untuk mengatakannya pada ray, tapi apalah daya ia tak punya cukup keberanian untuk mengatakan yang sejujurnya.


"*kamu kenapa? *" seorang laki-laki tampan itu mendekati almas sembari memegang pundak almas yang tengah bertumpu pada kedua tangan yang dilipatkan di atas meja dan menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan itu.


Dan saat laki-laki tampan itu menyapanya, seketika almas mendongak dan menyeka air matanya.


"eh, aku gak papa ril, hanya sedang rindu saja" jawab almas sambil menyembunyikan mata bengkaknya itu.

__ADS_1


"rindu siapa ? Gak mungkin kamu rindu sampai nangis kayak gini? Jujur padaku? Apa ada yang menyakitimu? "


" tidak, tidak rill aku benar-benar hanya sedang rindu? "


" siapa yang kau rindukan mas?? Kekasihmu kah, jika iya, begitu beruntungnya kekasihmu itu?"


"....... " almas terdiam tanpa jawaban


" Jika memang iya, aku akan sakit mas mendengarnya" gumam aril dalam hati


"baiklah kalo kamu gak mau jawab gak papa, mungkin kamu memang lagi gak siap untuk cerita, aku akan sslalu menunggumu untuk bercerita padaku, karna kini aku tsman terdekatmu". Sambil mengelus sayang puncak kepala almas, dan kini dia nerlalu untuk pergi meninggalkan almas, iril cukup tau bahwa keadaan almas hari ini sedang tidak baik, dia ingin sendiri, jadi iril mengurungkan rencana makan yang telah ia sepakati sama almas tadi pagi.


Ya... Keadaan almas kini sedang tidak baik-baik saja setelah ray meneleponnya dan mengajaknya bertemu, namun ditolak oleh almas dengan alasan lebur, padahal ia ada janji dengan iril yang kini mengganti kedudukan ray dihatinya. Ia sangat begitu merasa bersalah atas perasaan yang kini ia rasakan, ia sakit dengan adanya konflik batin ini. Ia sadar bahwa yang ia lakukan hari ini akan sangat menyakiti ray jika ray tau.


Almas merasa bersalah atas sikapnya yang kini lebih mementingkan iril, laki-laki yang baru ia kenal dari pada ray, laki-laki yang bertahun-tahun bersamanya bahkan dia adalah cinta pertamanya.


*Jangan meninggalkan orang yang kau kenal dengan baik dan lama hanya karna orang yang baru kau kenal*

__ADS_1


__ADS_2